Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Mar 2019 12:30 WIB

PHOTOS

Foto: Ada Tank Perang Dunia II di Papua Barat

Bona
detikTravel

Bikar - Siapa sangka, banyak peninggalan Perang Dunia II ada di Indonesia. Di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat ada wisata sejarah tank bekas perang di dalam hutan.

Di tengah hutan Distrik Bikar, Kampung Es Mambo, Tambrauw ada sebuah wisata sejarah berwujud tank di tengah hutan. (Bonauli/detikcom)

Di tengah hutan Distrik Bikar, Kampung Es Mambo, Tambrauw ada sebuah wisata sejarah berwujud tank di tengah hutan. (Bonauli/detikcom)


Posisi tank berada sekitar 50 meter dari jalan pinggir hutan. Ada sebuah pos jaga yang menjadi tanda pintu masuk menuju tank-tank tersebut. (Bonauli/detikcom)

Posisi tank berada sekitar 50 meter dari jalan pinggir hutan. Ada sebuah pos jaga yang menjadi tanda pintu masuk menuju tank-tank tersebut. (Bonauli/detikcom)


Tambrauw jadi pangkalan militer Amerika Serikat di Samudera Pasifik melawan Jepang. Inilah tank-tank peninggalan AS yang jadi saksi bisu Perang Dunia II. (Bonauli/detikcom)

Tambrauw jadi pangkalan militer Amerika Serikat di Samudera Pasifik melawan Jepang. Inilah tank-tank peninggalan AS yang jadi saksi bisu Perang Dunia II. (Bonauli/detikcom)


Sekutu mendarat di sepanjang pantai utara Papua Barat untuk menemukan jejak Jepang. Untuk mempersiapkan perang, Sekutu membawa tank dan helikopter ke Tambrauw. (Bonauli/detikcom)

Sekutu mendarat di sepanjang pantai utara Papua Barat untuk menemukan jejak Jepang. Untuk mempersiapkan perang, Sekutu membawa tank dan helikopter ke Tambrauw. (Bonauli/detikcom)


Kini hanya ada 3 titik di Hutan Bikar yang tersisa. Untuk sampai di sini, wisatawan bisa berkendara dari Sausapor selama 40 menit. (Bonauli/detikcom)

Kini hanya ada 3 titik di Hutan Bikar yang tersisa. Untuk sampai di sini, wisatawan bisa berkendara dari Sausapor selama 40 menit. (Bonauli/detikcom)


Hanya treking selama 5 menit, wisatawan sudah sampai di area tank. Ada beberapa warga yang bekerja sama dengan pemda untuk merawat tank-tank ini. (Bonauli/detikcom)

Hanya treking selama 5 menit, wisatawan sudah sampai di area tank. Ada beberapa warga yang bekerja sama dengan pemda untuk merawat tank-tank ini. (Bonauli/detikcom)


Di titik pertama, ada 5 tank yang bisa traveler lihat. Walau sudah tidak utuh, tapi tank ini menjadi bukti kekuatan Sekutu. (Bonauli/detikcom)

Di titik pertama, ada 5 tank yang bisa traveler lihat. Walau sudah tidak utuh, tapi tank ini menjadi bukti kekuatan Sekutu. (Bonauli/detikcom)


Empat tank diduga artileri dan satu tank diduga amfibi. Bagian dalam tank sudah tidak ada, tersisa roda dan gigi rantai saja. (Bonauli/detikcom)

Empat tank diduga artileri dan satu tank diduga amfibi. Bagian dalam tank sudah tidak ada, tersisa roda dan gigi rantai saja. (Bonauli/detikcom)


Bukti lubang tembakan terlihat jelas di sisi-sisi tank. Salah satu tank bahkan memiliki tali tambang yang diduga menjadi alat bantu untuk membawa tank masuk ke hutan. (Bonauli/detikcom)

Bukti lubang tembakan terlihat jelas di sisi-sisi tank. Salah satu tank bahkan memiliki tali tambang yang diduga menjadi alat bantu untuk membawa tank masuk ke hutan. (Bonauli/detikcom)


Di spot ini, tank-tank sudah lumayan bersih dari tumbuhan. Namun pohon-pohon besar yang sudah ada di tengah tank memang sengaja tidak dihilangkan agar tidak merusak tank. (Bonauli/detikcom)

Di spot ini, tank-tank sudah lumayan bersih dari tumbuhan. Namun pohon-pohon besar yang sudah ada di tengah tank memang sengaja tidak dihilangkan agar tidak merusak tank. (Bonauli/detikcom)


Setelah puas di titik pertama, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke spot kedua. Tank di tempat ini tidak jauh berbeda dengan spot pertama. (Bonauli/detikcom)

Setelah puas di titik pertama, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke spot kedua. Tank di tempat ini tidak jauh berbeda dengan spot pertama. (Bonauli/detikcom)


Juga berjarak 50 meter ke dalam hutan, spot kedua memiliki 4 tank yang ditutupi oleh tumbuhan. (Bonauli/detikcom)

Juga berjarak 50 meter ke dalam hutan, spot kedua memiliki 4 tank yang ditutupi oleh tumbuhan. (Bonauli/detikcom)


Meskipun masih tahap pengerjaan, namun wisatawan sudah bisa datang dan berkunjung ke sini. (Bonauli/detikcom)

Meskipun masih tahap pengerjaan, namun wisatawan sudah bisa datang dan berkunjung ke sini. (Bonauli/detikcom)



Tak ada yang tahu bagaimana tank-tank ini ada di tengah hutan. (Bonauli/detikcom)

Tak ada yang tahu bagaimana tank-tank ini ada di tengah hutan. (Bonauli/detikcom)


Mungkin satu-satunya di Papua Barat, inilah saksi-saksi bisu peninggalan Perang Dunia II. (Bonauli/detikcom)

Mungkin satu-satunya di Papua Barat, inilah saksi-saksi bisu peninggalan Perang Dunia II. (Bonauli/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA