Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Sep 2018 15:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Penelusuran Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar

Agus Paryanto
d'travelers
Foto 1 dari 5
lumbung padi
lumbung padi
detikTravel Community - Suku Baduy di Banten terbagi menjadi dua. Ada suku Baduy Dalam dan suku Baduy Luar, mari mengenali mereka lebih dekat.

Halo teman-teman, saya mau sedikit cerita tentang perjalan saya dan teman-teman kemaren ngetrip ke suku Baduy Luar dan suku Baduy Dalam. Bisa dibilang ini trip dadakan, awalnya saya diajakin temen saya waktu kursus di LPK dulu di Jogja dan entah kenapa saya tertarik ikut ke sana. Setelah hampir 7 tahun tidak ketemu akhirnya ketemu waktu kemarin trip di Baduy.

Di daalm kepala saya masih bertanya-tanya sebenernya seperti apa sih kehidupan suku Baduyitu?

Orang Baduy bisa juga disebut sebagai orang Kanekes ya, terletak di Kab Lebak Banten. Suku Baduy itu ada 2 yaitu suku Baduy Luar dan suku Baduy dalam. Mereka mempunyai fungsi dan tugasnya masing-masing.

Perbedaan paling mendasar dari kedua suku ini adalah dlm menjalankan pitukuh/aturan adat istiadat pelaksanannya. Jika Baduy Dalam masih memegang teguh adat dan menjalankan aturan adat dengan baik, sebaliknya tidak dengan saudatanya suku Baduy Luar.

Masyarakat suku Baduy Luar sudah terkontaminasi dengan budaya luar/modern. Penggunaan barang elektronik dan sabun diperkenankan ketua adat yang disebut Jaro untuk menopang aktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, Baduy Luar juga menerima tamu yang berasal dari luar Indonesia, mereka diperbolehkan mengunjungi hingga menginap di salah satu rumah warga Baduy Luar.

Perbedaan lainnya terlihat dari cara berpakaian yang dikenakan. Pakaian adat atau baju dalam keseharian Baduy Luar tersirat dalam balutan warna putih yang mendominasi, kadang hanya bagian celananya saja bewarna hitam ataupun biru tua.
Warna putih melambangkan kesucian dan budaya yang tidak terpengaruh dari luar. Beda dengan Baduy Luar yang menggunakan baju serba hitam atau biru tua saat melakukan aktivitas.

Baduy Dalam memiliki tiga kampung yang bertugas mengakomodir kebutuhan dasar yang diperlukan semua masyarakat Suku Baduy. Tugas ini dipimpin oleh Pu'un selaku ketua adat tertinggi dibantu dengan Jaro sebagai wakilnya. Kampung Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo adalah tiga kampung tempat Suku Baduy tinggal, sedangkan kelompok masyarakat Baduy Luar tinggal di 50 kampung lainnya yang berada di bukit-bukit Gunung Kendeng.

Inti dar perjalanan kemaren itu ke Baduy Dalam ya guys!

Kita bertemu di Stasiun Rangkas Bitung. Setelah semuanya berkumpul barulah kita naik travel yg sudah kita sewa. Perjalanan sekitar 3 jam menuju Kampung Cijahe dan betemu dengan tour guide kita dari Baduy Luar.

Setelah sampai di Cijahe, istirahat sebentar barulah kita mulai naik gunung dengan perjalanan sekitar 1,5 jam. Itu khusus orang Baduy, tp kemaren kita hampir 2 jam.

Sebuah perjalan yg menurut saya sangat menyenangkan. Yang tadinya kenal satu orang jadi kenal semuanya. Dan yg bikin saya takjub ada salah satu ibu-ibu yang sudah 53 tahun gabung masih berjiwa muda dan sangat bersemangat.

Sampai akhirnya tiba d Baduy Dalam, di sana seperti kembali ke masa lampau. Benar-benar jauh dari dunia teknologi, tidak ada listrik apalagi sinyal handphone. Penerangan hanya mengunakan lampu api dari minyak goreng. Tempatnya juga bersih sampai nyamuk pun tidak ada di sana. Sebelah kanan kirinya itu hutan. Tinggal naik dikit sudah ke hutan lindung. Tapi kita tidak boleh ke hutan lindung karna masih banyak hewan liarnya.

Oh iya, di suku Baduy Dalam kita tidak boleh ngambil foto ya. Jadi foto ini saya ambil dari Baduy Luar. Selain itu, disana juga dilarang mandi pake sabun dan  shampo/odol. Mandinya tinggal nyebur saja di sungai

Setelah selesai ishoma barulah kita quality time bareng mereka. Ada satu lagi nih masalah pernikahan di sana, jadi mereka dari umur 10 tahun sudah dijodohin. Banyak yang nikah muda. Jadi jangan heran umur 14 tahun di sana sudah gendong anak.

Habis itu lanjut tidur deh persiapan energi besok paginya ke Baduy Luar. Perjalanan ke Baduy Luar sekitar 4 jam.

Sebuah perjalanan yang menyenangkan di sana kita disambut dengan baik oleh mereka. Terima kasih orang baik, semoga kita selalu bertemu dengan orang baik ya. Mudah-mudahanan suatu saat nanti kita bisa main lagi ke sana.

Mungkin sedikit tulisan saya ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Kalo ada salah kata mohon maaf dan boleh kasih saran ke kolom komentar ya. Terimakasih dan salam hangat.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA