Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Okt 2019 11:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Lat dan Mbal, Wisata Kuliner Khas Pulau Kei

Tommy Bernadus
d'travelers
Foto 1 dari 5
Lat atau Anggur Laut
Lat atau Anggur Laut
detikTravel Community - Pulau Kei di Maluku tak cuma punya alam yang cantik. Kei juga punya ragam wisata kuliner bernama Lat dan Mbat.

Indonesia memiliki keragaman suku, budaya dan adat istiadat. Tapi tidak hanya kekayaan itu yang dimiliki. Kekayaan beragam jenis makanan juga dimiliki di Indonesia. Semua daerah di Indonesia, memiliki keragamannya masing-masing.

Seperti ketika saya berkunjung ke Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku ini.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Taher Hanubun menawarkan makanan kepada saya di kediaman beliau ketika saya dan sejumlah teman mendapatkan kesempatan untuk datang ke Maluku Tenggara.

Makanan tersebut diambil dari dasar laut atau pantai, dan kemudian dimasak dan diberikan parutan kelapa. Semacam urap. Tapi ini berbahan rumput laut.

"Kalau di sini namanya Lat,"tambah bupati.

Saya pun mengambil beberapa sendok rumput laut ini. Ini memang bukan rumput laut yang dibudidayakan. Tapi ini adalah rumput laut yang tumbuh alami.

Ketika menyantap Lat ini, tidak seperti rumput laut pada umumnya yang kenyal. Ketika makan Lat ini, saya merasakan seperti pecah krenyes-krenyes di dalam mulut. Rasanya asin tapi menyegarkan.

Selain ditawarkan Lat, saya juga ditawarkan makan Mbal oleh Bupati. Pak Bupati bercerita bahwa Mbal ini merupakan makanan yang dibuat dari Singkong atau Ubi Kayu. Ubi Kayu diparut, dipress hingga kemudian di Press hingga airnya semua keluar.

Makan Mbal ini, renyah dan enak. Apalagi ketika menyantapnya dibarengin dengan menyantap Lat, yang ternyata adalah anggur laut.

Keesokan harinya, masih di tempat yang sama, kediaman Bupati Maluku Tenggara, saya disuguhi telur ikan. Berbeda dengan telur ikan air tawar, telur ikan yang saya santap ini masih terlihat butir-butir berukuran sangat kecil.

Dan ketika disantap, dimasak agak asam tapi tidak terlampau pedas. Dan telur ikan ini, ketika dimakan, sedikit sulit mengunyahnya. Tapi rasanya itu, sangat enak membuat lidah menari bergoyang menikmati rasa khas telur ikan ini.

Lantas ini telur ikan apa? Ini ternyata adalah telur ikan terbang. Malah ini dibilang ikan yang merupakan lambang dari salah satu stasiun televisi swasta. Mantap betul rasanya.

Di hari yang sama, di petang hari, saya kembali menyantap Mbal. Tapi kali ini Mbalnya berbeda karena dicampur dengan parutan kelapa. Rasanya lebih nikmat dibandingkan dengan hanya Mbal saya.

Saya tidak menyangka, bisa sampai di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku ini. Perjalanan ke Kepulauan Kei dari Jakarta, kurang lebih lima jam. Dari Bandara Halim, terbang ke Ambon terlebih dahulu.

Setelah di Ambon, saya dan teman-teman beserta pak Bupati Maluku Tenggara, melanjutkan dengan pesawat ATR. Perjalanan dari Ambon ke Kepulauan Kei ini kurang lebih 1 jam 20 menit. Jika ditambahkan dengan perjalanan dari Jakarta, hampir 5 jam.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA