Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 06 Jan 2023 23:00 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mitos Pohon Beringin di Cimahi yang Konon Tak Bisa Ditebang

Whisnu Pradana
detikTravel
Taman Kartini Cimahi.
Foto: Pohon Beringin di Taman Kartini (Whisnu Pradana/detikcom)
Cimahi -

Bagi warga Kota Cimahi, pohon beringin di Taman Kartini punya mitos tersendiri. Konon katanya, pohon ini tidak bisa ditebang. Bagaimana kisahnya?

Tak ada warga Cimahi yang tak mengenal Taman Kartini. Sebuah ruang terbuka hijau (RTH) tempat berkumpulnya masyarakat di pinggir jalan raya.

Taman yang menyimpan banyak kenangan karena dibangun sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1886. Berdiri di dekat permukiman bekas pejabat militer Belanda dan sekolah yang masih berfungsi dengan baik.

Wajah taman seluas 6.500 meter persegi itu kini telah banyak berubah. Perubahan dilakukan di setiap sudut taman mengubur kesan seram dan kumuh yang sempat melekat hingga beberapa tahun belakangan.

"Kalau sekarang sudah bagus, agak terang tamannya. Dulu waktu sering lewat di sini zaman sekolah, kumuh terus seram," ujar Leani Puteri (27), warga Cimahi saat berbincang di Taman Kartini.

Hal yang membekas baginya soal Taman Kartini, ialah pohon beringin di sebelah utara. Berdiri dengan tegak dengan tinggi sekitar 20 meter, akar-akar gantung menjuntai layaknya jubah, serta daun rimbun memayungi sebagian sisi taman.

Dari cerita mulut ke mulut, mitos berkembang kalau pohon tersebut tak bisa ditebang. Entah benar atau tidak, tak bisa dibuktikan juga faktanya.

"Iya dulu kebetulan kan saya sekolah di sebelah Taman Kartini, memang ceritanya kayak gitu. Katanya mau ditebang tapi nggak bisa. Ya kalau buat anak sekolah kan seru dengar cerita-cerita gitu, makanya cerita lagi ke teman-teman," kata Puteri.

Asep (44), salah seorang pedagang keliling yang ada di Taman Kartini mengatakan sebelum dipugar dan ditambahi beragam fasilitas, Taman Kartini juga kerap menjadi tempat mesum anak-anak muda dan anak punk.

"Dulu mah gelap tamannya, nggak seperti sekarang sudah bagus. Terus balong (kolamnya) juga kumuh. Makanya karena gelap jadi banyak yang mesum, saya kan pernah nyaksian (menyaksikan) tapi ya urusan masing-masing, paling diusir saja," kata Asep.

Kesan seram memang terpancar dari Taman Kartini. Namun sebetulnya bukan karena memang ada hal-hal mistis yang terjadi, namun cenderung karena kondisinya yang tak terurus.

"Sekarang mah yang nongkrong malam juga sudah enak, masih banyak yang mau datang. Kalau dulu kan beres magrib saja sudah sepi, ya itu karena tamannya gelap dan kumuh makanya banyak yang bilang seram," tutur Asep.


----

Artikel ini telah naik di detikJabar dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Pembunuh Anak Pulang Ngaji di Cimahi Ternyata Pencuri"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA