Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Agu 2019 12:46 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan di China Atau Madagaskar, Ini Taman Hutan Batu Sulawesi Selatan

Yulia Rahmawati
d'travelers
Foto 1 dari 5
detikTravel Community -

Taman Hutan Batu yang mirip di China dan Madagaskar terdapat di Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan. Tempat ini bisa menjadi wisata geologi yang indah dan menawan.

Dengan semangat, saya beserta rombongan menaiki perahu. Saat itu kami sampai Rammang-Rammang menjelang tengah hari, saya sangat antusias untuk naik perahu mengelilingi Rammang-Rammang.

Mungkin sebagian dari kita tidak banyak yang tahu bahwa selain taman hutan batu yang berada di China dan Madagaskar, negara kita juga memiliki tempat yang eksotis dan tak kalah indahnya. Berikut beberapa hal yang membuat Rammang-Rammang istimewa, yaitu:

1. Hutan Batu

Saya merasa memasuki kawasan tempat berkumpulnya bebatuan, dengan ratusan bahkan mungkin ribuan bebatuan kapur berwarna hitam dan abu-abu dengan berbagai ukuran dan bentuknya yang unik. Ini taman hutan batu, di mana air mengalir indah di antara batu-batuan tinggi dengan gugusan yang menarik.

Berdasarkan referensi Google, Taman Hutan Batu Kapur Rammang-Rammang ini ternyata hanya ada satu di Indonesia, dan terbesar atau terluas ketiga di dunia, setelah yang pertama adalah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan yang kedua adalah Taman Hutan Batu Shilin yang ada di China.

2. Pegunungan Kapur yang Luas dan Besar

Menelusuri Rammang-Rammang, ditemukan sebagai karst atau pegunungan kapur yang besar dan luas. Ternyata, membentang dari Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkep. Bukan hanya itu, gugusan pegunungan kapur Maros merupakan gugusan pegunungan kapur yang terluas dan terbesar kedua di dunia setelah pegunungan kapur yang ada di China.

Bahkan, ada pula literatur yang mengatakan bahwa pegunungan kapur yang terluas dan terbesar pertama di dunia untuk saat ini adalah Karst Maros. Hal ini dikarenakan pegunungan kapur China yang sudah banyak berkurang akibat ekploitasi dan aktivitas pertambangan. Untuk itu, mari kita jaga alam agar terhindar dari eksploitasi dan keserakahan manusia.

Saya masuk dari Kabupaten Maros, Desa Selenrang, Dusun Rammang-Rammang. Ketika berkeliling dengan perahu, ada banyak ketakjuban saya dengan terbentuknya alam karst Rammang-Rammang. Berdasarkan referensi, kawasan karst Maros dipengaruhi oleh struktur geologi akibat proses pelarutan (karstifikasi) batu gamping sehingga membentuk berbagai macam bentukan, seperti bukit-bukit menjulang tegak dan lembah-lembah dolina.

3. Subur dan Sungai

Sepanjang perjalanan di atas perahu, saya berdecak kagum, dengan sungai-sungai di antara tebing-tebing batuan yang tinggi. Pada umumnya, kawasan karst identik dengan bentang alam yang kering dan gersang. Namun, kondisi bentang alam di kawasan Karst Rammang-Rammang cukup subur dan terdapat aliran Sungai Pute.

Pada kawasan ini,  terdapat pula menara dialiri oleh sungai yang hanya ada dua di dunia, yakni kawasan Karst Guilin dan kawasan Karst Rammang-Rammang. Sungguh luar biasa, bahwa hal-hal yang indah dan eksotis itu ada di Indonesia.

Setelah sampai di tepian, terdapat saung-saung untuk istirahat. Bahkan ada warung nasi dan bebek juga. Coba bayangkan saja, di bawah lembah kapur, masyarakat menanam padi atau area pesawahan yang subur. Saung-saung tersebut sebagai tempat istirahat dan mejadi tempat makan. Namun, saat itu pemilik warung sedang keluar, padahal sudah diceritakan bahwa nasi bebek di sini sangat enak. Sayang belum kesampaian, mungkin ini pertanda harus ke sini lagi.

Setelah asik berfoto-foto, kami naik bukit batuan di sini mendekati batuan-batuan karst lainnya. Ada bukit yang lebih tinggi. Sayang waktunya hanya sebentar, jadi hanya bisa duduk-duduk di warung sambil makan camilan dan air kelapa muda, segarnya. Terdapat warung kecil juga di sini, tetapi tidak untuk makan berat.

4. Taman Batu

Matahari sudah mulai tergelincir, kami segera turun, lalu kembali berkeliling dan menuju ke taman batu yang sangat indah. Di sini kami foto-foto seru, tempatnya sangat instagramable dengan view yang indah. Ada berbagai bentuk batuan yang membuat saya terpesona. Batuan-batuan itu ibarat berada di antara aliran sungai namun berbentuk seperti danau. Saking indahnya sampai tidak bisa mengungkapkannya.

Ingin rasanya berlama-lama di sana, namun perut pun sudah terasa lapar, maka kami segera pulang. Padahal, saya menunggu Rammang-Rammang datang. Biasanya terlihat di pagi hari dan saya berharap saat senja dapat melihatnya. Rammang-Rammang sendiri berasal dari bahasa daerah setempat yaitu bahasa Makassar, rammang yang bisa diartikan sebagai awan atau kabut.

Berarti, kata rammang-rammang adalah sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, tempat ini diberi nama Rammang-Rammang dikarenakan awan atau kabut yang selalu turun terutama di pagi hari atau ketika hujan.

Sungguh suatu keajaiban bisa berkunjung ke Rammang-Rammang, daerah wisata yang indah dan eksotis untuk dikunjungi. Taman wisata yang ingin saya kunjungi juga adalah Taman Al-Quran yang ada di Dubai, taman ini dalam bayangan saya ibarat pengejawantahan mengenai tafsir ayat tentang surga, yang mana terdapat banyak buah-buahan, bunga-bunga yang indah dan sungai yang mengalir serta makanan yang berlimpah. Semoga saya bisa berkunjung dan datang ke sana, suatu dream destination untuk perjalanan berikutnya. Amiiin.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA