Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Okt 2018 15:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bujet Rp 500 Ribu Buat Liburan ke Pulau Menjangan Bali, Bisa!

Jetrani Reza Dias
d'travelers
Foto 1 dari 5
Hampir tiba di Pulau Menjangan, nampak Pura Ganesha berdiri kokoh di tepi tebing
Hampir tiba di Pulau Menjangan, nampak Pura Ganesha berdiri kokoh di tepi tebing
detikTravel Community - Pulau Menjangan di Bali menawarkan keindahan alam di daratan maupun bawa laut. Liburan irit bujet kemari pun bisa lho.

Pulau Menjangan mungkin belum sepopuler Karimunjawa apalagi Derawan, tapi bukan berarti keindahan alam bawah laut di pulau ini dapat dipandang sebelah mata lho d'traveler. Terletak di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana, Bali, kecantikan Pulau Menjangan saat ini semakin diperhitungkan.

Tidak hanya keindahan pantai dan pasir putihnya, banyak orang tertarik datang ke Menjangan karena suasana di pulau tersebut yang masih relatif tenang dan tak banyak wisatawan. Bujet yang dikeluarkan pun masih relatif terjangkau.

Nama Pulau Menjangan berasal dari nama hewan menjangan, sejenis rusa yang banyak terdapat di pulau seluas kurang lebih 175 hektar ini. Ya, di pulau ini traveler dapat berjumpa langsung dengan kawanan menjangan yang dibiarkan hidup bebas di alam liar.

Jangan lupa untuk selalu menyiapkan kamera, karena siapa tahu kawanan menjangan tiba-tiba lewat di depan kalian. Jepretan gambar menjangan dengan latar belakang laut biru maupun semak belukar kering, adalah objek langka yang bisa dijadikan kenangan tak terlupakan.

Letak Pulau Menjangan ini memang berada di Bali. Namun untuk menyebrang ke pulau ini ternyata tidak harus berangkat dari Bali, tapi bisa dari Banyuwangi yaitu dari Pantai Watu Dodol yang letaknya sekitar 6 km dari Pelabuhan Ketapang.

Di Pantai Watu Dodol ini terdapat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menyewakan jasa kapal dan peralatan snorkeling di Menjangan. Banyak juga jasa open trip dengan titik kumpul Bali, Banyuwangi maupun Surabaya.

Biasanya mereka sudah menyiapkan tarif paket berkisar dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per orang dan sudah termasuk sewa kapal wisata 1 hari untuk ke Pulau Menjagan dan Tabuhan, sarapan, makan siang, tiket masuk tempat wisata, dokumentasi termasuk foto underwater, satu set perlengkapan snorkeling, air mineral dan kelapa muda, P3K, serta fee untuk tour leader.

Waktu itu saya memilih ikut open trip seharga Rp 250 ribu. Memang akan lebih mahal jika dibanding liburan sendiri, namun karena saya liburan berlima dan untuk sekali berangkat kapal harus terisi minimal 10 orang, lebih baik kami ikut trip supaya tidak terbebani biaya sewa kapal yang lebih mahal jika hanya dibagi 5 orang.

Jika datang sendirian atau kurang dari 10 orang, jangan khawatir, pihak kapal akan mengusahakan mencarikan tambahan penumpang (jika ada dan mau) hingga seat maksimal kapal terpenuhi.

Di open trip yang saya ikuti, titik kumpul ada di stasiun Banyuwangi Baru. Saya berangkat seorang diri dari Yogyakarta, naik kereta ekonomi Sri Tanjung seharga Rp 94 ribu selama 14 jam, dari Stasiun Lempungan Jogja dengan tujuan Stasiun Banyuwangi Baru.

Kereta berangkat pukul 07.00 pagi dan sampai di Banyuwangi pukul 20.50 malam. Di stasiun saya sudah dijemput oleh rekan yang tadi pagi baru turun dari Kawah Ijen lanjut Baluran. Memang kedua destinasi tersebut termasuk favorit jika ke Situbondo dan Banyuwangi.

Setelah itu kami beristirahat di rumah teman kami yang tak jauh dari stasiun. Traveler juga bisa menyewa homestay yang banyak terdapat di sekitar stasiun atau Pelabuhan Ketapang seharga Rp 150 ribu untuk 2 orang. Atau jika ingin gratis, bisa menumpang di rumah singgah Banyuwangi.

Sekadar informasi, ada teman yang berangkat dari Surabaya menggunakan kereta Mutiara Timur Malam, berangkat jam 10 malam dari Stasiun Gubeng dan sampai di Banyuwangi Baru jam 4.30 pagi. Harga tiketnya paling murah dari Rp 100 ribu. Dari stasiun teman saya naik ojek yang waktu itu seharga Rp 20 ribu.

Pagi hari, kami dijemput untuk menikmati indahnya matahari terbit di tepi Pantai Watu Dodol. Sayang saya tidak berfoto di Patung Gandrung saat itu. Setelah sarapan di warung yang banyak tersedia di tepi pantai, kami pun bersiap untuk menyeberang ke Pulau Menjangan.

Lama perjalanan menggunakan kapal ini normalnya adalah 45 menit hingga 1 jam. Jika tidak mengikuti paket wisata, biaya penyeberangan ke Pulau Menjangan via Watu Dodol ini bervariasi mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung dari besar kapal dan kemampuan menawar.

Pulau Menjangan ini tidak dihuni oleh manusia karena cukup susah mencari sumber air tawar, apalagi saat musim kemarau di mana pulau ini amat gersang, panas dan kering. Pulau ini hanya ramai dikunjungi sebagai tempat wisata dan tempat sembahyang bagi umat Hindu.

Berdasarkan cerita awak kapal dan juga tour leader kami, ada 8 pura atau pelinggih di Pulau Menjangan, yaitu Pura Taman Beji, Pesraman Agung Kebo Iwa (Hyang Brahma Ireng), Pagoda Agung Dewi Kwan Im (Dewi Kemakmuran), Pendopo Ida Bhatara Lingsir Dalem Gajah Mada (Hyang Wisnu Murti), Pura Sang Hyang Siwa Pasupati, Pelinggih Ida Bhatara Lingsir Watu Renggong, Pelinggih Sang Hyang Ganesha yang paling mencolok karena nampak dari tepi laut, dan Pura Segara Giri Dharma Kencana. Jadi selain wisata air, pulau ini juga bisa menjadi destinasi wisata religi.

Untuk wisata air, di Pulau Menjangan wisatawan dapat melakukan berbagai macam olahraga air seperti diving dan snorkeling. Pulau ini memang dikenal dengan wall-diving terbaik di Bali. Wall-diving merupakan salah satu jenis kegiatan menyelam pada kedalaman dengan mengikuti lajur tebing bawah laut.

Tebing bawah laut di Pulau Menjangan memiliki kedalaman mulai dari 20 hingga 60 meter lebih. Menarik bukan? Sayang saya hanya bisa snorkeling sehingga belum bisa membuktikan hal tersebut, hanya mendengar cerita dari tour leader saat itu dan foto-foto yang ia tunjukkan.

Bagi traveler yang ingin ke pulau ini, bawalah drybag untuk melindungi pakaian, peralatan elektronik, dan makanan supaya tidak basah. Baju ganti yang rapi dan sopan juga diperlukan jika ingin melihat-lihat sejumlah pura yang ada di pulau ini.

Cuaca sangat cerah dan ombak tak terlalu tinggi pagi itu. Tapi untuk yang mudah mabuk laut, cukup membuat mual dan pusing. Jadi pastikan mengisi perut terlebih dahulu ya. Setelah hampir 1 jam terombang-ambing di atas kapal, Pelinggih Sang Hyang Ganesha atau Pura Ganesha mulai terlihat dari kejauhan.

Dengan dominasi warna putih, patung Ganesha setinggi 15 meter yang berada di ujung pulau ini nampak mencolok. Kapal berhenti di sejumlah titik seperti spot Coral Garden, spot Sandy Slope, dan ditunjukkan spot Anchor Wreck.

Coral Garden adalah hamparan puluhan jenis terumbu karang yang dangkal. Terdapat berbagai jenis biota laut dan jika beruntung kita bisa melihat penyu. Saya melihat banyak sekali ikan yang tak saya ketahui namanya.

Setelah itu kami ke Sandy Slope, spot snorkeling bagi pemula yang berada di dekat dermaga dan saya melihat banyak bintang laut. Cantik sekali. Sekitar pukul 12 siang kami makan siang di Pulau Menjangan.

Bagi yang ingin diving, biasanya diajak ke spot Anchor Wreck, yaitu lokasi diving yang cocok bagi para penyelam yang telah berpengalaman atau profesional. Di lokasi ini terdapat bangkai kapal yang telah berkarat, lengkap dengan jangkarnya.

Berdasarkan penjelasan tour leader kami, kapal ini adalah kapal laut Belanda yang tenggelam pada abad ke-19 saat Perang Dunia II. Untuk melihatnya kita harus menyelam sekitar 45 meter.

Karena tidak ada yang berminat dan tidak ada yang bisa diving, kami tidak berhenti di spot itu, namun memilih bersantai di pulau Menjangan saja sambil mengunjungi pura. Saya beruntung bisa bertemu seekor menjangan yang sedang mencari makan.

Setelah puas, kami segera kembali ke Watu Dodol. Seharusnya ada destinasi selanjutnya yakni Pulau Tabuhan. Namun setelah voting, kami semua sepakat untuk tidak ke sana karena kelelahan snorkeling. Trip ini pun berakhir.

Terakhir, untuk traveler yang ingin wisata alam, air, gunung, atau ke mana pun, jangan lupa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Apalagi di Pulau Menjangan yang tidak ada penghuninya ini.

Kotak makanan maupun botol minuman wajib dibawa pulang. Jangan sampai kita meninggalkan sampah apapun ya, karena nanti bisa dimakan satwa liar yang banyak terdapat di pulau ini.

Estimasi biaya ke Menjangan 3 hari 2 malam dari Yogyakarta:


Hari ke-1
Kereta Yogyakarta ke Banyuwangi Rp 94 ribu
Makan (2x di kereta) Rp 40 ribu
Menginap di rumah teman gratis
Total Rp 134 ribu

Hari ke-2
Biaya open trip (sudah termasuk sarapan dan makan siang) Rp 250 ribu
Makan malam di Banyuwangi Rp 15 ribu
Menginap di rumah teman gratis
Total Rp 265 ribu

Hari ke-3
Kereta Banyuwangi-Yogyakarta Rp 94 ribu
Makan siang dan makan malam di kereta Rp 35 ribu
Total Rp 129 ribu

Total biaya liburan ke Menjangan Rp 528 ribu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED