Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Okt 2018 12:02 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Banyu Anjlok, Wisata Air terjun Sekaligus Pantai

Ilham Firdaus
d'travelers
Foto 1 dari 5
banyu anjlok
banyu anjlok
detikTravel Community - Ke pantai, tidak cuma bersantai. Banyak lho hal seru yang bisa dilakukan.

Ketika ingin jalan-jalan ke air terjun, namun di sisi lain ada juga keinginan mlipir ke pantai, semua itu dapat terwujud di Banyu Anjlok. Sebab kita dapat menyambangi air terjun dan pantai di satu spot yang sama!

Ada yang senang traveling ke air terjun? Atau ada yang gemar jalan-jalan ke pantai? Kalau suka keduanya, cobain deh sensasi air terjun sekaligus pantai di Banyu Anjlok, dijamin ngga nyesel!

Berbicara soal air terjun yang nyebur ke laut memang keberadaannya cukup langka. Di Indonesia sendiri hanya ada beberapa saja yang telah diketahui, yang cukup tenar diantaranya adalah Banyu Tibo di Paciran, Air Terjun Toroan di Madura serta Banyu Anjlok di Malang.

Seperti pantai-pantai lain di Malang, Banyu Anjlok letaknya cukup jauh dari pusat kota. Tepatnya berada di Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo, Kab. Malang. Butuh waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena sulit jika mengandalkan angkutan umum. Dari Kota Malang, rute yang ditempuh dengan mengikuti arah ke Turen Dampit Tirtoyudo. Kalau sudah berada di Desa Purwodadi, ada dua opsi untuk menuju Pantai Banyu Anjlok.

Yang pertama adalah dengan menyewa perahu di Pantai Lenggoksono. Opsi ini khususnya diperuntukkan bagi yang membawa kendaraan roda 4, sebab jalurnya yang tidak memungkinkan dilewati oleh mobil. Selain itu jika memilih naik perahu, bukan cuma Banyu Anjlok yang dikunjungi, melainkan beberapa spot lainnya seperti Pantai Bolu-bolu dan Teluk Kletakan. Tarif perahu sekitar IDR 400K dengan kapasitas 8 orang. Kemudian opsi kedua bisa berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek jika ingin menghemat waktu. Karena beberapa warga setempat ada yang berprofesi sebagai tukang ojek. Untuk tarifnya sekitar IDR 25K.

Saya bersama 3 orang kawan memilih mengendarai motor hingga ke Banyu Anjlok, karena sejak awal kami berencana untuk berkemah. Ketika itu kami tiba di Banyu Anjlok saat matahari terbenam. Langit sudah gelap. Setelah memarkir motor, kami lantas mencari lapak untuk bermalam. Kami tidak mendirikan tenda di pantainya, melainkan di atas air terjun, di tanah yang cukup datar di dekat sungai. Pantainya tidak memungkinkan jika digunakan untuk mendirikan tenda. Saat kami tiba, air sedang pasang, dan pasang itu membuat pantainya hilang!

Paginya kami terbangun oleh suara ombak yang menubruk bebatuan karang. Matahari sedang beranjak naik dari persemayamannya. Kami bergegas keluar tenda demi berburu sunrise. Untuk menuju ke pantai, kami harus mengikuti aliran sungai hingga ke bibir air terjun. Kemudian kami harus rappelling, turun dengan seutas tali yang sudah terpasang di sana.

Dan.. inilah Banyu Anjlok! Salah satu fenomena alam yang unik. Jika biasanya perpaduan air tawar dan air asin itu di sebuah muara, sedangkan di Banyu Anjlok mempertemukan kedua air tersebut berupa air terjun! Air terjunnya tidak terlalu tinggi, namun cukup lebar. Pantai yang semalam hilang pun kini menampakkan wujudnya, sebab pagi itu air sedang surut. Garis pantainya memang tidak panjang, tapi pasirnya putih dan dihiasi oleh ornamen bebatuan karang yang menambah keeksotisan Pantai Banyu Anjlok.

Pagi itu Banyu Anjlok sungguh menakjubkan. Perpaduan sunrise, pantai dan air terjun membuat pagi kami benar-benar terasa istimewa!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED