Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta

Natasha Kayla Ananta - detikTravel
Jumat, 24 Mei 2024 08:39 WIB
PT Transjakarta berkolaborasi dengan City Vision menyulap sejumlah halte TransJakarta mirip galeri seni. Nih potretnya.
Foto: Chelsea Olivia Daffa
Jakarta -

Halte-halte Transjakarta memiliki fasad unik dan estetik. Ini dia empat halte Transjakarta yang istimewa itu.

Meskipun sudah tidak berstatus sebagai ibu kota, Jakarta dapat dinilai sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan akses transportasi umum yang sangat baik. Salah satu terobosan adalah sejak dioperasikannya TransJakarta atau yang dikenal dengan TiJe.

Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Kini, terdapat 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor. Dengan begitu TiJe berhasil dinobatkan sebagai jalur lintasan terpanjang di dunia yakni sejauh 251.2 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya dirancang sebagai transportasi pendukung aktivitas Kota Jakarta yang padat, kini Halte TiJe juga bertransformasi menjadi salah satu tempat epic dengan bentuk fasad dan fasilitas yang lengkap.

Perubahan itu diklaim untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Berkat keunikan tersebut, tak jarang spot-spot beberapa halte digunakan para wisatawan untuk sekadar menikmati pemandangan cityscape atau mengabadikan foto di sana.

ADVERTISEMENT

Berikut detikTravel rangkum 6 spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta bisa ditempuh hanya menggunakan TransJakarta koridor 1, yang cocok jadi spot hunting foto bikin makin kece instagrammu!

Halte Karet Sudirman

Masuk dalam 10 halte yang direvitalisasi pada tahun 2023, Halte Karet menjadi salah satu halte estetik yang perlu kamu singgahi.

Cipta karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu membangun JPO yang tak biasa. JPOS atau Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda ini dibuat tanpa atap dan bentuk yang unik. Bentuknya bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuk tersebut terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Halte ini juga tak beratap dengan alasan agar para penggunanya dapat melihat bebas pemandangan Kota Jakarta secara luas. Dengan dominasi warna coklat dan hitam, halte ini cocok dengan segala jenis outfit yang kamu gunakan.

Sayangnya, saat hujan dan panas sangat terik, pengguna harus merasakan langsung karena halte ini tidak dilengkapi dengan atap.

Tak perlu khawatir jika kamu hanya memiliki waktu malam hari untuk ke sana, karena halte ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan halte ini semakin ciamik.

Jika berkunjung ke sini jangan lupa untuk naik ke daerah anjungan yang berada di atas untuk memotret dengan latar jalan dan gedung tinggi di sekitarnya.

Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)

Selanjutnya adalah Halte Dukuh Atas. Berbeda dengan halte sebelumnya, untuk memotret foto yang epik traveler perlu menuju skydeck nya yang berada di lantai 2. Dengan bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem serta coklat menciptakan kesan yang hangat dan minimalis.

Dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Lokasi ini cocok bagi traveler yang ingin mencari lokasi foto anti mainstream dengan pemandangan modern khas Kota Jakarta.

Saat ini Halte Dukuh Atas juga dihiasi oleh karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas membuat halte ini terlihat cantik dan estetik untuk spot berfoto.

Halte GBK

Halte ini memiliki ikon yang cukup unik, yakni batang pohon yang berada di dalam halte. Tak memilih untuk menebangnya, pihak TransJakarta justru memilih melubangi atapnya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon.

Tak hanya itu, halte ini juga terintegrasi dengan JPO yang memiliki bentuk yang unik dan estetik. JPO nya dikelilingi oleh atap cincin berbentuk segiempat yang disusun memutar. Bukan tanpa makna, bentuk 'gelora' ini merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Hal tersebut juga menjadi representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area senayan dan GBK.

Bentuk JPOnya yang unik membuat halte ini kerap dijadikan spot foto yang instagramable bagi semua kalangan.

Halte Bundaran HI

Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/1/2023).Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Halte ini menjadi salah satu halte viral yang tak pernah sepi pengunjung. Selain lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Halte Bundaran HI juga memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Lokasi skydeck nya berada di lantai 2, untuk menuju ke sana traveler perlu melakukan tap-in menggunakan kartu elektronik. Selain bisa berfoto dengan pemandangan Bundaran HI, dari atas sana juga terlihat pemandangan epik cityscape gedung-gedung tinggi Jakarta.

Setelah puas berfoto, traveler bisa membaca kisah di balik proses revitalisasi Halte Bundaran HI dan kisah tentang patung selamat datang yang ada di Bundaran HI.




(fem/fem)

Hide Ads