Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Nov 2018 14:27 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menguji Keberanian di Pantai Timang

Jetrani Reza Dias
d'travelers
Foto 1 dari 3
Menyeberangi jembatan di Pantai Timang
Menyeberangi jembatan di Pantai Timang
detikTravel Community - Mau wisata anti mainstream di Yogyakarta? Pantai Timang ini bisa jadi pilihan. Kapan lagi berwisata sekaligus uji keberanian.

Yogyakarta terkenal akan kekayaan wisatanya, mulai dari wisata alam, budaya, religi, kuliner, hingga wisata adrenalin. Salah satu tempat wisata yang cukup populer adalah wisata adrenalin di Pantai Timang.

Pantai yang terletak diantara Pantai Siung dan Pantai Sundak ini sama seperti pantai-pantai lain di kawasan Gunungkidul, memiliki pasir yang putih. Namun wisata utamanya adalah karang di tengah laut yang disebut Pulau Timang, yang hanya bisa ditempuh dengan menaiki gondola (kereta gantung) atau jembatan yang terbentang diatas batu karang dan langsung diatas lautan.

Pantai Timang terletak di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, kecamatan Tepus, Kabupaten. Gunungkidul. Jaraknya sekitar 60 km dari pusat kota Yogyakarta, bisa ditempuh dalam waktu  2 jam perjalanan.

Jalanan menuju ke lokasi sudah mampu dilalui kendaraan roda 4. Meski demikian, ketika memasuki kawasan pantai wisatawan harus ekstra hati-hati karena jalanan masih berupa tanah dan bebatuan yang sesekali diselingi cor beton.

Tarif yang dikenakan jika naik jembatan adalah Rp 100.000,00 PP, sudah termasuk asuransi dan 1 orang pemandu. Sedang tarif gondola adalah Rp 150.000,00 PP termasuk asuransi.

Wisatawan tinggal memilih yang mana karena keduanya menawarkan sensasi yang berbeda. Baik gondola dan jembatan di Pantai Timang ini dibuat menggunakan tali tambang karena dirasa lebih kuat dalam menghadapi air laut yang bersifat korosif. Tentunya lebih aman dan juga awet dibanding menggunakan sling yang terbuat dari besi/ baja.

Pulau Timang sendiri disebut sebagai tempat terbaik untuk mencari hasil laut terutama lobster. Hasil laut inilah yang memiliki nilai jual sangat tinggi, sehingga membuat mayarakat setempat rela bersusah payah dan berjuang untuk menuju ke sana dengan medan berbahaya.

Bagaimana, menarik bukan? Nah bagi wisatawan yang berasal dari luar kota yang ingin ke lokasi ini, tak perlu khawatir akan akses ke lokasi ini. Aku yang saat ini tinggal di Jakarta bersama suami, berangkat ke kota Yogyakarta menggunakan kereta.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA