Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Sep 2018 13:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Eloknya Sumba Tak Ada Dua

Triyani_agustina
d'travelers
Foto 1 dari 5
Khasnya bangunan rumah di Kampung Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya, Sumba.
Khasnya bangunan rumah di Kampung Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya, Sumba.
detikTravel Community - Sumba harus jadi destinasi liburan kamu selanjutnya. Eloknya Sumba memang tiada dua dan tak ada bandingannya di Indonesia.

Mendapatkan kesempatan untuk pergi berlibur ke Sumba dalam rangka Ulang Tahun Tiket.com yang bekerjasama dengan detikTravel adalah suatu pengalaman yang luar biasa untuk saya dan 11 orang lainnya.

Perkenalkan, saya salah seorang dari 12 orang yang memiliki unsur nama Agus. Kami berbeda domisili dan kami tidak kenal satu sama lain, tapi kami memiliki cerita yang sangat luar biasa yang kami bawa dari Sumba.

Sumba adalah pulau yang berada di Indonesia bagian timur tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Sumba pada saat ini terbagi menjadi 4 bagian, di antaranya Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur.

Dimulai dari Bandara Soekarno Hatta dan mendarat di Bandara Tambolaka Sumba Barat Daya, kami memulai perjalanan yang sangat luar biasa. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Sumba, mungkin ini bisa jadi referensi kalian.

Di Sumba, kami mengunjungi 2 kampung adat di antaranya kampung Ratenggaro dan Kampung Praijing untuk berinteraksi dengan warga lokal. Kedua kampung adat ini memiliki kesamaan, hanya berbeda di letak wilayah. Kampung adat Ratenggaro ada di sebelah barat Sumba Barat Daya sedangkan kampung Adat Praijing ada di Sumba Barat.

Di Kampung Ratenggaro kami disambut dengan puluhan anak kecil yang senang dengan kedatangan kami. Di sana keluarga masih sangat sederhana dengan lingkungan tepat memiliki view pantai dari atas yang sangat indah. Pantai itu bernama Pantai Pero.

Kampung ini selalu dijadikan destinasi wisata oleh para turis lokal maupun mancanegara. Di sana kami disambut dengan bangunan unik yang menjadi tempat tinggal mereka (Uma Kelada), rumah yang beratapkan bahan dasar jerami dengan diameter tinggi mencapai 15 meter tergantung dari status sosial mereka sendiri. Rumah yang memiliki atap paling tinggi merupakan rumah dari kepala adat.

Dari setiap rumah terdiri dari 4 tingkatan yang dimana tingkatan pertama biasanya mereka gunakan untuk tempat tinggal hewan peliharaan mereka, tingkatan kedua mereka pakai untuk kegiatan sehari-hari, tingkatan ketiga mereka pakai untuk menyimpan hasil panen dan tingkatan yang paling tinggi mereka pakai untuk menyimpan barang keramat.

Itulah ciri khas kampung adat di Sumba dengan berbagai kain tenun ikatnya. Kain tersebut menjadi suatu kebanggaan untuk mereka, selain menjadi salah satu faktor yang menunjang pemasukan bagi kampung adat. Mereka selalu senang juga saat kain tersebut bisa digunakan oleh turis lokal dan bahkan terkenal smapai mancanegara.

Proses pembuatan kain bisa sampai 1 bulan dengan kisaran harga yang bervariasi, dinilai dari ukuran dan motif yang dibuat. Itulah kampung adat di Sumba, dengan puluhan anak kecil yang menjajakkan hasil kerajinan seperti kalung, dan aksesoris lainnya. Mereka selalu terlihat kompak dan damai dengan keramaian yang dimiliki oleh anak-anak kecil di sana.

Jangan salah, soal pendidikan mereka selalu mengutamakan sama halnya dengan kampung lain. Di sini ada beberapa anak yang pergi keluar kota untuk berkuliah seperti ke Jogjakarta, Semarang, dan sebagainya, dengan harapan kehidupan mereka akan lebih baik bila mereka mengimbangi dengan pendidikan yang baik pula.

Kami kagum dengan semangat mereka, dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, dengan perhatian yang kurang, mereka selalu memperlihatkan rasa bersyukur dan rasa cukup dalam menjalani kehidupan.

Bukan hanya Kampung Adat, di Sumba tidak boleh tertinggal untuk mengunjungi pantai-pantainya. Di sana kami sangat menikmati indahnya Pantai Pero, pantai yang tidak jauh dari kampung adat Ratenggaro yang memiliki banyak sekali karang yang cantik dengan suasana pantai yang indah dan sangatlah bersih.

Bukan hanya kami, warga lokal pun selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar menikmati keindahan dan bersahaja dengan lingkungan sekitarnya. Kami menghabiskan waktu di pantai itu dengan banyak mengabadikan foto terbaik kami sama halnya dengan yang kami lakukan di Tanjung Mareha.

Tanjung Mareha merupakan bukit tinggi dengan view Pantai Bwana yang sangat indah. Pantai bwana memiliki ciri khas yaitu ia memiliki tebing berbentuk cincin yang sering sekali dijadikan spot foto oleh para turis.

Namun karena pada saat itu kami sampai pada pagi hari, Pantai Bwana sedang mengalami pasang sehingga kami hanya bisa menikmati pemamandangan dan deburan ombak dari atas bukit saja, namun itu sama sekali tidak mengurangi rasa bangga kami terhadap apa yang dimiliki Sumba Barat Daya.

Selanjutnya kami mengunjungi Danau Weekuri. Di sana kita melihat danau yang sangat indah yang terbentuk dari air pantai yang masuk ke wilayah tersebut hingga pada saat ini danau tersebut menjadi salah satu destinasi Sumba Barat Daya yang wajib untuk dikunjungi.

Karena para wisatawan bukan hanya bisa menikmati tebing tinggi dengan view pantai dan danau indah namun mereka pun bisa berenang didukung oleh papan loncat, sehingga kalian siapapun itu pasti akan sangat menikmati suasana di Danau Weekuri Dengan air yang tak usah ditanya lagi kebersihannya.

Selain danau ini, kalian bisa berenang di air terjun Lapopu dan air terjun Waimarang. Untuk mencapai lokasi tersebut, kalian harus treking terlebih dahulu. Dengan perbedaan jarak air terjun Waimarang lebih jauh bisa dicapai kurang lebih 30 menit perjalanan menyusuri hutan.

Air terjun Waimarang memiliki dinding yang sangat unik seperti telah memiliki pahatan-pahatan yang sengaja dibuat sehingga membentuk dinding yang sangat cantik semakin memperindah suasana air tejun tersebut. Ditambah kondisi air yang dimiliki sangatlah jernih.

Bila ingin menikmati betapa indah dan menakjubkannya pemandangan di Sumba, kalian bisa pergi ke Bukit Wairinding dan Savana Purukambera, dengan perjalanan yang lumayan jauh, tapi semua itu terbayar setelah melihat keindahan barisan bukit Wairinding ini.

Bukit ini sudah menjadi maskotnya destinasi wisata Sumba Timur. Orang rama-ramai mengabadikan foto dengan berbalut kain asli sumba di Bukit Wairinding ini.

Banyak sekali spot foto yang digunakan oleh turis yang bisa dikunjungi dari ujung ke ujung. Di sini kita mendapatkan sunset yang sangat indah. Kami bahagia dengan pemandangan luar biasa yang diberikan Bukit Wairinding.

Berbeda dengan Savana Purukambera, selama perjalanan ke sana, kami banyak sekali melihat hewan-hewan liar seperti sapi, kuda, yang sekedar menyebrang jalan dan itu menjadi salah satu spot indah bagi para fotografer untuk menambah koleksinya karena sapanjang jalan Sumba kami bisa mengabadikan foto-foto terbaik kami.

Selanjutnya kami pergi ke pusat pembelian kain tenun Kampung Kallu. Di sana banyak pengrajin rumahan yang memamerkan kain-kainnya untuk dijual dengan harga yang bervariatif, dan tentunya berbagai motif yang sangat indah.

Kain tenun tersebut selain dijadikan souvenir Sumba, juga dibuat untuk melestarikan budaya mereka karena kain tenun di sana selalu dijadikan sebagai salah satu sarana adat dan persembahan dalam beberapa acara adat baik itu sebagai bentuk pemberian atau hadiah, simbol adat, ataupun sekedar makna hiasan tenun tradisional yang menggambarkan status sosial sang pengrajin.

Salah satu bagian terpenting tanah Sumba adalah menikmati indahnya sunset di Pantai Walakiri, pantai yang menjadi mascot dengan mengabadikan foto tepat di pinggir pohon-pohon yang menghadap ke arah matahari terbenam.

Lokasi tersebut seringkali dikunjungi wisatawan. Memang hasil foto kalian di sini tidak akan pernah mengecewakan. Sumba, pulau yang patut menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi dengan segala history yang dimiliki.

Mulai dari rumah adat, kepercayan yang mereka anut, hewan-hewan liar yang memaniskan perjalanan kalian, savana-savana luas yang membuat kalian sangat takjub, pantai, danau, air tejun, bukit, dan sunset yang membuat liburan kalian menjadi sangat luar biasa.

Terimakasih, Surga di indonesia Timur, Sumba.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA