Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jul 2020 13:25 WIB

PHOTOS

Melihat Kehidupan Tibet yang Sering Disebut Atap Dunia

Getty Images
detikTravel

Jakarta - Tibet berada di ketinggian 13 ribu kaki dari daratan sehingga wilayah ini sering disebut atap dunia. Warga Tibet menghabiskan harinya dengan cuaca ekstrim.

Daratan Tibet merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah Cina. Kevin Frayer/Getty Images  

Daratan Tibet merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah Cina. Kevin Frayer/Getty Images  

Tibet juga dikenal sebagai provinsi dengan wilayah yang paling tinggi di bumi. Wang He/Getty Images  

Tibet juga dikenal sebagai provinsi dengan wilayah yang paling tinggi di bumi. Wang He/Getty Images  

Daerah ini berada di ketinggian 13 ribu kaki dari daratan. Berada di daerah pegunungan menyebabkan kultur masyarakatnya berbeda dengan penduduk Cina kebanyakan. Kevin Frayer/Getty Images  

Daerah ini berada di ketinggian 13 ribu kaki dari daratan. Berada di daerah pegunungan menyebabkan kultur masyarakatnya berbeda dengan penduduk Cina kebanyakan. Kevin Frayer/Getty Images  

Secara geografis, Tibet masuk ke teritorial negara Cina. Namun pada kenyataannya Tibet memiliki otonomi sendiri yang tidak mau disamakan dengan Cina. China Photos/Getty Images  

Secara geografis, Tibet masuk ke teritorial negara Cina. Namun pada kenyataannya Tibet memiliki otonomi sendiri yang tidak mau disamakan dengan Cina. China Photos/Getty Images  

Daerah Tibet memiliki suhu cukup rendah karena berada di pegunungan es, penduduk lokal mengandalkan kebutuhan hidup dari hutan dan sungai. Kevin Frayer/Getty Images  

Daerah Tibet memiliki suhu cukup rendah karena berada di pegunungan es, penduduk lokal mengandalkan kebutuhan hidup dari hutan dan sungai. Kevin Frayer/Getty Images  

Warga Tibet sudah terbiasa dengan hawa dingin, adaptasi yang dilakukan oleh penduduk asli Tibet cukup ekstrim. Kevin Frayer/Getty Images  

Warga Tibet sudah terbiasa dengan hawa dingin, adaptasi yang dilakukan oleh penduduk asli Tibet cukup ekstrim. Kevin Frayer/Getty Images  

Meski mendapat julukan “Daratan Salju”, tetapi sebenarnya salju hanya turun satu kali dalam dua tahun. Kevin Frayer/Getty Images  

Meski mendapat julukan “Daratan Salju”, tetapi sebenarnya salju hanya turun satu kali dalam dua tahun. Kevin Frayer/Getty Images  

Perbedaan mencolok antara penduduk Tibet dengan penduduk di daerah sekitarnya ialah penduduk asli Tibet memiliki siklus usia lebih dari 100 tahun. Kevin Frayer/Getty Images  

Perbedaan mencolok antara penduduk Tibet dengan penduduk di daerah sekitarnya ialah penduduk asli Tibet memiliki siklus usia lebih dari 100 tahun. Kevin Frayer/Getty Images  

Kebanyakan penduduk di Tibet masih mempercayai adanya kekuatan magis, kekuatan di luar nalar manusia yang biasa disebut sebagai animisme-dinamisme. Kevin Frayer/Getty Images  

Kebanyakan penduduk di Tibet masih mempercayai adanya kekuatan magis, kekuatan di luar nalar manusia yang biasa disebut sebagai animisme-dinamisme. Kevin Frayer/Getty Images  

Selain dikenal dengan keunikan letak geografisnya, Tibet juga terkenal akan tradisinya yang masih kental. Kevin Frayer/Getty Images  

Selain dikenal dengan keunikan letak geografisnya, Tibet juga terkenal akan tradisinya yang masih kental. Kevin Frayer/Getty Images  

Hewan terkenal di Tibet adalah Yak untuk jantan dan dri untuk betina yang mampu membawa beban 50 kg dengan perjalanan 5000 meter dengan suhu -30° C. Yak digunakan untuk membajak tanah, diambil daging, susu, dan kulitnya. Kevin Frayer/Getty Images  

Hewan terkenal di Tibet adalah Yak untuk jantan dan dri untuk betina yang mampu membawa beban 50 kg dengan perjalanan 5000 meter dengan suhu -30° C. Yak digunakan untuk membajak tanah, diambil daging, susu, dan kulitnya. Kevin Frayer/Getty Images  

BERITA TERKAIT
BACA JUGA