10 Tradisi Sambut Ramadan di Indonesia: Ada Meugang hingga Dugderan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Tradisi Sambut Ramadan di Indonesia: Ada Meugang hingga Dugderan

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Kamis, 19 Feb 2026 18:11 WIB
Suasana pembagian kue ganjel rel pada saat tradisi Dugderan di Masjid Agung, Kota Semarang, Jumat (28/2/2025).
Tradisi Dugderan menyambut bulan Ramadan (Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Jakarta -

Bulan Ramadan tahun 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Kedatangan bulan suci ini disambut oleh beragam tradisi di Tanah Air, dari meugang hingga dugderan.

Berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dilakukan Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa (17/2), awal bulan Ramadan jatuh pada Kamis (19/1) ini.

Indonesia dengan keberagaman umat Islam yang besar memiliki suasana khas menjelang datangnya bulan Ramadan. Masjid dan mushola mulai dibersihkan, pasar tradisional semakin ramai, dan tradisi masyarakat menjadi momen yang ditunggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi menyambut Ramadan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk rasa syukur sekaligus persiapan spiritual sebelum menjalankan ibadah puasa.

Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi menyambut Ramadan hadir dengan nama dan cara yang berbeda. Berikut sejumlah tradisi menyambut bulan suci Ramadhan di berbagai daerah di Indonesia:

ADVERTISEMENT

1. Meugang

Melansir informasi dari Antara, Rabu (18/2), Meugang merupakan tradisi menyambut Ramadan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Meugang dilakukan dengan memasak dan menyantap daging sapi atau kerbau bersama keluarga dan tetangga sebagai ungkapan rasa syukur dan membangun kebersamaan.

2. Pukul Sapu

Pukul Sapu merupakan tradisi menyambut Ramadan yang dilakukan oleh masyarakat dari Maluku. Kegiatan Pukul Sapu berupa proses pembersihan desa dengan menggunakan sapu yang dipukul-pukul di tanah sembari berdzikir. Hal ini dipercaya dapat mengusir energi negatif dan pensucian lingkungan.

3. Marpangir

Marpangir merupakan tradisi mandi menggunakan rempah-rempah yang dilakukan oleh masyarakat dari Sumatera Utara. Biasanya masyarakat akan mandi menggunakan jeruk purut, pandan, dan berbagai akar tanaman sungai sebagai simbol pembersihan diri agar siap menjalani ibadah puasa dengan jiwa yang bersih dan suci.

4. Malamang

Malamang merupakan tradisi masyarakat Sumatera Barat dengan memasak lemang atau beras ketan di dalam bambu bersama keluarga dan tetangga yang bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun semangat berbagi untuk memohon pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

5. Nyorong

Nyorong merupakan tradisi mengantar makanan dari satu keluarga kepada keluarga yang lebih tua atau kepada tetangga sekitar. Kegiatan ini dilakukan menjelang masuk bulan suci Ramadan. Nyorong biasa dilakukan oleh warga Jakarta atau suku Betawi yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan berbagi rezeki.

6. Mattunu Solong

Dalam menyambut Ramadan masyarakat Sulawesi Barat melakukan Mattunu Solong yaitu kegiatan menyalakan pelita dari buah kemiri yang dibalut kapuk dan bambu di halaman rumah yang bertujuan sebagai simbol meminta keberkahan untuk menunaikan ibadah puasa dengan lancar.

7. Padusan

Melansir arsip informasi detikJateng, padusan merupakan tradisi menjelang Ramadan dari masyarakat Klaten, Boyolali, Salatiga, dan Yogyakarta. Kegiatan Padusan berupa upacara berendam atau mandi di sumur atau tempat-tempat keramat sebagai bentuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang dilakukan.

8. Dugderan

Dugderan secara bahasa berasal dari kata "Dug" dan "Der." Kata "Dug" sendiri merujuk pada suara bedug masjid yang ditabuh, sedangkan kata "Der" merujuk pada suara dentuman meriam yang dinyalakan. Kegiatan Dugderan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Semarang, Jawa Tengah yang dilakukan dengan arak-arakan dengan tabuhan bedug dan meriam atau obor.

9. Balimau

Melansir situs Universitas Insan Cita Indonesia, Balimau merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat dengan melakukan pemandian suci dengan jeruk nipis di sungai atau tempat pemandian suci sebagai bentuk pensucian diri lahir batin dari segala bentuk dosa dan hal negatif.

10. Ziarah Kubro

Tradisi ziarah kubro merupakan agenda tahunan bagi masyarakat muslim di Indonesia, terutama masyarakat di Palembang. Tradisi ini diartikan sebagai ziarah kubur ke makam para ulama yang khusus dilakukan oleh kaum laki-laki.

Kegiatan ziarah ini biasanya dipenuhi masyarakat menggunakan baju putih dan pawai menuju sejumlah titik ziarah di Palembang. Nah, itulah sejumlah tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Marhaban ya Ramadan traveler!



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads