Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Feb 2019 13:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Sejuk di Tengah Hutan Pinus, Coban Talun

Bayu Fitri Hutami
d'travelers
Foto 1 dari 5
Apache Camp adalah arena perkampungan Indian dan terdapat beberapa bangunan yang disewakan untuk menginap.
Apache Camp adalah arena perkampungan Indian dan terdapat beberapa bangunan yang disewakan untuk menginap.
detikTravel Community - Kota Batu Malang sudah terkenal dengan alamnya yang indah dan segar. Di kota ini terdapat hutan pinus bernama Coban Talun.

Akhir pekan di penghujung bulan Januari lalu, saya dan teman berencana melakukan perjalanan wisata ke Kota Batu Malang Jawa Timur. Tujuan utama mengunjungi destinasi wisata Coban Talun. Sebelum pergi, kami mencari tiket kereta api. 

Ada sedikit kekhawatiran tidak mendapat tiket kereta api karena kami memesan tidak jauh hari sebelum hari keberangkatan. Alhamdulillah kekhawatiran kami tidak terjadi karena langsung mendapat seat tiket kereta api Gajayana berkat aplikasi tiket.com. 

Cara memesan tiket kereta api melalui tiket.com sangat mudah karena aplikasinya sangat user friendly. Terlebih tiket.com selalu memberikan diskon spesial untuk pelanggan setianya. 

Setelah masuk aplikasi tiket.com kita dapat memilih jadwal perjalanan yang diinginkan, mengisi data penumpang dan jumlah tiket yang akan dibeli. Setelah itu diberikan kode booking untuk pembayaran. 

Jika sudah melakukan pembayaran, maka bukti bayar dan tiket kereta api dengan barcode langsung dikirimkan melalui email.Dengan tiket.com semua menjadi lebih mudah dan tidak khawatir kehabisan tiket #semuaadatiketnya.Terima Kasih tiket.com.

Kami berangkat melalui stasiun Gambir dengan kereta api Gajayana pukul 17.40 WIB dan tiba di stasiun Kota Malang pukul 09.06 WIB. Selanjutnya kami segera menuju Hotel DeView di jalan Selecta, Kota Batu sebagai tempat bermalam. Oiya, Hotel DeView kami dapatkan dari berselancar di aplikasi tiket.com juga lho. 

Caranya sangat mudah. Setelah masuk aplikasi tiket.com pilihlah hotel yang diinginkan. Biasanya kami memilih yang searah dengan destinasi wisata yang akan dikunjungi supaya lebih dekat. 

Setelah itu aplikasi tiket.com akan memperlihatkan ketersediaan kamar berikut harganya. Nah pilih kamar yang diinginkan. Kemudian akan diberikan kode pembayaran. 

Setelah selesai melakukan pembayaran akan diberikan kode pemesanan hotel. Pokoknya dengan aplikasi tiket.com perjalanan traveling menjadi lebih menyenangkan. 

Sesampai di Hotel, waktu baru menunjukkan pukul 11.00 sedangkan waktu check in baru mulai pukul 13.00 wib, maka diperkenankan menitipkan tas ransel pada pihak hotel. 

Selanjutnya kami langsung menuju Coban Talun. Kawasan wisata Coban Talun berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Untuk masuk ke Coban Talun, hanya dikenakan biaya Rp.10.000, per pengunjung. 

Coban Talun berupa areal hutan pinus yang terbagi menjadi beberapa arena dengan spot foto yang instagramable. Untuk masuk ke setiap arena dikenakan biaya sebesar Rp.5000, per orang. 

Yang pertama adalah Apache Camp. Arena ini seperti perkampungan Indian yang terinspirasi dari suku Apache. Terdapat beberapa bangunan ala tenda Apache berukuran 4 x 4 meter yang bisa disewakan untuk menginap. 

Selain itu terdapat berbagai macam pernak-pernik khas suku Indian yang dapat dijakdikan latar belakang berswafoto. 

Arena kedua adalah Pagupon Camp. Ini adalah nama lain dari sangkar burung merpati. Ukuran Pagupon kurang lebih 3 x 4 meter dan bisa disewa untuk menginap. Di sekeliling rumah pagupon terdapat taman yang indah dan ornamen sepeda unik. 

Arena ketiga adalah Alas Pinus, di sini kita bisa menyewa hammock untuk berbaring disela pohon pinus yang rindang. Tersedia juga rumah pohon untuk yang ingin menguji nyali karena letaknya yang berada di pohon pinus yang tinggi.  

Arena keempat adalah taman bunga. Di sini kita akan melihat hamparan bunga Hortensia yang beraneka warna. Tempat ini sangat instagramable untuk spot foto berlatar belakang bunga. 

Arena kelima adalah rumah terbalik. Disebut terbalik karena hampir semua desain bangunan dibuat menjadi terbalik. Sangat unik dan lucu jika kita mengambil spot foto di sini. 

Arena terakhir adalah Goa Jepang. Akses menuju Goa Jepang menyusuri jalan setapak mulai dari ujung Pagupon Camp sepanjang kurang lebih 800 meter. 

Disepanjang kiri kanan jalan setapak kita akan disuguhi hamparan tanaman bunga Hortensia. Goa Jepang sendiri adalah peninggalan tentara Jepang ketika jaman peperangan. 

Fungsi Goa ini sebagai tempat berlindung dari serangan musuh. Akhirnya berakhir sudah perjalanan kami mengunjungi Coban Talun karena hari mulai senja dan kabut mulai turun. 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED