Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Jul 2019 16:55 WIB

PHOTOS

Foto: Eropa di Osaka

Dana Aditiasari
detikTravel

Osaka - Osaka punya sudut Eropa yang masih bertahan. Berupa bangunan budaya dan pusat perrtunjukkan seni, gedung ini bernama Osaka City Central Public Hall.

Saat di Osaka, traveler bisa rehat sejenak ke Nakanoshima. Di lokasi ini ada bangunan tua bersejarah, Osaka City Central Public Hall yang mengusung gaya bangunan ala Eropa. (Dana Aditiasari/detikcom)
Saat di Osaka, traveler bisa rehat sejenak ke Nakanoshima. Di lokasi ini ada bangunan tua bersejarah, Osaka City Central Public Hall yang mengusung gaya bangunan ala Eropa. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bangunan bergaya arsitektur masa lalu ini digunakan sebagai pusat pertunjukan budaya, seni dan aktifitas sosial. Perancangnya adalah Shinichiro Okada dan Kingo Tatsuno yang merupakan tokoh arsitektur terkemuka di Jepang. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bangunan bergaya arsitektur masa lalu ini digunakan sebagai pusat pertunjukan budaya, seni dan aktifitas sosial. Perancangnya adalah Shinichiro Okada dan Kingo Tatsuno yang merupakan tokoh arsitektur terkemuka di Jepang. (Dana Aditiasari/detikcom)
Seperti Osaka Castle, bangunan ini juga jadi salah satu simbol kota Osaka. (Dana Aditiasari/detikcom)
Seperti Osaka Castle, bangunan ini juga jadi salah satu simbol kota Osaka. (Dana Aditiasari/detikcom)
Hampir seluruh bagian bangunan ini dilapisi bata merah yang membuatnya tampil apik dengan konstruksi mengusung gaya Neo-Renaissance yang menggabungkan unsur kemegahan Baroque dan gaya Vienna Secession. (Dana Aditiasari/detikcom)
Hampir seluruh bagian bangunan ini dilapisi bata merah yang membuatnya tampil apik dengan konstruksi mengusung gaya Neo-Renaissance yang menggabungkan unsur kemegahan Baroque dan gaya Vienna Secession. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bagian yang paling unik dari bangunan ini adalah bagian atapnya yang melengkung dan langit-langit yang dihiasi lukisan yang menceritakan pembentukan alam semesta. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bagian yang paling unik dari bangunan ini adalah bagian atapnya yang melengkung dan langit-langit yang dihiasi lukisan yang menceritakan pembentukan alam semesta. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bangunan ini sendiri bisa dikatakan sebagai saksi sejarah. Konstruksi bangunan ini sendiri selesai pada 1981 dengan biaya konstruksi 1 juta yen kala itu yang berasal dari sumbangan pialang saham terkenal Jepang kala itu, Einosuke Iwamoto. (Dana Aditiasari/detikcom)
Bangunan ini sendiri bisa dikatakan sebagai saksi sejarah. Konstruksi bangunan ini sendiri selesai pada 1981 dengan biaya konstruksi 1 juta yen kala itu yang berasal dari sumbangan pialang saham terkenal Jepang kala itu, Einosuke Iwamoto. (Dana Aditiasari/detikcom)
Meski struktur utama masih dipertahankan seperti bentuk semula sejak pertamakali dibangun, namun bagian dalamnya sudah mendapat sentuhan modern seperti lift, dan pintu otomatis pada toilet yang bisa membuka dan menutup sendiri dengan sensor. (Dana Aditiasari/detikcom)
Meski struktur utama masih dipertahankan seperti bentuk semula sejak pertamakali dibangun, namun bagian dalamnya sudah mendapat sentuhan modern seperti lift, dan pintu otomatis pada toilet yang bisa membuka dan menutup sendiri dengan sensor. (Dana Aditiasari/detikcom)
Di lantai dasar bangunan ini ada restoran bergaya barat AWAKE yang bisa jadi pilihan bersantap siang atau juga makan malam romantis yang buka pada pukul 11.00-15.00 dan 17.30-22.00 waktu setempat. (Dana Aditiasari/detikcom)
Di lantai dasar bangunan ini ada restoran bergaya barat AWAKE yang bisa jadi pilihan bersantap siang atau juga makan malam romantis yang buka pada pukul 11.00-15.00 dan 17.30-22.00 waktu setempat. (Dana Aditiasari/detikcom)
Di malam hari, bangunan ini akan tampak semakin cantik dibalur cahaya terang yang menyembul dari celah-celah bangunan. (Dana Aditiasari/detikcom)
Di malam hari, bangunan ini akan tampak semakin cantik dibalur cahaya terang yang menyembul dari celah-celah bangunan. (Dana Aditiasari/detikcom)
Kamu sudah pernah ke sini? (Dana Aditiasari/detikcom)
Kamu sudah pernah ke sini? (Dana Aditiasari/detikcom)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA