Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jan 2019 14:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pesta Makan Nasi Liwet Sambil Kemping di Bogor

Sity Maryati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Menu Liweut
Menu Liweut
detikTravel Community - Kemping di Perkemahan Ciputri, Bogor bisa jadi ide liburan akhir pekan. Sambil kemping enaknya makan-makan dong...

Ngaliweut adalah tradisi orang Sunda yang berarti memasak nasi liwet lalu pesta makan bersama untuk mempererat silaturahmi. Saya dan teman-teman bersepakat untuk kemping dan makan-makan nasi liwet di Perkemahan Ciputri di Tenjolaya, Bogor.

Hari H tiba dan saya pun berangkat dengan rekan mengendarai motor. Kebetulan kami berdua bertugas belanja logistik. Untung perjalanan kami melewati pasar, jadi mampir sejenak untuk belanja bahan-bahan makanan yang akan dimasak di sana. Dalam waktu kurang dari 1 jam, bahan-bahan pun sudah terkumpul dan akhirnya Kami langsung melaju ke lokasi karena beberapa sudah ada yang hampir sampai.

Karena masih pagi, jadi cuaca masih agak dingin dan sejuk. Lumayanlah untuk mengganti oksigen kota yang hampir 1 minggu terhirup. Kami menuju Perkemahan Ciputri melalui Jalur Ciapus, yang notabene jalan kecil tapi cukup ramai dilalui kendaraan. Pagi itu beruntung tidak terlalu padat kendaraannya.

Sesampainya di gang menuju perkemahan, kami disuguhi jalanan yang memang sudah rusak dan masih dalam perbaikan. Jalanan menanjak dengan kultur aspal yang bolong-bolong membuat perjalanan agak mengkhawatirkan ditambah lagi bebatuan yang lumayan besar sehingga membuat pegal menahan keseimbangan motor. Tapi beberapa ratus meter sebelum pintu masuk, jalanan sudah mulai di aspal. Karena memang pengaspalannya masih bertahap.

Di pintu masuk, kita dikenakan tiket masuk Rp 20.000/orang. Cukup mahal yah untuk sekedar hammock atau ngadem-ngadem saja. Sesampainya di Perkemahan Ciputri, kami sudah ditunggu oleh rekan yang lain yang sudah memasang flysheet dan hammock. Kami pun segera bergabung, menggelar karpet dan memasang Hammock. Tidak lupa kami mengeluarkan bahan-bahan makanan yang tadi sudah dibeli untuk segera dieksekusi.

Kami membagi tugas, ada yang mengumpulkan kayu untuk dibakar ada yang memotong bahan-bahan makanan dan mencucinya dan ada yang tugasnya memasak. Kami pun semua bergerak agar acara ngaliweut sukses dan kebetulan memang hampir masuk jam makan siang.

Sambil menunggu semua matang kami melakukan aktivitas hiburan masing-masing. Ada yang memainkan ukulele beserta terompet kecil dan ada yang bermain gelembung sabun.

Tepat jam makan siang, semua sudah selesai dimasak. Nasi Liweut adalah nasi yang dimasak bersamaan dengan penyedap rasa, daun salam, batang sereh, cabe dan bawang goreng. Lalu ada Sambal Dadak yang dibuat dengan cabe dan tomat mentah serta lalapan yang terdiri dari timun, pete dan daun ciciwis. Ada pula Tim Ikan Peda dan kerupuk. Penyajiannya makanannya di atas kertas nasi. Seharusnya sih daun pisang. Tapi berhubung tidak ada daun pisang, jadi kami menggunakan kertas nasi.

Tidak perlu waktu lama, makanan yang disajikan langsung ludes seketika maklum saking lapar dan memang kebetulan sudah waktunya makan siang juga. Selesai makan kami bersihkan area dan sampah-sampah kami kumpulkan dan diletakkan ke tempat sampah dan kami pun bergegas beribadah salat Dzuhur. Tadinya mau bermain air di Curug Padalarang yang lokasinya berada di sekitar perkemahan. Tapi berhubung sudah kenyang dan jam tidur siang juga, akhirnya kami semua menikmati suasana yang memang walaupun sedang terik-teriknya tapi masih ada semilir angin yang bikin sejuk. Kami menempati posisi masing-masing untuk beristirahat ada yang di hammock dan ada yang hanya di karpet di tutupi flysheet. Benar-benar menikmati istirahat di alam terbuka.

Ketika sedang nyenyaknya tidur, tiba-tiba saja turun hujan. Kami pun bergegas merapikan semua ya dan menuju Pos Utama untuk berteduh. Setelah hampir 1 jam lebih, akhirmya hujan reda juga. Kami pun memutuskan untuk pulang kebetulan sudah sore juga.

Perjalanan pulang kami pun tidak berlangsung mulus karena jalan yang rusak, genangan air dan kendaraan yang padat merayap yang hendak keluar dari Perkemahan Ciputri. Ketika sampai di jalan raya, kami memutuskan melewati Jalan Ciomas yang agak sepi kendaraan. Sesampainya di sekitar jalan raya kami mampir terlebih dahulu di tukang bakso, untuk mengisi perut yang sudah kembali lapar.

Setelah perut terisi, kami pun berpisah dan melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing. Sayonara semua, sampai bertemu di petualangan selanjutnya. Terima kasih untuk hari ini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Laporan dari China

Foto: Gerbang Surga di China

Selasa, 22 Jan 2019 22:50 WIB

Nama Pegunungan Tai mungkin agak janggal di telinga orang Indonesia. Namun pegunungan ini dipercaya jadi gerbang surga untuk berdoa kepada dewa langit.