Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Feb 2019 14:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Eropa, Ini Kota Tua Jakarta

James Yanuar
d'travelers
Foto 1 dari 5
Menikmati Kali Besar dengan dermaga-dermaga apungnya
Menikmati Kali Besar dengan dermaga-dermaga apungnya
detikTravel Community - Kawasan Kota Tua Jakarta semakin bersolek dan cantik. Coba deh kunjungi kawasan Kali Besar, kamu bias rasakan suasana Eropa nan kekinian. Yuk!

Kota Tua Jakarta sudah lama jadi tempat wisata favorit banyak orang. Di sini kita bisa melihat sisi lain eksotika Jakarta, kota yang dulunya dijuluki Batavia. Sebagai kota Metropolitan yang punya banyak gedung pencakar langit nan modern dan megah maka mengunjungi Kota Tua seakan kita sedang throwback ke zaman Batavia kuno.

Kota Tua Jakarta sudah lama jadi tempat wisata favorit banyak orang. Di sini kita bisa melihat sisi lain eksotika Jakarta, kota yang dulunya dijuluki Batavia. Sebagai kota Metropolitan yang punya banyak gedung pencakar langit nan modern dan megah maka mengunjungi Kota Tua seakan kita sedang throwback ke zaman Batavia kuno.

Sejak tahu sisi barat Kota Tua (kawasan Kali Besar) telah selesai direvitalisasi, saya jadi penasaran untuk datang mengunjunginya. Awal tahun 2019 lalu saya diberi kesempatan untuk berangkat ke sana dan begitu sampai, saya terkesima melihat wajah baru Kali Besar. Sungainya jadi cantik sekali karena dihias beberapa dermaga apung. Meski dermaganya belum dibuka untuk umum, tapi kita bisa berfoto dengan gaya Eropa karena latar belakang Kali Besar ini, banyak terdapat gedung-gedung tua.

Di kedua sisi Kali Besar juga dibangun pedestrian yang lebar, cukup leluasa bagi para wisatawan berjalan kaki. Tepat di tengah Kali Besar, juga dibangun jembatan besar beralaskan kayu. Jembatan ini banyak dipakai artis-artis jalanan untuk mempertontonkan keahliannya. Jika ingin berfoto dengan artis jalanan yang berdandan seperti noni Belanda, kita bisa minta difotokan dan mereka dengan senang hati akan bergaya. Kita hanya perlu memberi tip seikhlasnya sebagai ucapan terima kasih.

Banyak gedung-gedung peninggalan Batavia di seputar Kota Tua, sebut saja Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Stasiun KA Kota. Satu bangunan kuno yang menarik perhatian saya begitu memarkirkan mobil di pinggir Kali Besar berada di sebelah barat wisata Kali Besar, yaitu Toko Merah. Warna merah hatinya menonjol sekali di antara gedung-gedung tua lainnya. Desain arsitektur Toko Merah kental campuran gaya Eropa dengan Tiongkok.

Toko Merah termasuk salah satu gedung paling tua di kawasan Kota Tua, dibangun tahun 1730. Gedung ini jadi salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh Pemprov DKI. Di abad ke-18 difungsikan sebagai hotel kaum pejabat, lalu beralih menjadi toko dari pedagang asal Tiongkok, dan banyak fungsi lain.

Sekarang gedung ini digunakan sebagai function hall yang bisa dipakai untuk acara pameran atau konferensi. Sayang saat saya datang, gedungnya sedang tutup, padahal di bagian dalamnya sangatlah fotogenik dan penuh sejarah.

Namun di balik kecantikannya, ternyata Toko Merah menyimpan keangkeran. Dulu di gedung ini pernah terjadi peristiwa Geger Pecinan, yaitu pembantaian etnis Tionghoa. Saat kejadian itu mayat-mayat bergelimpangan di depan gedung, bahkan katanya akibat darah para korban, air sungai Kali Besar berubah menjadi merah. Nah dari kejadian ini memang jadi sering didengar cerita-cerita seram penampakan yang ada di sekitar gedung ini. Ternyata horor juga ya, hiiiiii…

Selepas menjelajah Toko Merah, saya coba menikmati bagian sungai dari Kali Besar. Sebenarnya Kali Besar ini adalah salah satu anak sungai dari Sungai Ciliwung, yang dinamai Kali Krukut. Entah kenapa sekarang lebih populer dengan nama Kali Besar. Di zaman kolonial, Kali Besar ini merupakan jalur masuk ke pusat kota Batavia.

 Jadi bayangkan, sungai ini dulunya penuh dengan hilir mudik perahu-perahu yang membawa barang-barang perdagangan atau penumpang yang singgah di Batavia. Banyak perahu yang berlabuh di sini membongkar dan membawa muatan. Karena itu di seputaran sungai dulu banyak dibangun gedung-gedung yang menunjang perdagangan tersebut, seperti gudang, rumah dagang, pemukiman penduduk, hotel, dsb.

Di zaman modern ini, fungsi sungai Kali Besar sudah berubah jadi kawasan wisata. Bahkan pemprov DKI membangun sarana filtrasi di hulu sungai untuk menjernihkan airnya sehingga tidak berbau dan bisa dihidupi ikan. Asyik juga sih, sambil menikmati cantiknya Kali Besar yang baru, kita bisa belajar sejarah juga. Yuk jangan ragu untuk segera berkunjung ke Kali Besar, kapan lagi nikmati suasana Eropa tempo doeloe di tengah kota Jakarta.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA