Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Jan 2022 21:46 WIB

PHOTOS

Museum Multatuli, Museum Antikolonial Pertama di RI, Ada di Lebak

Lebak - Museum Multatuli mempertahankan gaya klasik bekas kantor Wedana Rangkasbitung. Jadi museum antikolonial pertama di Indonesia, punya audio visual modern.

Museum Multatuli berada di Jl. Alun-Alun Timur No. 8, Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya tepat berada di sebelah alun-alun Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli berada di Jl. Alun-Alun Timur No. 8, Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya tepat berada di sebelah alun-alun Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

Bangunan Museum Multatuli merupakan bangunan bekas kawedanan Rangkasbitung. Bentuk bangunannya seperti huruf T dengan bagian paling depan seperti joglo, beratap tetapi tidak memiliki dinding. (Femi Diah/detikcom)

Bangunan Museum Multatuli merupakan bangunan bekas kawedanan Rangkasbitung. Bentuk bangunannya seperti huruf T dengan bagian paling depan seperti joglo, beratap tetapi tidak memiliki dinding. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli diresmikan oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Dirjen Kemdikbud Hilmar Farid pada 11 februari 2018. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli diresmikan oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Dirjen Kemdikbud Hilmar Farid pada 11 februari 2018. (Femi Diah/detikcom)

Setelah mengisi buku tamu, traveler akan disambut oleh ruangan pertama yang merupakan ruang selamat datang. terdapat mozaik Multatuli yang terbuat dari potongan akrilik dan kutipan Tugas manusia adalah menjadi manusia. (Femi Diah/detikcom)

Setelah mengisi buku tamu, traveler akan disambut oleh ruangan pertama yang merupakan ruang selamat datang. terdapat mozaik Multatuli yang terbuat dari potongan akrilik dan kutipan "Tugas manusia adalah menjadi manusia". (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli tidak melulu menceritakan tokoh Multatuli atau Douews Dekker, tetapi juga mgisahkan kedatangan Belanda ke Nsuantara, tanam paksa, sejarak Lebak, dan tokoh-tokoh yang terkait erat dengan Rangkasbitung, di antaranya sastrawan WS Rendra dan Eugenia van Beers, yang merupakan ibunda Eduard Lodewijk van Halen yang kelak mendirikan band tock van Halen. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli tidak melulu menceritakan tokoh Multatuli atau Douews Dekker, tetapi juga mgisahkan kedatangan Belanda ke Nsuantara, tanam paksa, sejarak Lebak, dan tokoh-tokoh yang terkait erat dengan Rangkasbitung, di antaranya sastrawan WS Rendra dan Eugenia van Beers, yang merupakan ibunda Eduard Lodewijk van Halen yang kelak mendirikan band tock van Halen. (Femi Diah/detikcom)

Di sinilah di ruang Rangkasbitung bisa ditemukan profil tokoh yang terkait erat dengan Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

Di sinilah di ruang Rangkasbitung bisa ditemukan profil tokoh yang terkait erat dengan Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

salah satu pengunjung di Museum Multatuli. (Femi Diah/detikcom)

salah satu pengunjung di Museum Multatuli. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli memiliki tujuh ruang dengan tema berbeda-beda. Mulai dari ruang selamat datang, ruang tanam paksa, ruang Multatuli, ruang Banten, ruang Lebak, dan ruang Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli memiliki tujuh ruang dengan tema berbeda-beda. Mulai dari ruang selamat datang, ruang tanam paksa, ruang Multatuli, ruang Banten, ruang Lebak, dan ruang Rangkasbitung. (Femi Diah/detikcom)

Tersimpan juga surat-surat dari Multatuli tentang Hindia Belanda. (Femi Diah/detikcom)

Tersimpan juga surat-surat dari Multatuli tentang Hindia Belanda. (Femi Diah/detikcom)

DI Museum Multatuli juga tersimpan tenun Baduy, masyarakat adat yang ada di Banten. (Femi Diah/detikcom)

DI Museum Multatuli juga tersimpan tenun Baduy, masyarakat adat yang ada di Banten. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli memiliki pohon-pohon besar yang bikin suasana cukup adem. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli memiliki pohon-pohon besar yang bikin suasana cukup adem. (Femi Diah/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA