Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jan 2019 03:00 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Surga Tersembunyi di Laut Jawa

Tri Wahyuni
d'travelers
Foto 1 dari 4
Pasir Putih bak mutiara yang menyilaukan mata di Pantai Gleyang
Pasir Putih bak mutiara yang menyilaukan mata di Pantai Gleyang
detikTravel Community - Liburan akhir pekan ke pantai memang paling seru nih. Apalagi liburannya ke Karimunjawa yang benar-benar masih asri.

Kremun-kremun di seberang Laut Jawa, begitulah awal mula nama dari pulau ini. Awalnya tidak terpikir sama sekali saya dan sahabat-sahabat bisa berlibur ke Pulau ini. Pulau ini memang tak seterkenal Bali atau Raja Ampat sih, namun pesona dan keindahannya tak kalah indah dengan pesona Asia yang lainnya.

Karimunjawa merupakan salah satu kepulauan yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Wilayah Karimunjawa ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang diresmikan pada tahun 2001. Terdiri dari kurang lebih 27 pulau dan hanya sekitar 5 pulau saja yang berpenghuni. Sejarah pulau ini dulunya adalah pulau dimana Sunan Kudus mengasingkan putranya. Karena dari Pulau Jawa pulau ini terlihat kremun-kremun yang artinya samar-samar. Sehingga pulau ini disebut dengan Karimunjawa. Untuk mencapai pulau ini d'Taveler bisa menggunakan kapal fery atau mencarter pesawat terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Namun jika d'Traveler memilih menggunakan transportasi publik, pilihannya pun banyak. Kalian bisa memilih untuk menyeberang dari Jepara atau dari Semarang. Yang paling populer sih penyeberangan dari Jepara.

Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dengan menggunakan kapal fery Siginjay untuk menyeberang dari Pelabuhan Kartini menuju Karimunjawa. Cukup dengan membayar ongkos Rp 100.000 saja d'Traveler sudah bisa menumpang kapal ini. Namun jika ada bujet lebih dan menginginkan penyeberangan yang lebih singkat d'Traveler bisa memilih untuk menumpang kapal cepat Express Bahari yang tarifnya bisa 3x lebih mahal namun hanya membutuhkan 2 jam perjalanan saja.
Sebelum memutuskan pergi ke Karimunjawa, d'Traveler perlu mengecek jadwal penyeberangan menuju Karimunjawa terlebih dahulu karena rute penyeberangan ini tidak melayani setiap hari.

Kami memilih menyeberang dari Jepara dengan menaiki kapal fery Siginjay. Pukul 07.00 WIB kami sudah bersiap memasuki kapal. saya dan teman-temanku membawa beberapa tas carier dan perlengkapan lain. Laut Jawa pagi itu sangat bersahabat, langit cerah dan udara tidak terlalu panas. Beberapa saat setelah kapal kami berangkat terlihat dari seberang patung penyu raksasa yang menjadi ikon pelabuhan Kartini ini. Dalam kapal banyak sekali kami dapati warga Karimunjawa yang usai berbelanja kebutuhan sehari-hari dari Jepara, selain itu juga banyak wisatawan asing maupun domestik yang ikut penyeberangan pagi itu. Sepanjang perjalanan kami habiskan dengan bersendau gurau dan bernyanyi-nyanyi bersama hingga akhirnya kami tertidur.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 5 jam akhirnya kami bisa melihat daratan. Setibanya di Pelabuhan Karimunjawa kami dijemput oleh tour agency yang beberapa waktu lalu kami hubungi. Untuk dapat menjelajahi keindahan Karimunjawa d'Traveler bisa memilih tour agency atau backpacker sendiri. Namun karena kami perginya beramai-ramai, lebih efisien kalau kami ikut tour agency. Selain ini adalah kunjungan pertama kami, kami juga ingin benar-benar bisa menikmati liburan kita kami kali ini. Sehingga tour agency akan sangat membantu liburan kami kali ini. Namun d'Traveler nggak perlu terburu-buru karena di Karimunjawa tour agencynya akan sangat fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan request dari customer. Selama tinggal di Karimunjawa kami menyewa satu rumah homestay. Di sini juga banyak tersedia hotel dan penginapan-penginapan murah lainnya.

Waktu tour telah tiba. Setelah makan siang dan beristirahat kami dijemput salah satu guide dan bersiap menuju dermaga. Kami dibuat takjub oleh laut yang super bersih. Bayangkan, di pinggir dermaga saja ikan-ikan kecil terlihat jelas dari atas daratan. Tour sore ini kami dibawa menuju spot snorkling yang pertama. Dengan menaiki perahu kecil kami bersiap. Perjalanan menuju spot snorkling memakan waktu sekitar 30 menit. Gugusan pulau-pulau terlihat hijau membentang. Burung-burung beterbangan diatas kapal kami.

Ombak di sini relatif tenang, sungguh membuat rileks pikiran yang penat oleh aktivitas di perkotaan. Tak lama kami sudah sampai di spot snorkling. Di sini mesin perahu dimatikan karena tsayat mengenai terumbu karang yang masih tumbuh dengan alami di sini. Dari atas kapal terlihat ikan cantik nan warna-warni berkeliaran. Saking jernihnya laut di sini bak kaca. Setelah menggunakan perlengkapan snorkling kita dipersilakan untuk mencebur ke laut. Wow sungguh seperti di akuarium.

Di sini d'Traveler bisa melihat dengan jelas dasar laut. Selain itu d'Traveler juga bisa mengikuti atraksi memberi makan ikan, dengan sepotong roti yang sudah dihancurkan d'taveler bisa memanggil sekawan ikan hias. Pada saat snorkeling selalu berhati-hati dengan fin atau sepatu katak kalian ya d'Traveler. Jangan sampai sepatu katak yang digunakan merusak terumbu karang yang butuh ratusan tahun untuk tumbuh.

Puas snorkling kami dibawa menuju Pantai Tanjung Gelam. Pantai ini sangat indah dengan pepohonan di sekitar pantai yang menambah epik pemandangan. Kami di sini main pasir dan berenang bersama burung. Jika d'Taveler mengunjungi Karimunjawa pada bulan Agustus atau September d'traveler bisa melihat pasir timbul di sekitar pulau gosong. Pasir ini hanya akan timbul pada saat puncak musim kemarau, sayang pada saat kami kesana sedang pasang jadi pasirnya tidak terlihat

Keesokan harinya kami kembali dibawa untuk snorkeling namun kali ini lokasinya berbeda. Saat snorkeling kami sangat menikmatinya, berenang santai dan melihat kawan ikan yang cantik berenang mendekati kami. Kami juga sempat mengambil foto bawah laut dengan bantuan guide kami yang super baik. Waktu makan siang tiba, kami dibawa ke sebuah pantai yang bernama Pantai Gleyang. Pasirnya putih bak mutiara yang berkilau, ombak di sini sangat tenang hingga kalian bisa dengan puas berenang renang hingga jauh dari bibir pantai. Di sebelah barat pulau ini juga terdapat pohon pinus yang membuat pantai ini sangat sejuk untuk dikunjungi. Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini sangat banyak, mulai dari berenang, bermain pasir, berjemur hingga kegiatan seperti yang kami lalukan, barbeque time. Akan disediakan ikan segar untuk kami panggang saat bersantap siang.

Tak hanya itu di Karimunjawa d'traveler juga bisa merasakan sensasi berenang dengan ikan hiu. Hanya dengan membayar tiket seharga Rp 40.000 d'Traveler bisa berenang dengan ikan hiu di penangkaran Hiu Pulau Menjangan. Salah satu pulau yang ada di Karimunjawa.

Hingga sore menjelang kami diajak segera meninggalkan pulau. Beberapa waktu setelahnya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu, sunset. Kami menikmati sunset dari dermaga Karimunjawa, langit cerah beranjak berubah menjadi oranye. Matahari mulai tenggelam, terlihat banyak kapal yang membawa wisatawan.

Tak lupa saya abadikan beberapa foto pemandangan yang menakjubkan ini. Sungguh perpaduan yang tepat, suara ombak, sepoi angin dan sunset yang cantik mengakhiri tur kami di Karimunjawa. Semoga suatu saat d'Traveler bisa berkunjung ke sana, surga tersembunyi di Laut Jawa.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED