Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Agu 2020 21:42 WIB

PHOTOS

Watu Gilang dan Kisah Ki Ageng Mangir

Kristina
detikTravel

Kotagede - Bagi traveler yang suka wisata sejarah, mari sambangi Kotagede di Yogyakarta untuk menyimak kisah tentang Ki Ageng Mangir dan peninggalannya berupa Watu Gilang.

Kotagede atau yang dulunya bernama Alas Mentaok, tempat bertahtanya Panembahan Senopati menyimpan banyak cerita dan peninggalan. Salah satunya yaitu Watu Gilang yang menyimpan kisah Ki Ageng Mangir. (Kristina/detikcom)

Kotagede atau yang dulunya bernama Alas Mentaok, tempat bertahtanya Panembahan Senopati menyimpan banyak cerita dan peninggalan. Salah satunya yaitu Watu Gilang yang menyimpan kisah Ki Ageng Mangir. (Kristina/detikcom)

Di salah satu sisi Watu Gilang terdapat cekungan yang besarnya seukuran dahi orang dewasa. Menurut penuturan juru kunci, cekungan itu akibat benturan kepala Ki Ageng Mangir yang pada saat itu melakukan sembah sungkem kepada Panembahan Senopati. (Kristina/detikcom)

Di salah satu sisi Watu Gilang terdapat cekungan yang besarnya seukuran dahi orang dewasa. Menurut penuturan juru kunci, cekungan itu akibat benturan kepala Ki Ageng Mangir yang pada saat itu melakukan sembah sungkem kepada Panembahan Senopati. (Kristina/detikcom)

Selain Watu Gilang, ada pula Watu Genthong. Batu cekungan yang berwarna hitam itu biasa digunakan Ki Juru Martani, Patih Panembahan Senopati untuk minum dan berwudhu. Hingga saat ini kondisi Watu Genthong masih utuh. (Kristina/detikcom)

Selain Watu Gilang, ada pula Watu Genthong. Batu cekungan yang berwarna hitam itu biasa digunakan Ki Juru Martani, Patih Panembahan Senopati untuk minum dan berwudhu. Hingga saat ini kondisi Watu Genthong masih utuh. (Kristina/detikcom)

Di sebelah Watu Genthong, ada Watu Gatheng. Watu Gatheng jumlahnya 3 buah. Beratnya dari yang paling kecil sekitar 5 kg, kemudian yang besar 20 kg, dan yang paling berat 25 kg. Pada zaman dahulu, Watu Gatheng digunakan untuk bermain oleh Raden Rangga yang tak lain adalah Putra Panembahan Senopati. (Kristina/detikcom)

Di sebelah Watu Genthong, ada Watu Gatheng. Watu Gatheng jumlahnya 3 buah. Beratnya dari yang paling kecil sekitar 5 kg, kemudian yang besar 20 kg, dan yang paling berat 25 kg. Pada zaman dahulu, Watu Gatheng digunakan untuk bermain oleh Raden Rangga yang tak lain adalah Putra Panembahan Senopati. (Kristina/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA