Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Jan 2022 15:03 WIB

PHOTOS

Foto Kampung Ciptagelar, Desa Syahdu di Sukabumi

Sukabumi - Beberapa waktu yang lalu, kami mendatangi Kampung Adat Ciptagelar di Sukabumi. Beginilah suasana desanya yang syahdu.

Tulisan Ciptagelar di bukit atas kampung adat. Dari sini, traveler bisa melihat seluruh kawasan desa.

Tulisan Ciptagelar di bukit atas kampung adat. Dari sini, traveler bisa melihat seluruh kawasan desa.

Inilah kampung adat di Sukabumi yang paling unik, dan kini terbagi menjadi tiga. Di dalam kawasan desa wisata ini tak ada penjual nasi, karena memang dilarang.

Inilah kampung adat di Sukabumi yang paling unik, dan kini terbagi menjadi tiga. Di dalam kawasan desa wisata ini tak ada penjual nasi, karena memang dilarang.

Hamparan sawah dan perbukitan menghijau mengelilingi Kampung Adat Ciptagelar.

Hamparan sawah dan perbukitan menghijau mengelilingi Kampung Adat Ciptagelar.

Bangunan kembar ini dinamakan Leuit atau lumbung untuk menyimpan padi.

Bangunan kembar ini dinamakan Leuit atau lumbung untuk menyimpan padi.

Pemandangan ikonik di Kampung Adat Ciptagelar.

Pemandangan ikonik di Kampung Adat Ciptagelar.

Pemimpin mereka masih bersaudara, yakni dari Kampung Adat Cipta Mulya, Sinaresmi, dan Ciptagelar. Dalam adat, bentuk dari kelompok mereka juga dinamai kasepuhan.

Pemimpin mereka masih bersaudara, yakni dari Kampung Adat Cipta Mulya, Sinaresmi, dan Ciptagelar. Dalam adat, bentuk dari kelompok mereka juga dinamai kasepuhan.

Lapangan serbaguna di Kampung Adat Ciptagelar.

Lapangan serbaguna di Kampung Adat Ciptagelar.

Tempat pembuangan di Kampung Adat Ciptagelar.

Tempat pembuangan di Kampung Adat Ciptagelar.

Toilet umum di Kampung Adat Ciptagelar

Toilet umum di Kampung Adat Ciptagelar

Leuit utama di Kampung Adat Ciptagelar.

Leuit utama di Kampung Adat Ciptagelar.

Beberapa waktu lalu, tim detikcom mengunjungi dua di antaranya, yakni Kampung Adat Ciptagelar dan Sinaresmi. Dari keduanya memang ada persamaan, sama-sama menyediakan makan di Imah Gede atau rumah paling besar di antara semua bangunan di kampung itu.

Beberapa waktu lalu, tim detikcom mengunjungi dua di antaranya, yakni Kampung Adat Ciptagelar dan Sinaresmi. Dari keduanya memang ada persamaan, sama-sama menyediakan makan di Imah Gede atau rumah paling besar di antara semua bangunan di kampung itu.

Perasaaan guyub dan desa wisatanya lebih berasa di Kampung Adat Ciptagelar. Mungkin karena posisi desa ini yang berada jauh dari jalan utama, yakni sejauh 1,5 jam perjalanan melewati kaki gunung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Perasaaan guyub dan desa wisatanya lebih berasa di Kampung Adat Ciptagelar. Mungkin karena posisi desa ini yang berada jauh dari jalan utama, yakni sejauh 1,5 jam perjalanan melewati kaki gunung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kampung Adat Ciptagelar ada di dataran tinggi, dari gadget kami menunjukkan ketinggiannya sekitar 1.133 MDPL.

Kampung Adat Ciptagelar ada di dataran tinggi, dari gadget kami menunjukkan ketinggiannya sekitar 1.133 MDPL.

Kompor tungku kayu bakar di rumah itu tidak pernah padam. Siang malam selalu ada yang menjaganya dan digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Kompor tungku kayu bakar di rumah itu tidak pernah padam. Siang malam selalu ada yang menjaganya dan digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Di Imah Gede ini, para ibu dan bapak yang selalu bergantian menjaga tungku atau membuat dapur di kasepuhan selalu menyala. Mereka yang memasak nasi, sayur, hingga lauk pauk.

Di Imah Gede ini, para ibu dan bapak yang selalu bergantian menjaga tungku atau membuat dapur di kasepuhan selalu menyala. Mereka yang memasak nasi, sayur, hingga lauk pauk.

Nasi di Imah Gede tak dijual. Makanan itu untuk kami, para pendatang dari luar atau tamu abah atau orang yang dituakan di desa wisata.

Nasi di Imah Gede tak dijual. Makanan itu untuk kami, para pendatang dari luar atau tamu abah atau orang yang dituakan di desa wisata.

Dari ojek, kami juga diberitahu bahwa penjual keliling yang berjualan di Kampung Adat Ciptagelar juga menyempatkan diri untuk beristirahat di Imah Gede. Selain melepas lelah, mereka juga diperbolehkan makan besar dan memakan camilan yang ada.

Dari ojek, kami juga diberitahu bahwa penjual keliling yang berjualan di Kampung Adat Ciptagelar juga menyempatkan diri untuk beristirahat di Imah Gede. Selain melepas lelah, mereka juga diperbolehkan makan besar dan memakan camilan yang ada.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA