Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Mei 2020 11:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berburu Blue Fire Kawah Ijen

Pradikta Kusuma
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kawah Ijen yang memukau hati siapa saja
Kawah Ijen yang memukau hati siapa saja
detikTravel Community -

Kawah Ijen saat ini menjadi destinasi impian bagi para traveler. Beginilah keindahan Blue Fire yang hanya ada dua di seluruh dunia.

Sebuah gunung yang lebih dikenal dengan nama Kawah Ijen ini memang begitu mempesona siapa saja yang mengunjunginya. Gunung ini berdiri kokoh dengan ketinggian kurang lebih 2.368 Mdpl, dengan ketinggiannya menjadikan udara dingin sebagai teman setianya. Sungguh sajian alam menakjubkan yang akan kita temui di ujung Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi.

Yang perlu diketahui adalah Ijen masih merupakan gunung berapi aktif. Secara administratif, Kawasan ini berada dalam dua wilayah kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah ini berada di atas ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa.

Kawah Ijen Banyuwangi merupakan salah satu destinasi populer di kalangan wisatawan. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk menjadi salah satu penarik banyak orang mengunjungi tempat ini. Apalagi dengan adanya fenomena Blue Fire yang sangat hanya ada 2 di dunia.

Fenomena Blue Fire inilah yang mengangkat nama Kawah Ijen menjadi begitu terkenal, bahkan hingga ke luar negeri. Blue Fire atau api biru ini muncul dari belerang pada saat hari sudah gelap. Kamu tidak bisa melihat fenomena Blue Fire ini selain di Kawah Ijen dan di Islandia.

Untuk menikmati keindahan Blue Fire ini memang perlu perjuangan. Kita harus bangun sebelum ayam berkokok dan diusahakan sudah mulai berjalan dari Pos Paltuding jam 01.00 dini hari, karena perjalanan pendakian membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam tergantung dengan fisik masing-masing. Kita juga harus mengejar waktu sebelum subuh sudah harus tiba di areal kawah karena ketika sinar sudah cerah Blue Fire pun akan sulit terlihat.

Ada hal unik juga ketika perjalanan mendaki ke atas, karena di setiap ujung jalan yang menanjak banyak sekali penambang belerang yang berubah profesi menjadi tukang gerobak (orang lokal menyebutnya taksi ijen) yang bisa dinaiki oleh para pengunjung dan akan ditarik oleh para penambang itu. Tarif pulang pergi sekitar Rp 500 ribu - 800 ribu tergantung tawar menawar dan dari titik mana kita menaiki taksi tersebut.

Untuk menghindari asap beracun yang sewaktu-waktu dapat menghampiri, para pengunjung disarankan untuk menggunakan masker yang dilengkapi dengan penyaring udara. Biasanya masker tersebut bisa dibeli di sekitar pos paltuding maupun di sekitaran areal kawah, wajib hukumnya untuk memakai masker ini untuk keselamatan.

Ketika sudah memasuki area kawah, asap belerang dengan kadar tinggi bisa-bisa menghampiri. Jika tidak kuat, baunya yang menyengat bukan hanya membuatmu batuk-batuk dan pusing, melainkan juga pingsan bahkan meninggal dunia

Selain keunikan Blue Fire, para wisatawan yang datang juga menunggu keindahan sunrise yang ditawarkan Kawah Ijen. Jika sedang tidak berkabut keindahan pagi di sini sungguh luar biasa indah. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Menikmati keindahan pemandangan alam di Kawah Ijen mungkin hal wajib bagi semua orang, tapi cobalah melihat perspektif lain yang ada di sekitar kawah. Cobalah tengok kegiatan para penambang belerang yang ada di sana.

Jika mereka sedang tak sibuk, cobalah untuk menyapa dan berinteraksi. Mereka tak sungkan untuk berbagi cerita, mulai dari turis yang menyebalkan, cerita hidup mereka yang setiap hari bertaruh nyawa, atau yang menyenangkan seperti mendengar mereka bercakap dalam bahasa lokal.

Beban berat yang dipikul oleh penambang di Kawasan Ijen mencapai 80 hingga 100 kg. Kadang, penambang-penambang yang masih merasa kuat staminanya mampu mengangkat beban yang lebih berat daripada itu. Jika beruntung dan mampu bercakap akrab dengan penambang, kamu akan diperbolehkan mencoba untuk mengangkat beban hasil tambang.

Mereka masih bisa santai mengangkatnya, tapi orang awam? Bisa jadi langsung terjatuh atau tak mampu mengangkatnya sama sekali. Setiap harinya, seorang penambang mampu bolak-balik menuju kawasan tambang hingga 3 kali. Namun, penambang yang sudah tidak muda lagi, kebanyakan hanya mampu sekali naik dan turun

Begitulah keunikan dari Kawah Ije. Di samping keindahan Blue Fire dan sunrisenya yang memukau, terdapat cerita-cerita lain tentang beratnya kehidupan para penambang belerang.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA