Sore di Waduk Brigif: Jogging dan Mancing, Juga Cari Ular

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sore di Waduk Brigif: Jogging dan Mancing, Juga Cari Ular

Hans Wilhem - detikTravel
Selasa, 12 Mei 2026 15:15 WIB
Warga Jakarta Selatan memanfaatkan kawasan Waduk Brigif sebagai lokasi favorit untuk ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas sore hari di waduk ini tak hanya menjadi ajang menunggu azan magrib, tetapi juga tempat bersantai dan berolahraga
Warga Jakarta Selatan memanfaatkan kawasan Waduk Brigif sebagai lokasi favorit untuk bersantai, mancing, hingga jogging. (Muhammad Firman Maulana)
Jakarta -

Mencari tempat untuk bersantai di Jakarta Selatan kini menjadi sangat mudah. Saat ini, banyak warga tertarik mengunjungi Ruang Limpah Sungai (RLS) Brigif, sebuah ruang terbuka hijau dan waduk yang dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dulu RLS Brigif yang terletak di Jagakarsa, Jakarra Selatan ini, dipenuhi kolam dan taman. Kini, RLS mengalami transformasi luar biasa menjadi ruang rekreasi yang semarak sejak diresmikannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada 4 Oktober 2022.

Kawasan ini telah menarik beragam warga dari berbagai latar belakang. Lokasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat yang tenang di tepi air, tetapi juga sebagai tempat untuk beraktivitas fisik dan mengeksplorasi minat pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi Favorit untuk Memancing Santai

Dimas Jati Kusuma (24), dari Kebagusan menganggap RLS Brigif sebagai tempat yang ideal untuk bersantai. Dimas sering berkunjung ke sini, mengingat lokasinya hanya berjarak 20 menit berkendara dari rumahnya. Bersama dua temannya, ia menghabiskan sore harinya untuk memancing.

"Waduk ini sih bagus Bang, cocok banget nih buat orang-orang yang nyore gitu. Bengong di sore hari, buat olahraga asik karena rute untuk jalurnya ini luas banget," ungkap Dimas kepada detikTravel, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT
Warga Jakarta Selatan memanfaatkan kawasan Waduk Brigif sebagai lokasi favorit untuk ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas sore hari di waduk ini tak hanya menjadi ajang menunggu azan magrib, tetapi juga tempat bersantai dan berolahraga bagi masyarakat sekitar.Warga Jakarta Selatan memanfaatkan kawasan Waduk Brigif untuk jogging. (Muhammad Firman Maulana)

Dimas mendapat hasil tangkapan yang lumayan pada sore itu, setelah berhasil menangkap ikan gabus broso dan ikan perot. Ia menegaskan bahwa kunjungan sore hari ke waduk adalah waktu yang paling tepat, berkat udara yang menyegarkan dan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan.

Jalur Lari yang Luas

Berbeda dengan Dimas, Muhammad Fauzan (16) memiliki cerita yang berbeda. Remaja asal dari Swadaya ini memilih waduk dengan jalur inspeksi sepanjang 2,2 kilometer ini sebagai tempat untuk sesi latihan larinya. Fauzan secara khusus menghindari berlari pada sore hari.

"Soalnya kalau sore rame Bang, takutnya nabrak. Saya kan lari agak lumayan kenceng, udah gitu yang datang-datang tuh biasanya lewat tengah-tengah terus pelan," kata Fauzan.

Selain berolahraga, pria yang mempersiapkan seleksi Popnas ini memiliki hobi unik terhadap reptil, mengaku beberapa kali menemukan satwa liar di area ini.

"Saya kan suka reptil ya, nyari ular. Lagi lari pernah ketemu ular dua kali, lagi lewat gitu dah," kata dia.

Waduk Brigif dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka. Selain pengendali air, kawasan ini menjadi tempat aktivitas dan interaksi sosial.Waduk Brigif dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka. Selain pengendali air, kawasan ini menjadi tempat aktivitas dan interaksi sosial. (Muhammad Firman/detikFoto)

Meskipun fasilitas-fasilitas tersebut telah mendapat penilaian yang cukup baik, para pengunjung tetap memberikan beberapa saran untuk dipertimbangkan oleh pihak pengelola.

Dimas menyoroti kurangnya penerangan pada malam hari, yang menghambat kegiatan memancing. Dimas berharap pemerintah dapat memperbanyak alat olahraga luar ruangan di berbagai lokasi yang menurutnya masih minim.

"Kalau untuk fasilitas kayaknya sih udah Bang. Udah bagus sih fasilitas cuman paling yang kurang apa ya? Kalau untuk malam sih penerangan aja sih. Harapannya sih ini sih Bang ya, kayak bolehlah ditambahin alat-alat fitness segala macam. Ditaruh di beberapa titik alat-alat fitness," kata Dimas.

Fauzan menyoroti kebutuhan mendesak akan pagar pengaman tambahan untuk meningkatkan keamanan di sekitar waduk. Ia mengutip kejadian sebelumnya di mana seorang ibu dan anaknya terjatuh ke dalam air bersama sepeda listrik mereka.

"Udah oke kok, tapi cuman ini ya kurang pembatas ini, apa namanya, pagar-pagar. Takutnya ada anak kecil kan, duluan ada tuh kasusnya ibu-ibu nyebur dengan anak sepedah listrik di waduk sini nih. Tapi sekarang udah ada, udah digituin sih udah aman.Iya dibanyakin lagi ya. Masih banyak yang bolong-bolong. Nggak sepenuhnya" ujar Fauzan.

Waduk Brigif dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka. Selain pengendali air, kawasan ini menjadi tempat aktivitas dan interaksi sosial.Waduk Brigif dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka. Selain pengendali air, kawasan ini menjadi tempat aktivitas dan interaksi sosial. (Muhammad Firman/detikFoto)

Masalah klasik tempat umum, yakni sampah, juga disoroti Fauzan. Ia merasa perlu ada edukasi ekstra dan penambahan tong sampah karena masih banyak pengunjung yang lalai membuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan bau tak sedap.

"Ini bisa mengedukasi masyarakat pada sampah, soalnya pada banyak yang lalai. Iya, soal sampah pertama kan. Saya nggak suka tuh ada sampah buang sembarangan, saya nggak suka. Ya kan baunya juga nggak enak," kata Fauzan.

Berdaarkan pantauan detikTravel, papan informasi resmi di lokasi tersebut menunjukkan bahwa Dinas Sumber Daya Air telah memberlakukan sejumlah peraturan ketat, termasuk larangan berjualan di jalan sesuai Perda No. 8 Th 2007, berenang, dan penggunaan kendaraan bermotor di dalam kawasan RLS Brigif, serta larangan membuang sampah sembarangan.

Waduk seluas 10 hektare ini menampilkan potensi Jakarta yang tak lekang oleh waktu dalam menghadirkan ruang terbuka yang menarik. Meskipun demikian, perpaduan antara kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dan peningkatan fasilitas dari pemerintah sangatlah penting untuk memastikan kenyamanan kawasan ini tetap terjaga.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads