Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 23 Okt 2021 23:32 WIB

PHOTOS

Indahnya Pulau Banyak di Aceh Singkil yang Dilirik UEA Jadi Wisata Halal

iStock
detikTravel

Aceh Singkil - Pulau Banyak di Aceh Singkil tengah dibangun menjadi wisata halal. Katanya, Uni Emirat Arab tertarik untuk berinvestasi. Sekeren apa pulau itu?

Rencana investasi UEA untuk mengembangkan wisata halal di Pulau Banyak itu dikemukakan Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Dia bilang UEA memberikan sinyal akan menggelontorkan dana USD 750 juta atau setara Rp10,8 triliun untuk membangun tempat wisata ramah mulim berkelanjutan. (Getty Images/ishak mutiara)
Rencana investasi UEA untuk mengembangkan wisata halal di Pulau Banyak itu dikemukakan Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Dia bilang UEA memberikan sinyal akan menggelontorkan dana USD 750 juta atau setara Rp10,8 triliun untuk membangun tempat wisata ramah mulim berkelanjutan. (Getty Images/ishak mutiara)
Pembahasan peluang kerja sama RI dan UEA untuk membangun wisata halal di Pulau Banyak itu dilakukan pada November 2021. (Getty Images/ishak mutiara)
Pembahasan peluang kerja sama RI dan UEA untuk membangun wisata halal di Pulau Banyak itu dilakukan pada November 2021. (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak ini lebih dekat dari Medan ketimbang Banda Aceh. Perjalanan ke Pulau Banyak di Aceh Singkil membutuhkan waktu hingga 20 jam dari Banda Aceh. Perjalanan dari Banda Aceh dapat ditempuh melalui jalur darat ke Aceh Singkil dalam waktu 15 hingga 16 jam. Jika bergerak dari Medan, Sumatera Utara jarak tempuhnya lebih singkat yaitu sekitar tujuh jam. (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak ini lebih dekat dari Medan ketimbang Banda Aceh. Perjalanan ke Pulau Banyak di Aceh Singkil membutuhkan waktu hingga 20 jam dari Banda Aceh. Perjalanan dari Banda Aceh dapat ditempuh melalui jalur darat ke Aceh Singkil dalam waktu 15 hingga 16 jam. Jika bergerak dari Medan, Sumatera Utara jarak tempuhnya lebih singkat yaitu sekitar tujuh jam. (Getty Images/ishak mutiara)
Kepulauan Banyak memiliki luas daratan 135 km2 dan laut seluas 200.000. Kepulauan Banyak meliputi pulau-pulau besar dan kecil dengan pulau terbesarnya adalah Pulau Tuangku, Pulau Bangkaru, Pulau Ujung Batu dan Pulau Palambak besar. (Getty Images/ishak mutiara)
Kepulauan Banyak memiliki luas daratan 135 km2 dan laut seluas 200.000. Kepulauan Banyak meliputi pulau-pulau besar dan kecil dengan pulau terbesarnya adalah Pulau Tuangku, Pulau Bangkaru, Pulau Ujung Batu dan Pulau Palambak besar. (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak dibagi dalam dua kecamatan, yaitu: Kecamatan Pulau Banyak, terdiri dari tiga desa (Pulau Balai, Pulau Baguk dan Teluk Nibung), kemudian Kecamatan Pulau Banyak Darat, terdiri dari empat desa (Haloban, Asantola, Ujung Sialit dan Suka Makmur). (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak dibagi dalam dua kecamatan, yaitu: Kecamatan Pulau Banyak, terdiri dari tiga desa (Pulau Balai, Pulau Baguk dan Teluk Nibung), kemudian Kecamatan Pulau Banyak Darat, terdiri dari empat desa (Haloban, Asantola, Ujung Sialit dan Suka Makmur). (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak menawarkan wisata bahari. Pulau ini memiliki perairan yang sangat jernih dan saking jernihnya, traveler dari atas kapal dapat melongok bawah laut dengan mata telanjang. (Getty Images/ishak mutiara)
Pulau Banyak menawarkan wisata bahari. Pulau ini memiliki perairan yang sangat jernih dan saking jernihnya, traveler dari atas kapal dapat melongok bawah laut dengan mata telanjang. (Getty Images/ishak mutiara)
Hampir semua kawasan Pulau Banyak masuk dalam kawasan Konservasi. Hanya daerah permukiman penduduk yang Areal Penggunaan Lain (APL). Pemeliharaan area dibedakan menjadi Blok Perlindungan Darat, Blok Perlindungan Bahari, Blok Pemanfaatan Darat, Blok Pemanfaatan Bahari, Blok Tradisional Barat, Blok Tradisional Bahari. Hanya Blok Pemanfaatan Darat yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan wisata alam. Itupun dengan ketentuan harus punya surat izin usaha. (Getty Images/ishak mutiara)
Hampir semua kawasan Pulau Banyak masuk dalam kawasan Konservasi. Hanya daerah permukiman penduduk yang Areal Penggunaan Lain (APL). Pemeliharaan area dibedakan menjadi Blok Perlindungan Darat, Blok Perlindungan Bahari, Blok Pemanfaatan Darat, Blok Pemanfaatan Bahari, Blok Tradisional Barat, Blok Tradisional Bahari. Hanya Blok Pemanfaatan Darat yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan wisata alam. Itupun dengan ketentuan harus punya surat izin usaha. (Getty Images/ishak mutiara)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA