Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Okt 2019 12:30 WIB

PHOTOS

Foto: Kering Kerontang Embung Nglanggeran

Gunungkidul - Musim kemarau, debit air Embung Nglanggeran kini berkurang drastis. Nyaris kering kerontang, jumlah pengunjung di embung cantik ini pun menurun signifikan.

Beginilah situasi terkini Embung Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta. Saat musim kemarau, debit air embung ini menyusut secara drastis. (Pradito/detikcom)

Beginilah situasi terkini Embung Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta. Saat musim kemarau, debit air embung ini menyusut secara drastis. (Pradito/detikcom)

Dari pantauan detikcom, susutnya debit air Embung Nglanggeran membuat suasana sangat sepi pengunjung. Bisa dibilang, jumlah pengunjung menurun secara signifikan. (Pradito/detikcom)

Dari pantauan detikcom, susutnya debit air Embung Nglanggeran membuat suasana sangat sepi pengunjung. Bisa dibilang, jumlah pengunjung menurun secara signifikan. (Pradito/detikcom)

Hal itu dibenarkan oleh Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono. Dari biasanya 10-15 ribu orang per bulan, jumlah pengunjung turun jadi tinggal 2 ribu orang saja dalam sebulan. (Pradito/detikcom)

Hal itu dibenarkan oleh Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono. Dari biasanya 10-15 ribu orang per bulan, jumlah pengunjung turun jadi tinggal 2 ribu orang saja dalam sebulan. (Pradito/detikcom)

Pihak pengelola menyiasati keringnya embung ini dengan mengalihkan tujuan wisata pengunjung ke objek wisata lain seperti Gunung Api Purba Nglanggeran. (Pradito/detikcom

Pihak pengelola menyiasati keringnya embung ini dengan mengalihkan tujuan wisata pengunjung ke objek wisata lain seperti Gunung Api Purba Nglanggeran. (Pradito/detikcom

Cukup sedih memang jika melihat kondisi Embung Nglanggeran saat musim kemarau. Tapi kondisi tersebut tidak bisa ditolak karena merupakan faktor alami. (Pradito/detikcom)

Cukup sedih memang jika melihat kondisi Embung Nglanggeran saat musim kemarau. Tapi kondisi tersebut tidak bisa ditolak karena merupakan faktor alami. (Pradito/detikcom)

Meski nyaris kering kerontang, traveler tetap bisa berkunjung ke embung ini. Tiket masuk dipatok Rp 10 ribu per orang. (Pradito/detikcom)

Meski nyaris kering kerontang, traveler tetap bisa berkunjung ke embung ini. Tiket masuk dipatok Rp 10 ribu per orang. (Pradito/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA