Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jan 2021 15:42 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Lut Kucak, Destinasi Wisata Baru di Bener Meriah Aceh

Foto 3 dari 5
kawasan hutan di sekeliling objek wisata Lot kucak, foto Disparpora BM
kawasan hutan di sekeliling objek wisata Lot kucak, foto Disparpora BM
detikTravel Community -

Dataran tinggi Tanah Gayo yang terletak di tengah Provinsi Aceh dikenal sebagai penghasil kopi Arabika kualitas terbaik dan terbesar di Asia Pasifik.

Ternyata daerah Gayo ini juga memiliki banyak tempat wisata. Keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata di daerah lainnya.

Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menemukan objek wisata yang begitu indah dan eksotis di wilayah penghasil kopi Arabika Gayo itu.

Wisata baru itu bernama Lut Kucak yang berada di kampung Wak Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Lut Kucak ini diprediksi akan menjadi daya tarik baru bagi para wisatawan yang melancong ke dataran tinggi Gayo.

Menurut Kadisparpora Kabupaten Bener Meriah Irmansyah, SSTP, MSP, kawasan destinasi wisata baru Lot Kucak tersebut memiliki ketinggian di atas 2000 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL) dengan view yang memanjakan para wisatawan yang datang nantinya.

"Wisata baru Lut Kucak yang ada di Kabupaten Bener Meriah ini nantinya akan menjadi 'magnet' baru bagi wilayah ini, dan wisata ini sangat mirip dengan telaga mardina di kaki gunung Lawu Jawa Tengah," kata Irmansyah di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2020).

Objek wisata yang berada di kawasan hutan lindung ini mulai di bangun pemerintah daerah setempat telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga KPH III-Aceh.

"Kawasan Lut Kucak ini akan menjadi kedaulatan bagi masyarakat yang tinggal di sana,"jelasnya.

Selain itu, kawasan Lut Kucak ini sendiri memiliki areal 813 hektare dengan luas kawah danau sekitar 8 hektare persegi. Dengan adanya upaya pemugaran di wilayah tersebut, pihak Pemda Bener Meriah sangat berharap perannya juga bisa mempersempit jalur lintas praktik illegal logging yang selama ini cukup meresahkan masyarakat.

"Kami di sini (Disparpora) hanya sebagai pintu gerbang bagaimana membuka peluang supaya Lut Kucak bisa berkembang sebagai salah satu distinasi wisata yang mampu diandalkan. Peran lintas dinas untuk pengembangan kawasan ini masih sangat diperlukan. Tentunya, semua harus dijalankan sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya. 



BERITA TERKAIT
BACA JUGA