Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Apr 2020 10:16 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jelajahi Objek Wisata Roma dan Vatican Sebelum Corona

riswihani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Coloseum
Coloseum
detikTravel Community -

Beberapa waktu sebelum adanya wabah COVID-19, saya traveling ke beberapa negara Schangen. Saya mengelilingi kota Roma dan Vatican dalam waktu singkat.
Saya tiba di Roma sekitar jam 10.20 an waktu setempat pada hari Minggu dan meninggalkan kota Roma untuk terbang ke Spanyol pada hari senin jam 07.10 pm. dan menjadikan kota Roma dan Vatican sebagai salah satu destinasi saya saat datang ke Italy.

Roma adalah ibu kota Italia yang merupakan comune terpadat dan terbesar di negara Italy, serta menjadi kota terpadat keempat di Uni Eropa menurut jumlah populasi di dalam batas kota. Roma terletak di bagian barat-tengah Semenanjung Italia, dalam Lazio, di sepanjang pesisir Sungai Tiber.

Kota Vatican merupakan suatu negara independen yang secara geografis terletak di dalam batas-batas kota Roma, menjadi satu-satunya contoh bahwa masih ada negara yang terdapat di dalam suatu kota, sehingga karenanya, Roma sering kali didefinisikan sebagai ibu kota dua negara.

Tahun 2014, Roma menempati peringkat ke-14 sebagai kota yang paling banyak dikunjungi di dunia, serta urutan ke-3 yang paling banyak dikunjungi di Uni Eropa. Roma menjadi daya tarik wisata yang paling populer di Italia. Pusat bersejarahnya dicantumkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Perjalanan dimulai dari Budapest Hungaria saya flight dengan menggunakan salah satu LCC airlines, landing di Rome Ciampino Airport pada jam 10.20 an. Karena saya hanya membawa satu travel bag, jadi saya tidak perlu repot menunggu antrian pengambilan bagasi.

Saat itu Roma masih winter, tetapi karena sudah menjelang last winter, pada siang hari saya bisa menemukan birunya langit Roma yang menakjubkan, dengan suhu udara cukup bersahabat, berkisar 8 Celcius. Saya mampir membeli fresh orange juice di salah satu cafe yang terletak di dekat counter pembelian tiket bus ke pusat kota Roma. Selesai mineguk kesegaran orange juice, kemudian saya membeli tiket Rome Airport Bus menuju ke Rome Termini.

Rome Termini adalah stasiun kereta api utama Roma, Italia. Dinamai berdasarkan distrik dengan nama yang sama. Stasiun ini memiliki layanan kereta api reguler ke semua kota besar Italia, serta layanan internasional harian ke Munich, Jenewa, dan Wina.

Dengan 33 platform, Roma Termini adalah stasiun kereta api terbesar kedua di Eropa setelah Paris Gare du Nord. Setelah naik bus selama kurang lebih 40 menit, saya tiba di Rome Termini, hal pertama yang saya lakukan adalah menitipkan travel bag saya ke salah satu penitipan tas terbesar disini (Kipoint).

Selesai menitipkan tas saya jalan menuju ke bangunan utama Rome Termini, saya mampir makan siang sebentar di salah satu restoran yang ada disana kemudian melangkahkan kaki ke destinasi pertama yaitu Roman Forum yang merupakan sebuah forum persegi yang dikelilingi reruntuhan bangunan kuno dan berada diantara Colosseum dan Piazza del Campidoglio. Roman Forum buka setiap hari dari jam 08.30 am sampai dengan satu jam sebelum matahari terbenam, kecuali 25 Desember dan 1 Januari.

Karena jarak dari Rome Termini ke Roman Forum hanya sekitar 2,6 km jika ditempuh dengan berjalan kaki, maka saya pilih berjalan kaki saya sambil eksplore kota Roma. Melihat suasana sekitar yang menyenangkan dan menemukan banyak bangunan-bangunan unik di setiap jalan yang saya lalui.

Cuacanya cerah, perlengkapan jaket winter yang saya pakai membuat nyaman untuk berkeliling di luar ruangan pada suhu sekitar 8 Celcius. Sampai di Roman Forum, kita bisa menyaksikan area yang sangat luas dan dikelilingi reruntuhan bangunan kuno. Berkeliling di lokasi ini dari sisi luar pagar selama kurang lebih 40 menit, saya lanjutkan langkah kaki menuju ke Coloseum yang lokasi nya hanya sekitar 800 meter saja dari Roman Forum.

Colosseum adalah sebuah peninggalan tempat bersejarah berupa arena gladiator. Arena ini berbentuk elips dan dibangun oleh Vespasian. Salah satu tempat wisata terbaik di Roma ini mulai dibangun pada 72 M dan selesai pada tahun 80 M.

Dahulu, tempat ini digunakan sebagai tempat pertarungan gladiator dengan hewan buas atau dengan narapidana. Ramai sekali wisatawan yang datang ke Coloseum karena kebetulan saat saya datang adalah hari minggu. Senang bisa melihat secara langsung bangunan yang menjadi salah satu ikon kota Roma. Selama ini, saya hanya menyaksikan lewat layar kaca saat dan membaca artikel nya di internet.

Jam 14.25, saya lanjutkan langkah kaki menuju ke Capitoline Hill yaitu bukit kota terendah dari tujuh bukit yang ada, dimana dahulu digunakan sebagai benteng. Kemudian, tempat ini dijadikan pusat kekuasaan politik dan agama.

Dalam perjalanan, saya menemukan sebuah restoran Timur Tengah yang menjual makanan dengan label Halal. Selain menjual menu Pizza sebagai makanan khas negara Italy, resto ini juga menjual nasi briyani. Karena sudah lebih dari lima hari saya tidak makan menu nasi, maka saya memesan satu porsi nasi briyani, rasanya cukup lezat, harga terjangkau dan pelayannya juga ramah.

Sampai di Capitole Hill, saya bisa melihat Roman Forum dari ketinggian dan melihat beberapa bangunan lainnya yang layak untuk di dokumentasikan. Kaki terus melangkah, melalui jalan yang berkontur naik turun menuju ke Fontana di Trevi / Air Mancur Trevi yaitu air mancur yang sangat indah hasil rancangan arsitek Italia Nicola Salvi.

Berjalan sekitar 20 menit an saya tiba di Fontana di Trevi dan setelah menembus kerumunan wisatawan yang mengelilingi Fontana di Trevi, saya bisa melihat birunya Air mancur menakjubkan dengan tinggi 26,3 meter dan lebar 49,15 meter yang dibangun pada tahun 1762.

Kolamnya juga sangat indah dengan bangunan di sekitarnya yang memiliki design arsitek sangat menarik. Terdapat mitos jika melepar koin di air mancur ini mendapat keberuntungan. Diperkirakan setiap hari, uang sebanyak 3000 euro dilemparkan ke objek wisata ini.

Hari semakin sore, jam sudah menunjukkan pukul 16.10, setelah mendapatkan beberapa foto saya bergerak keluar dari kerumunan wisatawan. Banyak toko-toko souvenir termasuk barang-barang made in Italy asli seperti dasi, topi, syal, baju dan ice cream di sekitar Fontana di Trevi, saya mampir ke beberapa toko untuk membeli beberapa suvenir.

Cuaca mulai meredup, hujan turun agak deras, saya tetap melanjutkan langkah kaki menuju ke Pantheon, memakai jaket winter yang dilengkapi dengan hoodie membuat saya cukup terlindung dari hujan. Pantheon adalah bangunan kuil dan yang konstruksinya dibuat pada tahun 27 SM yang diselesaikan pada masa pemerintahan Kaisar Hadrian tahun 126 M. Struktur bangunan Pantheon terdiri dari beberapa bangunan utama yakni Portico (serambi depan), Rotunda (bangunan bulat), dan kubah. Karena waktu yang terbatas, hari semakin sore saya hanya berfoto di area luar saja.

Berjalan sekitar 15 menit saya tiba di Spanish steps yang di design oleh arsitektur terkenal Francesco de Sanctis dan dibiayai oleh diplomat Prancis, Etienne Gueffier. Spanish steps mempunyai desain unik, jika waktu kalian terbatas bisa mengabadikan foto-foto bangunan dari sisi luar saja seperti yang saya lakukan dimana jam saat itu sudah menunjukkan pukul 05.18 pm. Saat winter, pergantian hari menjadi gelap lebih cepat.

Saya melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 13 menit hingga sampai di Piazza Navona yaitu alun-alun terkenal di Roma yang dibangun di situs Stadion Domitian. Bagian terbaik dan terindah dari Piazza Navona ini adalah tiga air mancur yang didesain selama the papacy of Gregory XIII. Air mancur tersebut antara lain Fontana dei Quattro Fiumi, Fontana del Moro, dan Fontana del Nettuno.

Saat saya tiba di tempat ini, pengunjung masih cukup ramai walau cuaca sore itu masih gerimis dan hari sudah menjelang gelap. Banyak cafe dan resto yang menjual berbagai kuliner menarik, tapi karena saya masih ingin mengunjungi Piazza Venezia sebelum hari menjadi benar-benar gelap, saya tidak mampir kuliner.

Saya berjalan dengan langkah lebih cepat dan sekitar jam 06.10 saya sampai di Piazza Venezia, terdapat beberapa jalan raya yang bersimpangan dilokasi ini termasuk Via dei Fori Imperiali dan Via del Corso. Pada sisi selatan, dapat melihat monumen menakjubkan dari Victor Emanuel II yang dibangun antara tahun 1855 dan 1911 bernama Altare della Patria / Altar of the Fatherland.

Monumen kolosal ini mempunyai lebar 135 meter dan tinggi 70 meter dengan gaya arsitektur megah Corinthian. Selain itu, bagian atas bangunan ini terdapat sebuah patung tembaga penunggang kuda Victor Emmanuel dengan dua kereta yang digerakan oleh Dewi Victoria, sedangkan sisi utara, dapat terlihat bangunan Palazzo Bonaparte dan Palazzo delle Aste.

Hanya sekitar 20 menit saja saya eksplore tempat ini, saya melanjutkan jalan kaki kembali ke Rome Termini. Selama perjalanan, saya melihat beberapa toko fashion yang menjual baju-baju made in Italy asli dengan harga sale. Saya mampir untuk membelinya, size baju di Italy cocok dengan ukuran badan saya yang biasa membeli baju di Indonesia dengan size S atau M. Saya bisa membeli baju dengan ukuran yang sama, mungkin karena rata-rata orang Italy memiliki tinggi badan dan ukuran yang sama dengan saya.
Jam 7.20 saya sudah sampai di Rome Termini lagi, saya mengambil tas di penitipan, makan malam, belanja beberapa baju dan tas asli Italy yang dijual di salah satu toko besar di dalam bangunan megah Rome Termini. Selesai berbelanja, saya jalan kaki menuju hotel yang lokasinya hanya 450 meter dari stasiun utama ini. Lokasi yang sangat strategis dan harga menginap juga cukup hemat. Saya memilih kamar tipe female dorm dengan kapasitas 4 orang /kamar.

Hari kedua jam 07.50 saya turun untuk breakfast dan jam 08.25 saya check-out hotel lalu menuju ke Termini untuk menitipkan travel bag lagi ke Kipoint, kemudian saya menuju ke Vatican Museum naik Metro (MEA Battistini) naik 6 stop turun di Ottaviano.

Dari Ottaviano Station, setelah berjalan sekitar 600 meter, saya sampai di pintu gerbang Vatican Museum yang secara administrasi lokasi ini berada di negara Vatican. Seperti kita ketahui bahwa Vatican merupakan negara kecil yang berada di Roma.

Museum ini dibangun oleh Pope Julius II selama abad ke-6, sebagai rumah bagi ribuan karya seni yang menawan. Walau saya datang di hari senin, tetapi wisatawan dari berbagai negara sangat ramai.

Karya-karya di Museum Vatican ini sangat banyak sekali dan terbagi menjadi beberapa bagian interior seperti Pio-Clementino Museum, Apartment of Pius V, Gallery of Maps, Pinacoteca, dan masih banyak lagi.Saya juga mengunjungi Sitine chapel yang juga berada di Vatical City dan menjadi Bait Suci ketika Paus diberi mahkota. Karya yang ada di dalamnya sangat luar biasa. Pembangunan Sistine Chapel dilakukan antara tahun 1473 dan 1481 selama kekuasaan Paus Sixtus IV.

Arsitek yang bertanggung jawab dalam pembangunan bangunan ternama ini adalah Giovanni of Dolci. Selain saya bisa melihat arsitektur bangunan Sistine Chapel saya bisa menyaksikan lukisan-lukisan indah yang menutupi seluruh permukaan langit-langit dan dinding. Beberapa seniman terkenal yang berkontribusi di Chapel ini antara lain Botticelli, Michaelangelo, Luca, Perugino.

Hampir tiga jam saya mengelilingi dua lokasi di atas dan jam sudah menunjukkan pukul 11.50, saya bergerak melanjutkan perjalanan ke St. Peters Basilica atau Basilika Santo Petrus dengan berjalan kaki. Bangunan ini adalah gereja renaisans akhir yang dibangun oleh arsitek diantaranya Michaelangelo, Gian Lorenzo, dan lain sebagainya.
Bangunan ini mulai dikerjakan konstruksinya pada 18 April 1506 dengan ketinggian mencapai 448 kaki. Halamannya juga sangat luas, banyak pillar tinggi yang berada di sekitar. Gereja ini mampu menampung jemaat sebanyak lebih dari 60.000. Selain itu, saya melihat ruangan dengan hiasan yang terbuat dari emas, patung-patung dan lukisan terkenal dunia.

Tidak begitu jauh dari gereja ini, hanya sekitar 1,5 km saja, saya sampai ke destinasi berikutnya yaitu Castel Sant'Angelo atau sering disebut dengan Mausoleum Hadrian yang merupakan bangunan bertingkat di Parco Adriano. Kastil ini mulai dibangun pada tahun 135 M dengan ketinggian mencapai 48 meter.
Kastil ini berbentuk agak bulat dan dibagi menjadi 5 lantai yang dapat dicapai dengan menggunakan jalan spiral. Kemudian, di lantai atas bangunan ini terdapat sebuah teras yang besar, dimana wisatawan dapat mengambil foto kota yang indah dari atas bangunan.

Di seberang kastil ini terdapat jembatan yang membentang lebar menghubungkan sisi sungai yang satu dengan lainnya. Design jembatan ini juga sangat bagus dan sayang jika di lewatkan sebagai objek photography.

Jam 03.25 saya berjalan cepat menuju Termini Station, saya berencana maksimal jam 04.00 pm sudah naik bus menuju ke Rome Fiumicino Airport untuk penerbangan ke Spanyol dengan jadwal penerbangan jam 07.10 pm. Sangat menyenangkan bisa mengeksplore Roma dan Vatican dengan berjalan kaki walau dalam waktu singkat.

Saya bisa datang ke lebih dari 10 objek wisata disana dan shoping barang-barang asli made in Italy dengan harga terjangkau. Saya ingin kembali lagi ke Italy jika Corona ini sudah berlalu dan kondisi membaik. Bagaimana dengan kalian? Berminat mencoba juga merasakan pengalama seru seperti yang saya lakukan?



BERITA TERKAIT
BACA JUGA