Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Des 2020 19:39 WIB

PHOTOS

Mengenal Yudhi Ndut Sopir Taksi Lintas Negara

Rachman Haryanto
detikTravel

Putussibau - Profesi sopir taksi di Kalimantan Barat tentu menjadi pekerjaan yang asyik bagi Wahyudi (Yudhi Ndut). Bagaimana tidak, area yang dijelajahi mencakup 3 negara.

Wahyudi sudah menjalani profesi sebagai sopir Taksi sejak tahun 2002 hingga kini. Banyak asam garam dan suka duka yang telah ia lewati.

Wahyudi sudah menjalani profesi sebagai sopir Taksi sejak tahun 2002 hingga kini. Banyak asam garam dan suka duka yang telah ia lewati.

Selama kurang lebih 18 tahun menjadi sopir Taksi ia mengaku sudah melintasi 3 negara yang ada di daratan Borneo, Kalimantan Barat, Malaysia hingga Brunei Darussalam.

Selama kurang lebih 18 tahun menjadi sopir Taksi ia mengaku sudah melintasi 3 negara yang ada di daratan Borneo, Kalimantan Barat, Malaysia hingga Brunei Darussalam.

Sejak tahun 2002, angkutan umum yang mengatarkan ke perbatasan negara tetangga seperti sekarang (Damri) belum ada.  Jadi mau tidak mau, orang yang ingin berpergian lewat jalur darat, harus menyewa taksi atau travel.

Sejak tahun 2002, angkutan umum yang mengatarkan ke perbatasan negara tetangga seperti sekarang (Damri) belum ada.  Jadi mau tidak mau, orang yang ingin berpergian lewat jalur darat, harus menyewa taksi atau travel.

Di awal-awal merintis karir sebagai sopir lintas negara, Negara Brunei yang ia jalani, jalanan saat itu terbilang masih cukup OK karena masih bisa dilintasi oleh kendaraan biasa, tak perlu double gardan.

Di awal-awal merintis karir sebagai sopir lintas negara, Negara Brunei yang ia jalani, jalanan saat itu terbilang masih cukup OK karena masih bisa dilintasi oleh kendaraan biasa, tak perlu double gardan.

Namun sekitar tahun 2009 banyak jalanan di perbatasan yang tak terawat dan kualitasnya sangat memprihatinkan. Seperti tak diurus oleh negara. Hal itu sangat berbeda jauh dengan negara tetangga, seperti Serawak, Malaysia, Sabah ataupun Brunei.

Namun sekitar tahun 2009 banyak jalanan di perbatasan yang tak terawat dan kualitasnya sangat memprihatinkan. Seperti tak diurus oleh negara. Hal itu sangat berbeda jauh dengan negara tetangga, seperti Serawak, Malaysia, Sabah ataupun Brunei.

Kini kondisi jalan diperbatasan dan di Indonesia sudah bisa terbilang sama bagusnya dengan negara tetangga. sudah ada dua jalur dan kondisi sspalnya juga sudah lumayan halus. Dari batas Entikong, jalanan mulus kini sudah bisa dinikmati kondisi jalannya dan fasilitasnya.

Kini kondisi jalan diperbatasan dan di Indonesia sudah bisa terbilang sama bagusnya dengan negara tetangga. sudah ada dua jalur dan kondisi sspalnya juga sudah lumayan halus. Dari batas Entikong, jalanan mulus kini sudah bisa dinikmati kondisi jalannya dan fasilitasnya.

Pandemi COVID-19 yang sudah dimulai dari bulan Maret membuat Yudhi Ndut tak bisa keluar negeri. Kini ia pun hanya bisa melayani perjalanan dalam provinsi antar kabupaten.

Pandemi COVID-19 yang sudah dimulai dari bulan Maret membuat Yudhi Ndut tak bisa keluar negeri. Kini ia pun hanya bisa melayani perjalanan dalam provinsi antar kabupaten.

Penghasilannya pun diakui sangat menurun dibanding sebelumnya. Yang biasa dalam sebulan bisa 4 kali keluar negeri, kini dalam sebulan sekali aja sudah beruntung bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Penghasilannya pun diakui sangat menurun dibanding sebelumnya. Yang biasa dalam sebulan bisa 4 kali keluar negeri, kini dalam sebulan sekali aja sudah beruntung bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Inilah sosok Yudhi Ndut yang dengan ramah selalu menyapa dan mengajak pengguna jasanya berbincang.

Inilah sosok Yudhi Ndut yang dengan ramah selalu menyapa dan mengajak pengguna jasanya berbincang.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA