Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Agu 2020 12:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Muang Ngoi, Destinasi Anti Mainstram di Laos Utara

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pagiku di Muang Ngoi dengan latar pegunungan Karst.
Pagiku di Muang Ngoi dengan latar pegunungan Karst.
detikTravel Community -

Muang Ngoi Neua adalah Kota Laos yang terletak di sepanjang Sungai Nam Ou di Provinsi Luang Prabang. Masih anti mainstream.

Muang Ngoi adalah bagian dari distrik Ngoi dengan perkiraan jarak sekitar 170 kilometer Timur Laut kota Luang Prabang. Wilayah terpencil ini hanya memiliki populasi sekitar 700 jiwa dan dari etnis Lao Loum. Kota ini dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan bus kecil dari pusat kota Luang Prabang.

Secara historis kota ini dikenal sebagai Muang Ngoi, Mueang untuk pusat utama dan Ngoi untuk sungai Nam Ngoi yang mengalir ke Nam Ou di kota. Namanya ini telah diubah menjadi Muang Ngoi Neua (Muang Ngoi Utara) yang mencerminkan perubahan populasi yang terjadi di distrik Ngoi selama dan setelah perang saudara.

Muang Ngoi sekarang mencakup kota-kota Nong Khiauwdan Ban Saphoun yang bergabung 40 kilometer ke selatan. Kota ini juga disebut sebagai Muang Ngoi Gao (Old Muang Ngoi).

Dahulu menurut sejarah, salah satu kerajaan Tai yang paling awal di Laos berpusat di Muang Ngoi. Pada abad ke-12 Masehi ada pemukiman di daerah yang merupakan bagian dari rantai Tai Mueang di sepanjang Sungai Nam Ou.

Kota saat ini berasal dari abad ke-15 dan merupakan ibu kota kabupaten lama. Sekitar awal abad 17 tepatnya tahun 1713 Chao Intasom, putra raja pertama Luang Prabang, menghentikan pasukannya di Muang Ngoi untuk mempersiapkan serangan terhadap keponakannya, Chao Ong Kham untuk menggantikan Raja. Di sinilah kedua keponakan itu mencapai kesepakatan dan memutuskan untuk berbagi tahta bersama.

Pada tahun 1892, tak lama sebelum Laos masuk ke dalam wilayah Indochina jajahan Prancis, ada sebuah stasiun militer dengan 25 tentara yang berfungsi sebagai pos perbatasan Siam. Selama Perang Sipil Laos, pasukan Pathet Lao ditempatkan di sebuah gua dekat Muang Ngoi. Kota ini tidak dapat dihuni selama lebih dari 2 tahun karena ancaman serangan bom oleh Angkatan Udara Kerajaan Laos, memaksa ratusan penduduk desa untuk pindah ke gua terdekat.

Distrik ini merupakan tujuan wisata yang saying untuk dilewatkan dan menjadi tujuan lanjutan ketika saya mengunjungi Luang Prabang. Menurut informasi dari pusat informasi turis di Luang Prabang, Muang Ngoi menjadi tujuan wisata yang mulai populer karena pegunungan kapur karst di sekitarnya dan merupakan titik awal perjalanan Eco-tourism.

Pemandangan terkenal termasuk Gua Tham Kang dan Gua Tham Pha Kaew di utara kota yang digunakan sebagai tempat perlindungan bom selama era perang Vietnam.

Setiap sepuluh hari ada pasar regional di mana penduduk desa datang untuk berdagang. Juga dimungkinkan untuk berjalan ke desa-desa sekitarnya yang jarang dikunjungi untuk makan siang - yang terdekat adalah Ban Na sekitar satu jam jauhnya di luar gua.

Ada dua desa lain yang lebih jauh dengan rute yang sama. Juga dimungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan perahu lebih jauh ke atas Sungai Nam Ou.

Walaupun hanya 3 hari saya singgah di Nong Khiaw dan Muang Ngoi, tapi tempat ini memberikan kesan cinta yang dalam di lubuk hati. Kedamaian dan keindahan alamnya memukau.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA