Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Mar 2021 18:15 WIB

PHOTOS

Mengenal Bau Nyale, Tradisi Berburu Cacing di Pantai Lombok

Lombok Tengah - Bau Nyale merupakan tradisi turun temurun yang digelar tiap tahun di Lombok. Dalam tradisi itu warga berburu cacing laut warna-warni yang muncul setahun sekali.

Warga menangkap Nyale (cacing laut warna-warni) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (4/3/2021).

Warga menangkap "Nyale" (cacing laut warna-warni) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (4/3/2021).

Bau Nyale merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sasak yang rutin dilakukan tiap tahun di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bau Nyale merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sasak yang rutin dilakukan tiap tahun di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Nyale diketahui merupakan sebutan bagi orang Lombok untuk cacing laut warna-warni yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Nyale diketahui merupakan sebutan bagi orang Lombok untuk cacing laut warna-warni yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Menariknya, Nyale diketahui muncul sekali setahun di pantai selatan Lombok.

Menariknya, Nyale diketahui muncul sekali setahun di pantai selatan Lombok.

Oleh karena itu, tradisi berburu Nyale ini pun kerap dinanti dan diikuti oleh berbagai masyarakat.

Oleh karena itu, tradisi berburu Nyale ini pun kerap dinanti dan diikuti oleh berbagai masyarakat.

Warga pun ramai-ramai mendatangi pantai untuk berburu cacing laut warna-warni tersebut.

Warga pun ramai-ramai mendatangi pantai untuk berburu cacing laut warna-warni tersebut.

Kegiatan berburu cacing laut warna-warni itu pun terus berlangsung meski matahari telah tenggelam. Sebagai pengganti cahaya, warga menggunakan lampu dari senter maupun kamera ponsel.

Kegiatan berburu cacing laut warna-warni itu pun terus berlangsung meski matahari telah tenggelam. Sebagai pengganti cahaya, warga menggunakan lampu dari senter maupun kamera ponsel.

Meski pandemi COVID-19 masih melanda Indonesia, tradisi turun temurun ini masih tetap digelar. Warga pun antusias mendatangi pantai untuk menangkap Nyale.

Meski pandemi COVID-19 masih melanda Indonesia, tradisi turun temurun ini masih tetap digelar. Warga pun antusias mendatangi pantai untuk menangkap Nyale.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA