Jalan-jalan Menikmati Kota ala 'Singapura' di Jantung Cikarang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jalan-jalan Menikmati Kota ala 'Singapura' di Jantung Cikarang

Bonauli - detikTravel
Kamis, 07 Mei 2026 07:27 WIB
Cikarang kini memiliki ikon baru yang menyerupai patung Merlion di Singapura. Yuk lihat.
Foto: Rifkianto Nugroho
Bekasi -

Cikarang kini semakin bersolek dengan hadirnya ikon wisata baru yang menawarkan sensasi atmosfer mancanegara tanpa harus meninggalkan wilayah Bekasi, melalui keberadaan sebuah replika patung Merlion di Kawasan Serang Baru, Cikarang.

Monumen Singapura ini berlokasi di dalam sebuah kawasan perumahan modern yang sedang berkembang, kehadirannya secara instan menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar karena memberikan nuansa visual yang segar di tengah kawasan industri yang padat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daya tarik tempat ini tidak hanya terbatas pada patung Merlion saja, karena pengunjung juga akan dikejutkan dengan kehadiran deretan patung Moai berukuran raksasa yang dibuat menyerupai artefak prasejarah dari Pulau Paskah, sehingga menciptakan perpaduan arsitektur yang sangat unik dan menarik untuk dijadikan latar belakang berswafoto.

Menjelang sore hari dan saat akhir pekan tiba, area ini akan mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang sangat hidup dan ceria, di mana warga berbondong-bondong datang bersama keluarga atau kerabat untuk sekadar jalan-jalan santai, menikmati angin sore, hingga berburu konten media sosial yang estetik.

ADVERTISEMENT

Namun, pemandangan berbeda justru terlihat pada hari-hari biasa, di mana keramaian wisatawan berganti dengan potret kehidupan lokal yang sederhana, yaitu ketika warga setempat memanfaatkan danau di sekitar patung untuk memanen ikan dengan menggunakan jaring tradisional.

Meski ikan jenis mujair yang sering didapatkan masih tergolong berukuran kecil, antusiasme warga untuk memancing tidak pernah luntur karena hasil tangkapan tersebut menjadi sumber pangan bergizi bagi konsumsi sehari-hari keluarga mereka.

Salah satu alasan utama mengapa lokasi ini begitu diganderungi adalah aksesnya yang sepenuhnya terbuka untuk umum tanpa dikenakan biaya masuk atau tarif parkir yang mahal, menjadikannya destinasi wisata edukatif sekaligus ekonomis yang mampu memadukan kemegahan replika arsitektur dunia dengan denyut nadi kearifan lokal masyarakat Cikarang secara harmonis.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads