Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Jul 2017 11:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Traveling Seharian di Sekitar Makassar, Begini Caranya

Widi Arini
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Benteng Rotterdam yang merupakan peninggalan Kerajaan Gowa
Benteng Rotterdam yang merupakan peninggalan Kerajaan Gowa
detikTravel Community - Liburan sekolah bisa diisi dengan jalan-jalan asyik di Makassar dan sekitarnya. Ada banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi.

Makassar yang berjuluk Kota Anging Mamiri ini memiliki potensi wisata yang tak perlu diragukan lagi. Mulai dari wisata alam, budaya, kuliner dan lain sebagainya. Salah satu ikonnya adalah Pantai Losari yang terletak tak jauh dari Bandara Internasional Hasanudin.

Di sini kita bisa berfoto dengan latar belakang tulisan Pantai Losari atau tulisan lain yang banyak tersebar di sepanjang pantai. Puas berfoto kita bisa sarapan di sekitar Pantai Losari, dari mulai makanan ringan seperti kue-kue basah hingga makanan berat.

Selesai sarapan, saatnya kita berkunjung ke Benteng Rotterdam yang berada tak jauh dari Pantai Losari, hanya kurang lebih 15 menit berjalan kaki. Benteng Rotterdam ini dibangun pada abad ke-17 peninggalan dari kerajaan Gowa. Awalnya bernama Benteng Ujung Pandang dan kemudian berganti nama setelah jatuh ke tangan Belanda.

Keunikan dari benteng ini adalah bila dilihat dari atas maka akan berbentuk seperti penyu. Di dalam benteng ada Museum La Galigo yang menyimpan koleksi kebudayaan Sulawesi Selatan dari zaman prasejarah. Masuk ke Benteng Rotterdam tidak ada tiket namun kita memberi sumbangan seikhlasnya.

Setelah berwisata sejarah di Benteng Rotterdam, selanjutnya kita akan berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaurung yang terletak di antara Kabupaten Maros dan Pangkep. Untuk mencapai ke sini dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit sampai satu jam berkendaraan dari pantai Losari.

TN Bantimurung ini terkenal sebagai kerajaan kupu-kupu karena di sini terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu, bahkan beberapa di antaranya merupakan spesies unik yang hanya ditemukan di Sulawesi Selatan. Di TN Bantimurung ini kita disuguhkan berbagai wisata alam seperti perbukitan karst, air terjun bantimurung, kolam mata air alami, danau, gua dan lain sebagainya. Untuk masuk ke sini pengunjung akan dikenakan biaya.

Puas bermain di Taman Nasional Bantimurung Bulusaurung, kita bisa langsung ke tempat wisata prasejarah Leang-leang yang masih terletak di dalam Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Leang-leang yang berarti gua atau lubang dalam bahasa setempat ini menawarkan wisata napak tilas kehidupan manusia purba yang hidup di zaman prasejarah.

Di sini banyak terdapat ratusan gua yang tersebar di sepanjang perbukitan karst. Yang terkenal adalah Leang Pettakere dan Leang Pettae karena di keduanya ditemukan banyak lukisan prasejarah berupa telapak tangan, gambar binatang babi rusa, mata panah dan alat serpih bilah.

Lukisan prasejarah tersebut menceritakan kehidupan sosial masyarakat zaman dahulu. Selain napak tilas prasejarah, di sini pengunjung juga bisa mengunjungi stone garden yakni sebuah taman yang di dalamnya terdapat banyak batu-batu yang seolah-olah tumbuh dari dalam tanah. Biasanya pengunjung banyak memanfaatkan untuk sesi pengambilan gambar karena tempatnya yang instagramable.

Rute selanjutnya pengunjung bisa mengunjungi desa wisata Rammang-rammang di Kabupaten Maros. Rammang-rammang adalah sebuah tempat di gugusan perbukitan kapur Maros dan Pangkep. Di sini kita bisa berkunjung ke Desa Sanlerang yang terkenal dengan alamnya yang indah.

Desa Sanlerang hanya bisa dilalui dengan perahu, dengan lama tempuh 20 menit dari dermaga awal. Jika ingin mengunjungi desa ini kita harus menyewa perahu dari penduduk setempat, harga sewanya kurang lebih Rp 300 ribu tergantung dari besar kecilnya perahu.

Sepanjang perjalanan menuju Desa Sanlerang, kita akan disuguhi pemandangan cantik di sepanjang sungai yakni deretan daun nipah dan hamparan bukit karst. Sampai di desa ini kita akan dibuat terpesona oleh keindahan desa yang dikelilingi perbukitan karst yang menjulang tinggi.

Bukit karst ini merupakan yang terbesar kedua setelah China. Sayang, kabarnya perbukitan karst ini akan segera menghilang karena ditambang sebagai bahan baku pembuatan semen. Jika bukit karst ini menghilang bisa dipastikan alam di Rammang-rammang ini akan rusak dan menurunkan minat wisatawan berkunjung ke sini.

Terakhir kita kembali ke Pantai Losari untuk menutup wisata seharian di Makassar ini sambil menikmati suasana malam di sana, ditemani dengan berbagai kuliner khas Makassar seperti pisang epe, es pisang hijau, es palubutung, wedang saraba dan masih banyak lainnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED