Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Apr 2019 09:07 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Selamat Pagi dari Kawah Ijen!

Almira Santoso
d'travelers
Foto 1 dari 5
Fenomena Blue Fire
Fenomena Blue Fire
detikTravel Community - Blue Fire menjadi fenomena yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen Indonesia. Saat pagi hari, sunrise dan api biru menjadi suguhan eksotis.

Saat yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sudah kurang lebih sekitar setengah tahun lamanya kami menanti hari ini. Bagaimana tidak?Melihat fenomena alam yang hanya ada dua di dunia, yaitu Blue Fire.

Fenomena Blue Fire ini terletak di Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Sementara Blue Fire satu lagi terletak di Islandia. Inilah salah satu pesona Gunung Ijen selain Kawah Ijen yang memang tidak diragukan lagi keindahannya.

Berangkat dari Jakarta menuju Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi. Persiapan fisik dan perlengkapan untuk mendaki Gunung Ijen pun telah kami persiapkan dari jauh-jauh hari. Satu hal yang saya selalu tanamkan dalam otak saya, tetap positif kami akan sampai ke puncak. Jalan saja, tidak usah terlalu banyak mikir. Pelan-pelan yang penting sampai puncak.

Biasanya kami asik terlelap dini hari, tapi kali ini kami tidak sabar untukl mulai mendaki kawah Gunung Ijen. Jam menunjukkan jam 12 malam, kami pun bersiap menuju lokasi.

Setelah tiket dan ijin pendakian sudah di tangan, kami pun memulai petualangan kami. Kenakan jaket tebal,head lamp,masker, dan jangan lupa pakai sepatu yang nyaman karena suasana yang masih gelap dan dingin ditambah tingkat kemiringan medan pendakian yang kurang lebih 40 derajat. Tanah pasir dan bebatuan yang terjal akan menjadi santapan pendakian kami dini hari.

Selama kurang lebih dua jam, kami mendaki dan menuruni bebatuan terjal untuk sampai ke lokasi Blue Fire. Bersama para penambang belerang,wisatawan asing, dan wisatawan lokal kami saling memberikan semangat.

Harap diingat selama pendakian untuk mendahulukan para penambang belerang yang akan naik dan turun. Selalu waspada dengan keadaan sekitar. Masker harap selalu dikenakan karena berbahaya bila terhirup berlebihan. Asap yang tebal juga menjadi salah satu penghalang dalam melakukan pendakian ini.

Dengan alat seadanya dan memakai cara yang konvensional yang dipakai para penambang juga merupakan salah satu daya tarik selama perjalanan menuju lokasi Blue Fire.

Fenomena Blue Fire sendiri hanya bisa di nikmati sebelum matahari terbit. Fenomena ini bisa dinikmati sekitar pukul 02.00-04.00 WIB. Blue Fire sendiri adalah fenomena keluarnya gas belerang yang muncul di celah-celah bebatuan dengan suhu sekitar 600 derajat Celcius dan bertemu dengan udara sekitar, terlihatlah blue fire yang menyerupai api berwarna biru.

Setelah puas memandangi blue fire kami pun meneruskan perjalanan untuk melihat terbitnya matahari di Kawah Ijen. Pemandangannya membaut saya takjub dan tidak berhenti untuk mengagumi keindahannya.

Gunung ijen ini merupakan gunung berapi yang aktif, dengan aktivitas vulkanik dengan status siaga tahun 2012. Sementara pemandangan danau yang berwarna hijau tosca memiliki kedalaman kurang lebih 200 meter. Jangan sekali-kali mencoba untuk menyentuh airnya, karena tingkat keasamannya mencapai 0, yang artinya bisa melarutkan berbagai benda termasuk manusia. Tetap waspada dan berhati-hati untuk menikmati keindahannya ya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA