Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 02 Nov 2022 07:41 WIB

TRAVEL NEWS

Hiii... Monster Loch Ness di Skotlandia, Naga Baruklinting di Ponorogo

Putu Intan
detikTravel
Jakarta -

Legenda hewan raksasa yang menghuni danau rupanya tak cuma ada di Skotlandia. Di Indonesia, tepatnya Ponorogo, ada juga legenda naga yang menghuni Telaga Ngebel.

Naga raksasa penghuni Telaga Ngebel dikenal sebagai Naga Baruklinting. Konon, naga ini bakal muncul setahun sekali bertepatan dengan malam 1 Muharam atau Satu Suro.

Selain berukuran besar, naga Baruklinting digambarkan memiliki sisik yang khas. Sisik itu dikisahkan berbunyi klinting-klinting yang kemudian disadur menjadi nama hewan itu.

Kendati dipercaya bakal muncul ke permukaan, hingga saat ini kehadiran mahkluk tersebut belum pernah tertangkap kamera. Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Rido Kurnianto, pernah melakukan penelitian terkait legenda naga Baruklinting dan mencoba menjelaskan dari sisi ilmiah.

Rido menjelaskan masyarakat meyakini adanya tanda-tanda sebelum naga Baruklinting keluar dari danau, yaitu munculnya suara menggelegar, ada asap di tengah danau, tercium bau anyir, dan ikan-ikan ditemukan mati.

"Kebetulan waktu saya penelitian pas ada suara itu. Saya lari ke telaga sambil membawa senter dan kamera," kata Rido.

"Ternyata benar, ada asap putih mengumpul di tengah telaga. Tidak lama kemudian ada bau anyir, amis sekali. Dan ketika saya arahkan cahaya ke air, ternyata ikan mulai menggelepar dan beberapa waktu kemudian mati," ujarnya.

Telaga Ngebel PonorogoTelaga Ngebel Ponorogo. Foto: Putu Intan/detikcom

Semua tanda sudah lengkap, Rido hanya perlu menunggu kemunculan sang naga legendaris. Rido menunggu hingga subuh namun naga Baruklinting tak pernah muncul dari dalam danau.

Rido mengatakan, setelah salat subuh, ia membaca kembali literatur yang membahas tentang Telaga Ngebel. Rupanya, di bawah danau itu terdapat gunung api aktif.

"Ternyata Telaga Ngebel itu ada di atas gunung berapi yang masih aktif. Berarti, suara gelegar itu adalah letusan di bawah sana. Lalu asap itu dari belerang, hawa panas kemudian asap putih. Bau anyir itu adalah belerang yang kemudian menyebabkan ikan mati," Rido menjelaskan.

Halaman berikutnya >>> Legenda naga Barukliting dan Konservasi

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA