Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jan 2020 14:28 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Fakta-fakta Candi Cetho yang Kamu Perlu Tahu

Ria Rahmawati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pengunjung Candi Cetho tidak hanya dari domestik tetapi juga dari mancanegara
Pengunjung Candi Cetho tidak hanya dari domestik tetapi juga dari mancanegara
detikTravel Community - Candi Cetho salah satu candi peninggalan budaya Hindu. Berada di kabupaten Karanganyar, candi ini memiliki keunikannya tersendiri. Mulai dari candi tertinggi hingga basecamp pendakian Gunung Lawu.

Asal nama Cetho

Nama Cetho diambil dari nama dusun tempat candi ini dibangun yaitu Dusun Cetho. Dalam bahasa jawa 'cetho' berarti jelas. Pemberian nama ini karena bila anda berada di Dusun Cetho, anda dapat melihat dengan jelas pemandangan gunung disekitar dusun. Gunung-gunung itu antara lain Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Lawu

Tempat Peruwatan

Berdasarkan prasasti bertuliskan huruf jawa pada dinding gapura terungkap, candi ini dibangun sebagai tempat peruwatan atau tempat untuk pembebasan diri dari kutukan. Sekarang, tempat ini merupakan tempat pemujaan bagi umat Hindu dan tempat pertapaan bagi penganut asli kejawen.

Arsitektur Nusantara dan Hindu

Struktur candi ini beteras-teras atau punden berundak. Saat ditemukan terdapat 14 teras namun sudah dilakukan pemugaran hanya pada 9 teras. Struktur berteras ini yang memunculkan dugaan sinkretisme budaya nusantara dan hinduisme. Bentuk tubuh manusia pada relief menyerupai wayang kulit dengan wajah tampak samping.

Banyak objek tidak asli

Saat dilakukan pemugaran banyak obyek-obyek yang ditambahkan di candi ini. Membuat candi ini sudah tidak asli lagi. Hal ini yang banyak dikritik oleh para arkeolog. Obyek itu antara lain gapura besar di teras pertama, patung-patung Brawijaya V, Sabdopalon dan Nayagenggong, bangunan berbentuk kubus dipuncak pundrn serta bangunan dengan material kayu untuk pertapaan.

Kisah pada relief

Salah satu komponen candi adalah relief yang dipahat pada dinding candi. Relief pada candi Cetho sendiri menggambarkan cerita dari 2 tokoh Sudamala dan Garudeya. Kisah ini mengandung makna semangat manusia untuk melepaskan diri dari malapetaka.

Kain Poleng

Pengunjung diwajibkan menggunakan kain poleng ketika memasuki area candi. Hal ini karena candi Cetho masih digunakan sebagai sarana ibadah. Kain poleng adalah kain bermotif kotak-kotak berwarna hitam putih. Pengurus candi akan menyediakan kain untuk setiap pengunjung.

Candi tertinggi di Indonesia

Terletak di lereng gunung lawu pada ketinggian 1496 mdpl menjadikan candi ini salah satu candi tertinggi di Indonesia. Bersama dengan candi lain seperti Candi Gedong Songo, Candi Kethek, Candi Sukuh, Candi Ijo dan komplek Candi Dieng.

Jalur pendakian Gunung Lawu

Candi Cetho merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Lawu. Walaupun jalur ini memutar dan terbilang lebih jauh, jalur pendakian via Cetho cukup banyak diminati. Walaupun terbilang jauh, pemandangan jalur ini cukup mengesankan.

Selain menikmati pemandangan disekitar candi, pengunjung juga bisa mempelajari sejarah budaya Hindu. Jangan lupa menjaga kebersihan dan kesopanan karena tempat ini merupakan tempat beribadah.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA