Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 31 Mar 2020 18:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Oase di Tengah Kota Bandung, Tahura Djuanda

Foto 1 dari 5
Instagram @tahuradjuanda.official
Instagram @tahuradjuanda.official
detikTravel Community -

Bandung adalah ibu kota Jawa Barat yang tidak pernah sepi. Bandung memiliki sejuta daya tarik yang mengundang banyak wisatawan dari berbagai penjuru. Setiap akhir pekan, Kota Bandung selalu dipadati pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di tengah padatnya Kota Bandung, Anda dapat menemukan ruang hijau yang sangat cocok untuk refreshing. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang cukup besar. Taman seluas 526,98 hektare ini terletak di Kecamatan Cimenyan Bandung, Kecamatan Lembang Bandung, dan Kecamatan Coblong Kota Bandung.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini merupakan taman terbesar di Bandung. Taman ini menawarkan pemandangan hijau, sangat cocok bagi Anda yang ingin kabur dari rutinitas sehari-hari dan menikmati udara segar tanpa harus menempuh jarak terlalu jauh.

Tahura Djuanda berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota. Penulis menyarankan Anda menggunakan motor karena akses jalan yang sempit dan minimnya lahan parkir.

Tahura Djuanda telah dibangun sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Pada awalnya, taman ini merupakan hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Pulosari. Hutan Lindung Pulosari diubah menjadi taman hutan wisata alam sekaligus kebun raya yang berawal dari gagasan Gubernur Jawa Barat Mashudi pada tahun 1960.

Berawal dari konsep hutan lindung, Tahura Djuanda memiliki koleksi flora yang beragam seperti pohon Pinus, Kaliandra, Mahoni, dan Kayu Manis. Koleksi fauna taman ini pun tak kalah beragam. Fauna yang dapat Anda temui adalah berbagai macam kupu-kupu, tupai, musang, dan rusa.

Tidak hanya koleksi flora dan fauna, Tahura Djuanda juga memiliki beberapa objek bersejarah seperti Gua Belanda, Gua Jepang, dan Tebing Keraton. Gua Belanda dan Gua Jepang terletak berdekatan sehingga Anda dapat mengunjungi keduanya dengan mudah.

Namun, Tebing Keraton terletak agak jauh dari pintu masuk utama Tahura Djuanda. Saat berkunjung ke sana, penulis mengira Tebing Keraton tidak termasuk kawasan Tahura Djuanda karena letaknya yang berjauhan. Dari kawasan utama Tahura Djuanda, penulis harus naik motor untuk sampai ke pintu masuk Tebing Keraton.

Tebing Keraton menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Jika Anda berkunjung di pagi hari, Anda dapat melihat kawasan hutan yang ditutupi kabut. Tebing Keraton merupakan objek wisata populer yang instagramable bagi wisatawan.

Jika Anda sudah lelah berkeliling, Anda dapat beristirahat di warung-warung yang ada di kawasan Tahura Djuanda. Warung-warung ini menyediakan minuman kemasan, makanan instan, sampai jagung bakar! Tidak perlu repot repot keluar kawasan hutan untuk mencari tempat beristirahat.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda buka setiap hari, mulai dari jam 08.00-18.00 dengan harga tiket masuk Rp 15.000. Simpan baik-baik tiket Anda agar tidak perlu lagi membeli tiket untuk masuk ke atraksi wisata yang letaknya berjauhan dari pintu masuk utama Tahura Djuanda seperti Tebing Keraton dan Curug Dago.

Ada banyak rute yang dapat Anda lalui untuk mencapai Tahura Djuanda, antara lain:
1. Melalui Terminal Dago. Ini merupakan rute termudah dan paling cepat. Berjarak hanya sekitar 2 kilometer, dengan jalan yang mulus dan dapat dilewati berbagai macam kendaraan.
2. Melalui Jalan Ciumbuleuit. Merupakan jalan alternatif berjarak 6 kilometer dengan kondisi jalanan yang belum diaspal dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
3. Melalui Lembang. Berjarak 4 kilometer dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, empat, dan bus.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA