Tradisi Mencari Berkah Ikan Impun di Pantai Palabuhanratu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tradisi Mencari Berkah Ikan Impun di Pantai Palabuhanratu

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Minggu, 12 Apr 2026 18:49 WIB
Tradisi Nyalawena di Loji, Sukabumi.
Tradisi Nyalawena di Loji, Sukabumi. (Istimewa)
Jakarta -

Di Sukabumi, terdapat sebuah kebiasaan unik masyarakat pesisir yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi Tradisi Nyalawena, sebuah tradisi menangkap ikan kecil di pantai.

Tradisi itu menjadi sebuah aktivitas yang tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan kepercayaan lokal.

Dilaksanakan secara turun-temurun, Nyalawena menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat, khususnya di kawasan Pantai Palabuhanratu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi ini bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, melainkan juga bentuk kebersamaan sekaligus wujud harapan akan keberkahan dari alam.

Asal-Usul Tradisi Nyalawena?

Tradisi Nyalawena merupakan kebiasaan turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat pesisir di Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tradisi ini dikenal sebagai aktivitas panen laut yang melibatkan banyak warga untuk berburu ikan impun.

ADVERTISEMENT

Mengutip Antara, Minggu (12/4/2026), istilah Nyalawena berasal dari bahasa Sunda "salawe" yang berarti dua puluh lima. Nama ini merujuk pada waktu puncak pelaksanaan tradisi yang biasanya terjadi pada tanggal 25 setiap bulannya.

Tradisi itu rutin dilakukan mulai 23 sampai 27 setiap bulannya dalam penanggalan Hijriah. Puncaknya dilakukan pada 25 sehingga disebut sebagai tradisi Nyalawena.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan mulai memadati pesisir pantai sejak dini hari sekitar pukul 03.30 WIB sampai siang hari.

Mereka membawa alat tradisional berupa sirib, yakni jaring berbentuk segitiga yang terbuat dari kayu dan kain kasa tipis, untuk menangkap ikan impun, ikan kecil berwarna perak yang mirip ikan teri.

Makna dan Filosofi Tradisi Nyalawena

Tradisi Nyalawena tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menangkap ikan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat bagi masyarakat pesisir di Pantai Palabuhanratu.

Lebih dari sekadar aktivitas menangkap ikan, Tradisi Nyalawena menjadi gambaran kehidupan masyarakat pesisir yang erat dengan alam, kebersamaan, dan upaya mencari berkah dari hasil laut.

Tradisi menangkap ikan impun ini memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Hasil tangkapan ikan impun dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sambal khas, abon, atau dijual di pasar tradisional.

Selain itu, kegiatan ini mempererat semangat gotong royong, karena dilakukan secara bersama-sama oleh warga dari berbagai kalangan. Laki-laki, perempuan, hingga anak-anak, tanpa memandang usia maupun latar belakang, turun ke pantai dengan tujuan yang sama.

Selain itu, Nyalawena juga menjadi ajang silaturahmi. Momen ini dimanfaatkan warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan menjaga hubungan antar sesama, bahkan dengan pengunjung dari luar daerah yang turut menyaksikan tradisi tersebut.

Di sisi lain, tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut.

Ikan impun yang didapat tidak hanya dipandang sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai simbol berkah dari alam yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads