Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Jan 2019 09:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Terpesona Kota Terlarang

jurudamaikudus
d'travelers
Foto 1 dari 4
Halaman istana yang luas dengan latar Hall of Supreme Harmony
Halaman istana yang luas dengan latar Hall of Supreme Harmony
detikTravel Community - Di masa kini, Forbidden City alias Kota Terlarang di Beijing bisa dikunjungi traveler. Kompleks istana ini membuat siapa saja terpesona akan kemegahannya.

Kami mengunjungi Beijing dua pekan lalu. Berangkat dari Yogyakarta pada sore hari, pesawat transit dulu di Jakarta sebelum bertolak ke Beijing pada malam harinya. Dari Jakarta diperlukan waktu hingga tujuh jam lamanya untuk sampai ke ibu kota China tersebut.

Setelah sampai di bandara Beijing pada pukul 5 pagi waktu setempat dan menyelesaikan proses administratif di imigrasi, kami keluar dari bandara untuk bersiap mengunjungi satu demi satu destinasi wisata pada pukul 08.30 pagi.

Sesaat setelah ke luar dari bandara, kami disambut suhu 4 derajat Celsius kota itu. 4 derajat Celsius adalah suhu yang lazim bagi warga Beijing di pagi hari musim gugur. Beijing adalah rumah bagi tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO. Ketujuh situs tersebut yakni Situs Manusia Peking (Peking Man Sites), Tembok Besar China (Great Wall), Istana Musim Panas (Summer Palace), Kuil Surga (The Temple of Heaven), Terusan Besar China (Grand Canal), Situs Pemakaman Dinasti Ming (The Ming Tombs) dan Forbidden City.

Dari tujuh situs tersebut, pada lawatan yang lalu kami telah mengunjungi tiga di antaranya dan kisah perjalanan ini berfokus pada Forbidden City atau Kota Terlarang. Dari Beijing Capital International Airport, kami menempuh perjalanan sejauh 40 km ke arah barat daya menggunakan bus untuk mencapai Forbidden City.

Bus yang kami tumpangi berhenti di Qianmen East Street tak jauh dari Qianmen Subway Station. Selanjutnya kami berjalan kaki sejauh satu km menuju Forbidden City. Dalam perjalanan kaki menuju Forbidden City, kami singgah di Tiananmen Square.

Cukup lama kami di lapangan yang historis ini untuk istirahat dan sekadar berfoto. Setelah merasa cukup dengan Tiananmen Square, kami beranjak ke Forbidden City yang berada di sebelah utara lapangan tersebut.

Menjadi rumah bagi kekaisaran China selama lima abad, kompleks Forbidden City adalah jantung negara sebelum pada 1987 ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Disebut Kota Terlarang karena dahulu rakyat dilarang masuk kompleks tersebut tanpa seizin khusus dari sang kaisar.

Kunjungan tanpa izin ke istana praktis akan berbuah hukuman mati. Mengapa dilarang? Saya tidak tahu persis alasannya. Bisa jadi sang kaisar ingin melindungi privacy-nya atau, sang kaisar hendak menyembunyikan kemewahan dari rakyatnya. Begitu kata A Li, seorang warga lokal yang berprofesi sebagai tour guide.

Forbidden City adalah koleksi arsitektur kuno yang paling lestari di China. Dibangun oleh kaisar ketiga Dinasti Ming pada 1406 sampai 1420 dengan bantuan satu juta pekerja, kompleks ini berisi tak kurang 800 bangunan dengan 9.999 kamar tersebar di area seluas 72 hektar. Tapi istana ini bukan hanya kumpulan bangunan tua yang antara satu bangunan dengan lainnya miliki desain arsitektur yang nyaris seragam.

Faktanya, Forbidden City adalah sebuah museum akbar dengan koleksi harta kekaisaran terbesar di negeri ini. Menjadikan salah satu pesona Asia ini benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang melawat ke Negeri Tirai Bambu.

Hall of Supreme Harmony adalah struktur terbesar dan terpenting istana dari ratusan bangunan yang ada. Ini merupakan tempat dihelatnya acara-acara penting di istana kekaisaran seperti penobatan dan pesta ulang tahun sang kaisar.

Struktur arsitektur yang megah membuat mata siapa pun yang memandangnya akan terpesona olehnya. Tidak jelas seperti apa penggambaran di dalam aula tersebut lantaran pengunjung dilarang keras memasukinya. Sayang sekali.

Selain itu, halaman luas yang memisahkan satu bangunan istana dengan lainnya adalah bagian yang sama memesonanya. Ini adalah tempat yang tepat untuk merenungkan kemegahan istana dan kehidupan penghuninya pada masa jayanya.

Cobalah pejamkan mata dan rasakan sensasi unik yang tak terkatakan. 14 kaisar Ming dan 10 kaisar Qing pernah bertahta di Forbidden City dan mendaulatnya sebagai rumah sekaligus panggung bagi segala intrik politik dan drama selama ratusan tahun yang mengilhami banyak pembuatan film dan penulisan buku.

Tidak heran jika pengunjung merasakan sensasi ghostly di kompleks tua seluas 72 hektar ini. Forbidden City dibangun pada awal abad ke-15 yang berarti semasa dengan Kerajaan Majapahit. Jika demikian, bukankah kompleks ini cukup tua untuk menghadirkan aura ghostly itu?

Di ujung utara Kota Terlarang sebelum pintu keluar terdapat Imperial Garden. Sebuah taman klasik dengan lanskap yang indah, termasuk gua bebatuan karang, pohon-pohon tua nan ikonik dan paviliun-paviliun bergaya khas China lengkap dengan kolam ikan koinya.

Di area yang sebenarnya tidak seberapa luas ini, rasa penasaran bercampur kondisi terpesona membuat saya betah untuk berlama-lama sehingga terpisah dari rombongan untuk beberapa saat. Sebabkan orang panik dan khawatir teman satu rombongannya hilang.

Bermaterialkan kayu pada sebagian besar struktur bangunannya membuat Forbidden City rentan mengalami kebakaran. Tercatat beberapa kali insiden kebakaran pernah terjadi baik karena keteledoran maupun kesengajaan. Inilah mengapa banyak dijumpai tong perunggu besar (yang dahulunya) berisi air yang berfungsi sebagai fire hydrant yang banyak tersebar di dalam kompleks istana.

Selama 500 tahun rakyat dilarang memasuki Forbidden City. Kini, siapapun yang bersedia membayar karcis masuk dapat merasakan secuil kemegahan salah satu pesona Asia ini. Tertarik mengunjunginya?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA