Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 01 Mar 2020 09:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Seharian Keliling Budapest, Bisa Kok!

riswihani
d'travelers
Foto 1 dari 5
The Chain Bridge
The Chain Bridge
detikTravel Community -

Hungaria begitu eksotis untuk dijelajahi. Ibukotanya, Budapest, bisa kamu jelajahi seharian dengan berjalan kaki.

Budapest merupakan salah satu kota di negara Hungary yaitu negara bagian European Union sehingga jika kita ingin datang ke negara ini bisa menggunakan Visa Schengen yang dapat digunakan untuk datang ke 26 negara di Eropa. Saya pergi ke Budapest dengan naik Bus dari Vienna-Austria selama 3 jam 20 menit.

Karena Budapest adalah negara ketiga dalam rute trip saat saya pergi traveling keliling lima negara di eropa selama 9 hari. Saya datang pada bulan januari sehingga disana masih winter dan suhu rata-rata harian masih minus, ditambah jika ada angin kencang udara semakin terasa dingin menusuk. Cuaca saat winter di sana juga sering dibarengi dengan hujan.

Bersyukur saat saya datang kesana hujan hanya gerimis sesekali sehingga tidak terlalu mengganggu rencana trip saya yang hanya sehari di Budapest.

Tiba di terminal bus Budapest jam 7.40 pm waktu setempat. Saya langsung menukar uang euro ke mata uang Hungary (forint hongaria "huf"). Di negara ini kita menggunakan mata uang yang berbeda.

Untuk beberapa toko atau restoran kita bisa membayar dengan mata uang euro tetapi untuk memudahkan transaksi saya memilih menukarkan ke mata uang setempat. Saat saya datang nilai 1 euro dihargai 300 huf, saran saya untuk pertama datang jangan menukar terlalu banyak uang forint hongaria karena hanya berlaku untuk transaksi di negara ini saja. Untuk belanja di supermarket atau toko-toko bisa memakai Credit Card atau Debit Card jika kehabisan mata uang tersebut.

Warga lokal sebagian besar masih belum bisa berbahasa Inggris, tetapi untuk orang-orang yang ada di pelayanan public seperti CS hotel, pelayan restoran, dll sudah cukup familiar dengan bahasa inggris. Malam itu saya langsung ke Hotel yang letaknya di pusat kota dan dekat dengan banyak restoran, cafe, pertokoan serta beberapa objek wisata yang ada dalam daftar rute saya. Dengan menggunakan tram dari terminal saya menuju ke hotel.

Keesokan paginya saya memulai rute pertama trip saya dengan berjalan kaki 2,7 km menuju ke The Chain Bridge sebagai tujuan pertama saya. Start jam 07.35 dari hotel saya berjalan menelusuri jalanan pagi yang masih agak sepi dan menembus dinginnya suhu pagi yang berada di minus 9 derajat.

Ada sebuah minimarket yang sudah buka, saya mampir membeli snack dan minuman. Sepanjang jalan saya banyak berhenti untuk mengambil foto suasana pagi di Budapest dan setelah 40 menit berjalan mulai tampak Chain Bridge dari kejauhan. Saya pun mempercepat langkah merapat ke lokasi.

Chain Bridge adalah jembatan batu permanen pertama yang menghubungkan antara Buda dan Pest. Jembatan dengan patung singa di sisi kanan kiri ini adalah salah satu simbol Budapest yang paling terkenal di ibukota Hungaria.

Selanjutnya saya ke Buda Castle, lokasi nya tepat berada di seberang Chain Bridge. Buda Castle terletak di perbukitan, jika ingin menghemat energy untuk naik anak tangga kita bisa naik vertical train yang tiketnya bisa dibeli pada loket depan lokasi Castle.

Buda Castle adalah kastil pertama yang dibangun pada abad ke tigabelas suku Mongol. Bangunan ini sangat mengesankan karena memiliki facade setinggi 300 meter /1000 feat yang menghadap ke Danube.

Untuk mengelilingi tempat ini kita bisa membeli tiket tour seharga 10 euro. Setelah dari Buda Castle saya explore Hungarian Parliament dari sisi luar, bangunan kastil yang sangat  besar ini tampak berada di bukit seberang sungai jika kita berjalan dari arah pusat kota.

Jam 11.25 saya melanjutkan ke lokasi selanjutnya (destinasi ke empat) yaitu Fisherman's Bastion yang akan dilanjutkan ke Mathias Church karena lokasinya berdekatan. Berjarak sekitar 2,5 km dari Buda Castle jika kita berjalan kaki, maka saya memilih untuk berjalan kaki lagi.

Karena saya bisa puas explore jalan-jalan sekitar yang dilalui. Fisherman's Bastion ini terletak di distric 1 Budapest, bangunan benteng ini sangat indah secara arsitektur dan unik karena dari area halaman depan kita bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah hingga bangunan yang ada di seberang sungai.

Facade utama Fisherman's Bastion sejajar dengan Danube dengan panjang sekitar 140 meter dimana lorong selatan memiliki panjang 40 meter, utara 65 meter dan tembok pembatas tengahnya yang berornamen panjang 35 meter. Tujuh menara batu yang ada disini melambangkan tujuh suku Hongaria yang mendirikan bangunan ini.

Di bagian depannya terdapat Matthias Church yaitu gereja katolik Roma yang dibangun dengan gaya Romawi pada tahun 1015. Sekitar 1,5 jam saya eksplore Fisherman's Bastion berikut dengan Matthias Church, jam sudah menunjukkan pukul 13.20.

Saya segera mencari cafe atau resto untuk makan siang di area indoor sambil sejenak menghangatkan badan karena udara siang itu masih cukup dingin dengan suhu -6 derajat celcius. Ternyata di area Fisherman's ada sebuah cafe keren yang cukup banyak menyediakan beragam minuman dan makanan. Saya memesan hot chocolate, fresh orange juice dan croissant.

Cukup murah harga makan dan minum di Budapest dibandingkan kota-kota lain di Eropa. Untuk 3 menu tersebut saya hanya membayar 2350 huf atau sekitar 7,5 euro setara Rp.114.000.

Selesai makan, minum dan istirahat saya melanjutkan ke destinasi ke enam yaitu St.Stephen's Basilica yang lokasinya berjarak sekitar 2 km dari Fisherman's Bastile. Menyeberangi Chain Bridge lagi, menuju ke arah pusat kota dan 25 menit kemudian saya tiba di St.Stephen's Basilica.

Basilica ini dibangun lebih dari 5 dekade oleh 3 arsitek karena terjadi beberapa peristiwa yang menunda pekerjaan pembangunan gedung ini. Bangunan ini juga sempat runtuh pada saat perang dunia ke-II dan baru mulai di rekonstruksi pada tahun 1980 an.

Berjarak sekitar 1 km dari lokasi ini ada Hungarian State Opera yang merupakan rute bucketlist ke tujuh saya yaitu Hungarian State Opera yang awalnya dikenal sebagai gedung Opera Kerajaan yang dirancang oleh arsitek bernama Miklos Ybl.

Gedung opera ini baru dibuka untuk umum pada 27 september 1884 dan merupakan gedung opera terbesar kedua di Budapest. Saya hanya explore sisi luar dan sekelilingnya saja lalu melanjutkan ke New York Palace yang jaraknya sekitar 800 meter dari gedung Opera ini.

New York Palace merupakan bangunan hotel mewah yang lokasinya di Boulevard Erzsebet District 7 Budapest. Bangunan ini dibuka pada 23 Oktober 1894. Dibagian depan terdapat banyak patung-patung yang sangat artistik serta cafe mewah.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.50, saya bergegas setengah berlari menuju ke dermaga cruise yang lokasinya di dekat Szechenyi Chain Bridge (2,5 km dari New York Palace dengan berjalan kaki). Sore itu saya ingin naik Cruise untuk berkeliling kota Budapest yang jadwalnya ada di jam 15.30.

Dari dalam Cruise saya bisa menikmati pemandangan dan suasana kota Budapest dari sudut yang berbeda. 1,5 jam lama durasi cruise tour tersebut dan saya bisa mendapatkan cukup banyak dokumentasi foto dari sudut dan sisi yang berbeda.

Jam 17.00 cruise tour berakhir, saya menuju ke starbucks yang arahnya satu rute dengan arah kembali ke pusat kota dan alamat hotel tempat saya menginap. Saya santai sambil menikmati satu cup hot coffee latte mengembalikan energy yang tanpa disadari seharian ini saya sudah berjalan lebih dari 23 km.

Cukup lelah memang tetapi sangat menyenangkan dan puas bisa explore kota ini lebih banyak dari banyak sudut. Jam 19.00 saya bergerak menuju ke arah hotel melalui pusat pertokoan fashion dan souvenir yang tentunya membuat saya mampir berbelanja sekaligus makan malam dahulu sebelum kembali ke Hotel.

Ternyata pengalaman berkeliling Budapest dengan jalan kaki ini sangat menyenangkan dan tentunya juga sangat menghemat budget. Saya bisa mengunjungi 9 objek wisata utama, santai di cafe, menikmati keliling dengan cruise di sore hari dan juga berbelanja di pusat pertokoan fashion. Suatu saat nanti saya ingin kembali lagi ke kota ini. Bagi yang suka berpetualang, boleh mencoba aktivitas untuk berkeliling Budapest dengan berjalan kaki.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA