Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Okt 2017 08:50 WIB

PHOTOS

Potret Toleransi Beragama di Garut

Hakim Ghani
detikTravel

Garut - Di kawasan Situ Cangkuang, Garut kamu bisa belajar toleransi beragama. Ada candi dan situs peninggalan Islam berdiri berdampingan. Tidak ada permusuhan.

Di kawasan Situ Cangkuang, Garut terdapat sejumlah peninggalan purbakala, salah satunya adalah bangunan candi dan juga situs peninggalan Islam. Keduanya berdiri berdampingan dengan lokasi yang tidak terlalu jauh (Hakim Ghani/detikTravel)
Di kawasan Situ Cangkuang, Garut terdapat sejumlah peninggalan purbakala, salah satunya adalah bangunan candi dan juga situs peninggalan Islam. Keduanya berdiri berdampingan dengan lokasi yang tidak terlalu jauh (Hakim Ghani/detikTravel)
Candi di Desa Cangkuang ini pertama kali ditemukan oleh tim cagar budaya Jabar pada tahun 1966. Candi Hindu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi (Hakim Ghani/detikTravel)
Candi di Desa Cangkuang ini pertama kali ditemukan oleh tim cagar budaya Jabar pada tahun 1966. Candi Hindu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi (Hakim Ghani/detikTravel)
Candi Cangkuange terbuat dari batu andesit dengan tinggi 8,5 meter dan memiliki ukuran 4,5x4,5 meter. Hingga saat ini belum diketahui kerajaan mana yang menduduki wilayah ini (Hakim Ghani/detikTravel)
Candi Cangkuange terbuat dari batu andesit dengan tinggi 8,5 meter dan memiliki ukuran 4,5x4,5 meter. Hingga saat ini belum diketahui kerajaan mana yang menduduki wilayah ini (Hakim Ghani/detikTravel)
Uniknya, di kawasan wisata Situ Cangkuang ini ada situs peninggalan agama Islam yang lokasinya sangat berdekatan lokasi candi. Situs itu berupa makam Arif Muhammad dan naskah agama Islam kuno seperti Al Quran dan Hadist (Hakim Ghani/detikTravel)
Uniknya, di kawasan wisata Situ Cangkuang ini ada situs peninggalan agama Islam yang lokasinya sangat berdekatan lokasi candi. Situs itu berupa makam Arif Muhammad dan naskah agama Islam kuno seperti Al Qur'an dan Hadist (Hakim Ghani/detikTravel)
Ada satu mitos yang berkembang di kawasan ini, yaitu dilarang menabuh gong. Menurut pengelola kawasan wisata Situ Cangkuang, Zaki Munawar, jika gong ditabuh warga percaya akan ada bencana yang terjadi (Hakim Ghani/detikTravel)
Ada satu mitos yang berkembang di kawasan ini, yaitu dilarang menabuh gong. Menurut pengelola kawasan wisata Situ Cangkuang, Zaki Munawar, jika gong ditabuh warga percaya akan ada bencana yang terjadi (Hakim Ghani/detikTravel)
Selain itu, ada juga Kampung Pulo peninggalan Arif Muhammad. Di Kampung Pulo, terdapat 6 unit rumah dan sebuah masjid. 6 unit rumah dan 1 masjid tersebut melambangkan 6 putri Arif Muhammad dan 1 putranya. Jumlah bangunan tidak boleh ditambah atau dikurangi (Hakim Ghani/detikTravel)
Selain itu, ada juga Kampung Pulo peninggalan Arif Muhammad. Di Kampung Pulo, terdapat 6 unit rumah dan sebuah masjid. 6 unit rumah dan 1 masjid tersebut melambangkan 6 putri Arif Muhammad dan 1 putranya. Jumlah bangunan tidak boleh ditambah atau dikurangi (Hakim Ghani/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA