Selat Lembeh terletak di sebelah timur Kota Bitung, Sulawesi Utara. Mari mengenal lebih dekat 'surga' dunia bawah laut yang cantik ini.
Selat Lembeh membentang sepanjang 16 kilometer dan lebar sekitar 1-2 kilometer. Sebagai destinasi wisata, Selat Lembeh memiliki 92 titik penyelaman.
Lokasinya yang terlindung dari angin, sehingga aman untuk diselami sepanjang tahun. Perairan Selat Lembeh terkenal sebagai surga fotografi makro bawah laut dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selat ini dihuni sekitar 300 famili binatang bawah laut, dengan ribuan spesies, terdapat pula beberapa jenis spesies unik berukuran mikro, antara lain kuda laut bargibanti pygmy berwarna abu-abu merah menyala (Hippocampus bargibanti), dwarf cuttlefish, mimic octopus, dan masih banyak lagi.
Namun, sebagai catatan tambahan, keindahan Selat Lembeh ini hanya diperuntukkan bagi penyelam yang sudah berpengalaman, bukan untuk pemula.
Baca juga: Mengenal Pulau Lembeh yang Dipuji Jokowi |
Di wilayah selam Bimoli Wreck dan Mawali Wreck terdapat kapal Jepang dari Perang Dunia II pada kedalaman 15 - 30 meter. Kapal ini memiliki panjang sekitar 65 meter dan memiliki pertumbuhan karang bagus.
Menyelam di sekitar bangkai kapal ini, para diver akan dengan mudah menemukan spesies seperti pipefish, nudibranch, udang, lobster karang, barakuda dan tuna.
Alternatif lain adalah Teluk Kembahu yang memiliki ciri khas topografi dasar laut yang berpasir gelap dengan puing-puing berserakan.
Di lokasi selam ini dapat ditemukan Banggai cardinalfish yang hanya bisa ditemukan di perairan ini. Ada juga spesies seperti mandarin fish, goby, devilfish, frogfish, kepiting porselen dan razorfish.
Penyelaman di malam hari mungkin saja dilakukan di areal selam Police Pier. Area yang memiliki kemiringan dangkal berpasir ini juga surganya biota laut. Tentunya dengan bantuan pemandu berpengalaman yang jasanya biasanya disediakan di resort di ujung selatan.
Pelabuhan Samudera Bitung yang terletak di Selat Lembeh juga menjadi destinasi perjalanan kapal pesiar yang membawa ribuan turis asing yaitu kapal pesiar MV Seabourn Quest, Arcadia, MV Odyssey, MV Vasco Da Gama, RMS Queen Mary 2, MS Noordam, Queen Victoria, MV Carnival Luminosa, dan Heritage Adventurer.
-------
Artikel ini ditulis Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?