Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi

dew - detikTravel
Jumat, 16 Agu 2013 14:15 WIB

Jakarta - 68 tahun lalu, tepatnya tanggal 16 agustus 1945 naskah Proklamasi Kemerdekaan dibuat oleh Bung Karno, Bung Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah besar ini. Ayo tengok dan kulik sejarahnya!

Rumah ini berdiri di Jl Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakpus, dan difungsikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. detikTravel, menyusuri bangunan seluas 1.138 m2 ini. Rumah ini dulunya menjadi kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda (Dewi/detikTravel)
Rumah ini berdiri tahun 1920, dibangun oleh JFL Blankenberg arsitek asal Belanda. Bergaya Eropa dengan cat putih dan kuning muda, terlihat kokoh dan mewah jika traveler menjejaki tiap ruang. Ada 2 lantai yang menggambarkan dan menyimpan benda bertema detik-detik menjelang kemerdekaan (Dewi/detikTravel)
Tengoklah sebelah kiri Anda saat memasuki gedung. Ada ruang Konsep Teks Proklamasi, di mana dulu Bung Karno menyusun kalimat teks kemerdekaan pada secarik kertas (Dewi/detikTravel)
Di sebelahnya menembus ruangan di mana Bung Karno membaca pelan-pelan naskah yang telah dibuat dan meminta persetujuan kepada semua yang hadir dalam peristiwa ini (Dewi/detikTravel)
Berikutnya injak kaki Anda di ruang Pengetikan Naskah yang berada di bawah tangga. Sayuti Melik diminta oleh Bung Karno untuk mengetik naskah yang sudah disetujui hadirin. Ia ditemani oleh BM Diah saat mengetik naskah. Terakhir adalah ruang Pengesahan dan Penandatangan Teks Proklamasi (Dewi/detikTravel)
Semua benda yang Anda lihat hanyalah replika saja. Tetapi masih ada piano asli bersejarah yang bertengger di bawah tangga, tempat di mana Soekarno-Hatta menandatangani teks proklamasi di atas piano itu (Dewi/detikTravel)
Beranjak ke lantai 2 dan lihatlah ruangan lain di sana. Ruang pertama menggambarkan suasana peristiwa penting saat menjelang proklamasi dan setelah Indonesia merdeka. Di Ruang ke-2 ada benda pemutar piringan hitam dan hasil scan naskah proklamasi (Dewi/detikTravel)
Sedangkan ruang ke-3 bertema mempertahankan kemerdekaan. Ketika Belanda ingin menguasai kembali, setiap daerah masih terjadi pergolakan-pergolakan hebat (Dewi/detikTravel)
Ruang ke-4 merupakan ruang khusus untuk memamerkan benda-benda para tokoh yang hadir dalam peristiwa ini. Tersimpan koleksi asli mulai dari jam tangan, pulpen sampai baju-baju yang dipajang. Dulunya memang di sini para tokoh, pemuda, perwakilan daerah berkumpul menunggu hasil naskah proklamasi yang sedang dibuat (Dewi/detikTravel)
Butuh pengorbanan dan perjuangan keras dalam membuat teks proklamasi ini. Jangan malu datang ke museum ini ya. Apalagi besok ada napak tilas untuk mengenang detik-detik kemerdekaan di museum ini. Dirgahayu Indonesia! (Dewi/detikTravel)
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Menengok Rumah Pembuatan Naskah Teks Proklamasi
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads