Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Des 2018 14:32 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Lengkap 2 Hari 1 Malam di Medan, Ini Rekomendasinya

Almira Santoso
d'travelers
Foto 1 dari 5
Rumah Tjong A Fie
Rumah Tjong A Fie
detikTravel Community - Medan menawarkan wisata lengkap dari masjid sampai penangkaran buaya pun ada. Berikut rekomendasi wisata 2 hari 1 malam di Medan.

Apa sih yang harus saya lakukan di Medan hanya dengan waktu 2 hari 1 malam? Kemana saja? Mau makan apa? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali ditanyakan teman-teman saya jika berkunjung ke Medan.

Karena biasanya, mereka memiliki sisa waktu luang sekitar 2 hari setelah berkunjung Ke Danau Toba, Brastagi, Bukit Lawang, atau Tangkahan. Dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas tempat-tempat tersebut, tetapi saya mencoba membahas tempat apa saja di Kota Medan yang menarik untuk dikunjungi dan makanan apa yang wajib dicoba jika bertandang ke Medan. Yuk mari kita mulai.

1. Rumah Tjong A Fie

Bukan rahasia lagi kalau Medan masih memiliki banyak bangunan tua yang kental dengan nilai-nilai sejarah. Salah satunya adalah Rumah Tjong A Fie. Arsitektur rumah ini banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, Melayu, dan Eropa.

Sebelum dijadikan objek wisata seperti sekarang ini, rumah ini merupakan rumah saudagar terkaya di Medan bernama Tjong A Fie (1860-1921). Tjong A Fie sendiri adalah perantau dari Guangdong yang mengakhiri perjalananannya di Medan.

Rumah ini bisa dikunjungi wisatawan dari pukul 09.00-17.00 dengan biaya masuk sebesar Rp 35.000. Biaya ini sudah termasuk pemandu yang menjelaskan sejarah keluarga dan kerajaan bisnis Tjong A Fie.

Ruangan-ruangan di dalam rumah ini seolah-olah menjadi saksi bisu kebesaran nama Tjong A Fie kala itu, bayangkan saja kala itu Tjong Afie sudah memiliki ruangan luas di rumahnya untuk mengadakan pesta, termasuk pesta dansa dengan orang-orang Belanda.

Rumah ini terdiri dari 2 tingkat dan memiliki ruangan terbuka sehingga kalian bisa melihat lantai dua dari sisi belakang rumah. Bagian belakang rumahnya sampai sekarang pun masih dihuni oleh salah satu cucu Tjong A Fie.

Tjong A Fie sendiri sebenarnya telah menikah di Cina, kemudian ketika berada di Pulau Sumatera beliau menikah dengan wanita yang berasal dari Penang, Malaysia. Dari pernikahannya ini beliau mendapatkan 3 orang keturunan.

Setelah istrinya meninggal, Tjong A Fie lalu menikah lagi dengan wanita asal Binjai, Sumatera Utara dan mendapatkan 5 orang anak. Tjong A Fie juga dikenal dermawan.

Beliau turut menyumbang untuk pembangunan Mesjid Raya Medan, kelenteng, jembatan, dan menyantuni orang-orang yang tidak mampu. Beliau juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang bisa merangkul semua kalangan kala itu, mulai dari Melayu, Arab, Belanda, India, dan Tionghoa sendiri.

Perkebunan merupakan mesin uang Tjong A Fie kala itu. Beliau juga terkenal sebagai bankir yang sukses dan merupakan pendiri Bank Kesawan.

2. Restoran Tip Top

Setelah puas mempelajari sejarah, saatnya makan siang. Berjarak kurang dari 100 meter terdapat Restaurant Tip Top. Restaurant ini berdiri sejak tahun 1929 menjual makanan dan kue.

Kala itu namanya belum Tip Top melainkan Jang Kie sesuai dengan nama pemiliknya dan masih terletak di Jalan Pandu. Sekarang telah berganti nama menjadi Tip Top yang berarti sempurna, berada di Jalan Kesawan (JL. Ahmad Yani).

Untuk membuat kuenya Tip Top masih menggunakan tungku api dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Jangan ditanya untuk aroma dan rasanya sudah pasti lezat. Tip Top juga menjual es krim rumahan loh.

Mesin yang digunakan untuk membuatnya sudah digunakan sejak tahun 1934. Resep dan bahannya pun tidak berubah. Jadi bagi kalian yang ingin mencicipi rasa makanan tempo dalu sangat disarankan bertandang ke sini.

3. Kedai Soto Kesawan

Rumah Tjong Afie ini juga dekat dengan kedai soto yang sudah berjualan cukup lama dan sangat digemari oleh masyarakat kota Medan, kedai soto Kesawan. Bisa kalian pilih untuk isian dagingnya dari ayam, udang, dan sapi.

Soto Medan terkenal lainnya ada di Jl. Sei Deli Rumah Makan Sinar Pagi. Selain soto, kari ayam / sapi di Medan juga terkenal. Belum sah jika belum mencicipi kari di rumah makan Tabona yang berada di Jl Mangkubumi.

Sedangkan untuk makanan non halal kalian bisa mencoba Mie Hokian Hock Seng yang berada di Jl Gwangju, Rumah Makan Ondo di Jl Pabrik Tenun, Mie Khek dan Mie Tiong Sim di Jl Selat Panjang, Nasi campur Asan di Jl Sun Yat Sen, Bihun bebek Atak di Jl Semarang.

4. Istana Maimun

Bangunan bersejarah lainnya yang wajib dikunjungi adalah Istana Maimun. Istana Kesultanan Deli ini merupakan salah satu ikon kota Medan. Arsiteknya berasal dari Italia dan dibangun dari tahun 1988-1891.

Istana ini total memiliki 30 buah ruangan. Terdiri dari 3 bagian, bangunan induk, sayap kanan, dan sayap kiri. Bangunan ini berdekatan dengan Mesjid Raya Medan.

Bagi kalian yang non muslim dan ingin melihat Mesjid Raya Medan ini di perbolehkan hanya saja disarankan untuk berpakaian yang sopan yah. Di Istana Maimun ini kita bisa berfoto-foto ala kesultanan loh lengkap dengan pakaian dan fotografernya. Seru!

5. Gereja Annai Velangkani

Setelah Mesjid Raya Medan, sekarang mari beralih ke Gereja dengan sentuhan Hindu. Unik! Gereja ini bernama Annai Velangkanni. Gereja dengan model seperti ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Di dunia cuma ada 2 Velangkanni, yang 1 berada di India Selatan dengan bentuk bangunan yang lebih besar, sementara yang satunya berada di Medan ini. Keren!

6. Penangkaran Buaya Asam Kumbang


Tahukah kalian jika Medan juga memiliki tempat penangkaran buaya? Penangkaran Buaya Asam Kumbang namanya. Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 8.000 saja, kalian sudah bisa menikmati wisata untuk mengenal reptil ini lebih dekat.

Buaya-buaya ini dikelompokkan berdasarkan umurnya. Untuk menjaga keamanan, bagi yang membawa anak kecil harap berhati-hati yah, jangan melihat terlalu dekat dengan kandang. Jika kalian ingin melihat proses pemberian makan atau feeding timenya, catat waktunya yah 16.30 WIB.

7. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

Museum binatang liar yang diawetkan jarang sekali kita dengar. Medan punya!Letaknya berada di tengah kota. Museum ini dibangun oleh DR H Rahmat Shah seorang pecinta lingkungan dan juga seorang pemburu profesional. Beliau merupakan ayah kandung dari artis Raline Shah.

Awalnya binatang-binatang ini merupakan koleksi pribadi yang akhirnya sekarang terbuka untuk umum. Ada sekitar 2000 lebih binatang liat yang diawetkan. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery ini beralamat di Jl. S Parman No.309.

Ini Medan bung! Paket Komplit dari bangunan bersejarah hingga kuliner yang lezat dan beragam. Bukan itu saya masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama hidup berdampingan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED