Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 25 Jan 2023 12:31 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kumpulan Rumah Transmigran di Sumedang Jadi Desa Adat

Nur Azis
detikTravel
Keunikan rumah adat julang ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
Kampung Sempurmayung Sumedang (Foto: Nur Azis/detikcom)
Jakarta -

Sumedang memiliki kampung adat dan pasti unik. Desa wisata itu adalah perkumpulan dari para transmigran.

Kampung Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang didesain menjadi konsep wisata perkampungan adat. Kampung tersebut diketahui banyak ditinggali oleh warga Sumedang eks transmigran dari daerah-daerah di Indonesia.

Mereka pindah ke Kampung Sempurmayung melalui program pemerintah berupa transmigrasi lokal (translok) pada medio 2002-2003. Mereka terpaksa kembali ke kampung halaman karena terjadi konflik di daerah yang ditempati.

Seperti yang diutarakan oleh salah satunya Maryadi atau yang akrab disapa Ade (50). Ia merupakan warga Sumedang eks transmigran dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ia yang saat itu masih kecil ikut orang tuanya bertransmigrasi ke Aceh pada sekitar 1983. Masa remaja Ade terhitung banyak dihabiskan di sana. Bahkan istrinya sendiri merupakan warga sesama transmigran Aceh asal Sumedang.

"Kami pindah ke Sumedang tahun 1999 pas konflik Aceh sedang genting-gentingnya," terang dia.

Saat itu, program translok di Sumedang sendiri ditempatkan di dua titik di Desa Cimarga, yaitu Kampung Margawati dan Kampung Gunung Lingga. Ia pun akhirnya memilih untuk tinggal di Gunung Lingga atau bernama Kampung Sempurmayung.

Saat itu, ia awalnya merasa aneh dengan bentuk bangunan yang disediakan bagi warga translok di Kampung Sempurmayung. Pasalnya, bentuk bangunannya cukup unik dan seragam menyerupai perkampungan adat.

Rumah Julang Ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.Rumah Julang Ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang (Foto: Nur Azis/detikcom)

"Awalnya aneh saja, karena di tempat-tempat lain di daerah transmigrasi, bangunannya tidak seperti itu," ungkapnya.

Ia baru tahu kenapa bentuk bangunannya seragam setelah mendengar perkataan dari Kepala Desa (Kades) yang saat itu dijabat oleh Darmo dengan Bupatinya saat itu yang masih dijabat oleh Misbach.

Kampung Adat Sempurmayung saat ini ditinggali oleh lebih dari 60 Kepala Keluarga (KK) dengan sekitar 56 unit rumah yang ada. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya masih mempertahankan bentuk awal dari bangunan rumah tersebut.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar



Simak Video "Ini Asep, Kades Viral Berambut Mohawk dari Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA