Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Mar 2016 11:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Benteng Kastela, Saksi Bisu Kebangkitan Rakyat Ternate

Slamet Dhul Fadli
d'travelers
Foto 1 dari 3
Area Benteng Kastela
Area Benteng Kastela
detikTravel Community - Laskar Gerhana tidak hanya menikmati fenomena alam gerhana matahari total di Ternate. Di sana, Laskar Gerhana juga diajak ke Benteng Kastela tempatnya saksi bisu kebangkitan rakyat Ternate melawan penjajah Belanda.

Ternate merupakan sebuah kota yang menawarkan berjuta keindahan dengan pesona alam yang sayang untuk dilewatkan. Terletak di kaki Gunung Gamalama, Kota Ternate sangat menarik untuk dikunjungi terutama untuk para traveler yang suka dengan panorama alam. Kota ini juga memiliki beragam budaya unik seperti tari-tarian dan kuliner khas. Setiap harinya banyak wisatawan hilir mudik ke daerah yang memiliki julukan surga di timur indonesia. Tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan yang berasal dari mancanegara berkunjung ke Ternate.

Dahulu, Ternate merupakan area yang diperebutkan oleh para penjajah, mulai dari Portugis, Spanyol hingga Belanda. Mereka ingin menguasai kota penghasil rempah-rempah terbaik didunia. Hingga pada abad ke-16 terjadilah suatu peristiwa yang menjadi momen bersejarah bagi rakyat Ternate. Momen perlawanan rakyat ternate terhadap penjajah Portugis yang berambisi memonopoli perdagangan rempah-rempah di sana.

Benteng Kastela, adalah saksi bisu kejadian tewasnya Sultan Khairun, Raja Kesultanan Ternate. Di benteng inilah sultan dibunuh oleh pemimpin Portugis kala itu, Antonio Pimental pada 28 Februari 1570. Peristiwa itu bermula ketika Portugis menawarkan perundingan perdamaian kepada Sultan Khairun. Karena sifat sultan yang cinta dengan perdamaian akhirnya beliau menerima tawaran perundingan perdamaian itu.

Sesampainya ditempat perundingan, sultan justru dibunuh oleh portugis. Kejadian ini membuat rakyat Ternate marah, mereka melakukan perlawanan besar-besaran terhadap Portugis. Sultan Baabullah, putra mahkota yang kemudian diangkat menjadi sultan, memimpin rakyat Ternate untuk mengepung benteng kastela yang menjadi tempat persembunyian Portugis. Selama 5 tahun orang-orang Portugis yang berada di dalam benteng terkurung. Sultan Baabullah menghentikan pasokan makanan ke dalam benteng. Hal ini mengakibatkan orang Portugis yang ada di dalam benteng akhirnya mati kelaparan.

Dengan taktik embargo yang dibuat oleh Sultan Baabullah akhirnya membuat Portugis angkat kaki dari wilayah kesultanan ternate. Benteng yang menjadi tempat persembunyian portugis itu masih ada hingga sekarang. Situsnya masih terjaga dengan baik, dan dilestarikan oleh warga sekitar. Benteng-benteng peninggalan portugis yang lain juga masih kokoh berdiri di sekitar kota Ternate, salah satunya adalah Benteng Kalamata. Kehadiran benteng ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk meneliti sejarah berdirinya kota Ternate.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED