Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Sep 2018 11:01 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan Singkat di Kendari, Ke Mana Saja Ya?

Katia Shiffana
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pemandangan Air Terjun Moramo, tempat mandinya para bidadari.
Pemandangan Air Terjun Moramo, tempat mandinya para bidadari.
detikTravel Community - Mulai dari air terjun tempat mandi para bidadari, sampai pulau cantik tak berpenghuni bagai milik pribadi ada di Kendari. Mau coba?

Untuk kabur dari kemacetan Kota Jakarta, kali ini saya memilih Sulawesi Tenggara sebagai tujuan pelarian saya. Jika kamu pencinta alam dan pantai, dijamin kamu akan jatuh cinta seketika dengan pesona dan keindahan Sulawesi Tenggara yang tak ada habisnya. Rasanya lupa seketika dengan hingar bingarnya Jakarta. Setelah 4 jam perjalanan dari Jakarta, kami mendarat di Bandara Haluoleo Kendari pada sore hari, dan langsung menuju Plaza Inn by Horison, tempat kami menginap untuk 3 malam kedepan. Karena tempat wisata di Kendari yang jauh-jauh, untuk berpergian, paling mudah memang dengan sewa mobil. Harga sewa perharinya 350rb-500rb sudah termasuk supir.

Mulailah pagi hari anda di Air Terjun Moramo, yang berada di Suaka Alam Tanjung Peropa di wilayah Desa Sumber Sari. Kira-kira perjalanan kesana menggunakan mobil akan memakan waktu 1 setengah jam dari tengah kota. Kecantikkan Air Terjun Moramo akan membuat siapapun yang melihatnya jatuh cinta. Moramo punya keunikkannya sendiri, yaitu kolamnya yang bertingkat-tingkat. Airnya mengalir ke 7 tingkatan utama. Tak usah takut jatuh saat memanjat batu-batu air terjunnya, karena batunya tidak licin. Moramo berada di daerah batuan kapur sehingga lumut tak bisa tumbuh. Untuk menuju ke air terjunnya, harus trekking ke atas kurang lebih jaraknya 1.2 meter. Dijamin anda akan menikmati perjalanannya, karena suasananya yang tenang, sambil melewati pohon-pohon rindang, kolam-kolam kecil yang indah, mendengar suara kicauan burung dan sesekali kupu-kupu yang lewat, ditambah udaranya yang sejuk banget, pokoknya cocok buat refreshing. Kalau mau kesini memang enaknya pagi-pagi, supaya bisa sekalian olahraga! Terus sampai atas bisa langsung byurr, langsung segar badan rasanya. Konon katanya, dulu air terjun ini dipercaya sebagai tempat mandi para bidadari yang turun dari khayangan, lho.

Untuk makan siang, kami menuju ke Kampoeng Empang, salah satu restoran terkenal yang menyediakan berbagai macam ikan segar. Katanya, belum ke Kendari kalau belum mencicipi seafood nya. Jangan lupa untuk mencoba sagu, makanan pokok khas Sulawesi, yang dinikmati dengan sup sayur atau sup ikan.

Pada sore hari sekitar jam 3 sore, kami menuju dermaga untuk menyebrang ke Pulau Bokori yang tidak jauh letaknya, hanya sekitar 20 menit dari Kota Kendari. Untuk menyebrang ke Pulau Bokori, bisa melalui kampung Bajo. Akan selalu ada kapal disana. Karena kami hanya berdua, kami dikenakan biaya Rp 100.000 per orangnya. Katanya kalau penumpangnya banyak, bisa hemat sampai Rp15.000 per orang lho! Pulau Bokori ternyata sangat kecil. Tampaknya pulau ini sudah lumayan touristy, sudah banyak cottage, pengunjung, dan warung. Para pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti watersports, snorkeling, atau hanya sekedar berenang dan bersantai di pantai. Bahkan, ada juga yang foto pre-wedding! Tadinya kami berencana menginap semalam. Tapi setelah tanya-tanya disana, kami diberi harga 1 juta per malam untuk menginap di cottage nya. Mahal yaa… Akhirnya, kami pun hanya gelar tiker, dan duduk-duduk di pantai sambil menunggu sunset. Ketika sedang duduk-duduk, mas-mas yang tadi memberi kami harga 1 juta, mendatangi kami katanya mau kasih diskon jadi 500 ribu. Yee…Telat mas, udah gelap! Maka kami menolak tawaran abangnya dan pulang ke Kendari, dijemput dengan bapak yang sebelumnya mengantar kami.

Keesokan harinya, kami pergi ke Pulau Senja yang jaraknya sekitar 50m dari Kendari. Untuk ke Pulau Senja, bisa melalui Dermaga Wawatoe, disitu ada beberapa nelayan yang nongkrong. Supir kami saat itu, Mas Kris, ikut dengan kami. Jadi untuk bertiga kami terkena biaya Rp.250,000 pulang pergi, dan masnya juga akan menunggu di pulaunya.  Ternyata, belum banyak yang tau tentang keberadaan pulau kecil eksotis ini. Ketika sampai disana, kami terkejut karena tidak ada orang sama sekali! Rasanya seperti berada di pulau pribadi! Airnya yang biru kehijauan membuat kami tak sabar untuk cepat-cepat berenang di dalamnya. Pasir putihnya yang halus, airnya yang jernih, dan ombaknya yang tenang membuat kami merasa berada di surga tersembunyi. Terlihat juga gerombolan batu karang yang indah dari kejauhan. Pulau Senja akan membuat siapapun yang singgah jatuh cinta seketika.

Setelah mengunjungi Kendari, saya semakin bangga menjadi orang Indonesia. Indonesia memiliki 17,000 pulau cantik nan eksotis yang tak akan ada habisanya untuk dikunjungi. Jangan cuma tau Bali saja! Tunggu apa lagi, beli tiketmu ke Kendari sekarang juga!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED