Perdana ke Arab Saudi, Pangeran William Sambangi Al Ula
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perdana ke Arab Saudi, Pangeran William Sambangi Al Ula

Bonauli - detikTravel
Sabtu, 14 Feb 2026 20:15 WIB
Pangeran William pertama kali ke Arab Saudi
Pangeran William pertama kali ke Arab Saudi (Andrew Parsons/Kensington Palace)
Riyadh -

Pangeran William melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi. Al Ula yang eksotis tak luput dari daftar kunjungannya.

Dikutip dari Connecting People, Sabtu (14/2/2026), agenda diplomatik itu dijalani oleh Pangeran William selama tiga hari, mulai 9-11 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, salah satu agenda yang disepakati adalah Tahun Kebudayaan Saudi-Inggris pada 2029.

Kunjungan kerajaan itu juga mengusung pengenalan budaya global Saudi yang semakin berkembang, seperti pusat warisan, olahraga, dan kreatif yang menjadi inti Visi 2030.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan tiga hari tersebut termasuk singgah di Al Ula, sebuah kawasan arkeologi berusia 7.000 tahun di wilayah Madinah Saudi. Di sana, Pangeran William mengunjungi Kota Tua, Jalan Rempah, Distrik Budaya Oasis, dan Cagar Alam Sharaan.

Pangeran William pertama kali ke Arab SaudiPangeran William pertama kali ke Arab Saudi (Andrew Parsons/Kensington Palace)

Ditemani oleh Menteri Kebudayaan Saudi dan Gubernur Komisi Kerajaan untuk Al Ula, Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan, ia bertemu dengan sekelompok Penjaga Saudi yang memberikan gambaran umum tentang upaya konservasi cagar alam tersebut.

ADVERTISEMENT

Pangeran William juga mendengar langsung tentang program restorasi lahan cagar alam dari tim Habitat dan Restorasi RCU dan ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon akasia.

Perjalanan terus berlanjut, rombongan kerajaan mengunjungi formasi Dancing Rocks atau Batu Menari yang merupakan proyek lingkungan untuk memperkenalkan kembali spesies asli Arab yang hampir punah, yaitu Arabian Leopard.

Bertepatan dengan Festival Seni Al Ula, Pangeran William juga bertemu dengan kelompok pemuda Saudi yang berpartisipasi dalam program budaya bersama antara kedua negara dan bergabung dengan para seniman di Distrik Seni Al Jadidah untuk merayakan peran seni dalam menghubungkan bangsa-bangsa.

Agenda lain adalah kunjungan ke Prince of Wales House, sebuah ruang budaya yang menampilkan kolaborasi Inggris-Saudi dalam budaya, kreativitas, dan regenerasi. Tempat ini menyoroti peran Al-Ula sebagai platform untuk pertukaran budaya.

Kini, Al Ula memang telah menjadi magnet wisatawan dunia. Kawasan itu juga menjadi rumah bagi Situs Warisan Dunia UNESCO pertama Saudi, Hegra.

Jumlah pengunjung ke Al Ula meningkat 9% pada 2024, yang didukung oleh peningkatan kapasitas perhotelan dari merek-merek termasuk Banyan Tree, Habitas, dan Chedi. Khusus Chedi, ada penawaran menarik yang membuat turis datang, hotel ini mengubah bekas stasiun kereta api menjadi hotel heritage dengan 35 kamar mewah.

Pangeran William disambut oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Diriyah Company.

Pangeran William pertama kali ke Arab SaudiPangeran William pertama kali ke Arab Saudi (Andrew Parsons/Kensington Palace)

Sebelum ke Al-Ula, ia lebih dulu melakukan kunjungan ke At Turaif, Situs Warisan Dunia UNESCO yang dianggap sebagai tempat kelahiran negara Saudi dan jantung bersejarah Diriyah, Kota Bumi.

"Kunjungan ini mewakili ikatan kuat yang dijunjung tinggi oleh Arab Saudi dan Inggris," kata Jerry Inzerillo, CEO Grup Diriyah Company.

Diriyah, sebuah megaproyek senilai USD 63,2 miliar seluas 16 kilometer persegi di pinggiran Riyadh, sedang diubah menjadi destinasi wisata unggulan yang dibangun di sekitar budaya dan sejarahnya.

Setelah selesai sepenuhnya, Diriyah akan memiliki 40 hotel mewah, 300 hunian bermerek, 1.000 gerai ritel, 150 restoran dan kafe, serta 26 pusat seni dan budaya, memperkuat posisinya sebagai pusat global untuk pariwisata berbasis warisan budaya.

"Merupakan suatu kehormatan untuk memiliki kesempatan menjelaskan visi masa depan kami untuk Diriyah dan berbagi sejarah tiga abad yang tertanam di dinding istana dan lorong-lorong At-Turaif," kata dia.




(bnl/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads