Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Apr 2022 17:30 WIB

PHOTOS

Melacak Sejarah Masjid Agung Sukabumi, Markas Pejuang Tempo Dulu

Siti Fatimah
detikTravel

Sukabumi - Warga Kota Sukabumi tentu sudah tak asing dengan Masjid Agung. Di masa lalu, tempat ibadah ini menjadi markas para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Masjid Agung merupakan salah satu landmark populer yang berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Di masa silam, masjid ini pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Masjid Agung merupakan salah satu landmark populer yang berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Di masa silam, masjid ini pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Diketahui, Masjid Agung berdiri pada tahun 1935 dari tanah wakaf K.H. Djuwaeni. Mulanya masjid ini berbentuk masjid kecil (mushala), kemudian KH Ahmad Djuwaeni menjadi pengoeloe Soekabumi maka masjid jamie itu naik statusnya menjadi Masjid Agung.

Diketahui, Masjid Agung berdiri pada tahun 1935 dari tanah wakaf K.H. Djuwaeni. Mulanya masjid ini berbentuk masjid kecil (mushala), kemudian KH Ahmad Djuwaeni menjadi pengoeloe Soekabumi maka masjid jamie itu naik statusnya menjadi Masjid Agung.

Pada masa awal, bangunan Masjid Agung Sukabumi masih sangat sederhana dengan atap tumpang dan memiliki satu menara. Sama seperti hari ini, bagian depan masjid terdapat alun-alun. Perbedaannya pada zaman dulu alun-alun diisi dengan hamparan padang rumput yang menjadi tempat penggembalaan sapi. Kini, bagian alun-alun dihiasi dengan tanaman dan beberapa tempat duduk bagi wisatawan.

Pada masa awal, bangunan Masjid Agung Sukabumi masih sangat sederhana dengan atap tumpang dan memiliki satu menara. Sama seperti hari ini, bagian depan masjid terdapat alun-alun. Perbedaannya pada zaman dulu alun-alun diisi dengan hamparan padang rumput yang menjadi tempat penggembalaan sapi. Kini, bagian alun-alun dihiasi dengan tanaman dan beberapa tempat duduk bagi wisatawan.

Konon dengan bantuan para ulama, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang dalam berlatih dan merancang strategi melawan tentara sekutu.

Konon dengan bantuan para ulama, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang dalam berlatih dan merancang strategi melawan tentara sekutu.

Tahun demi tahun berganti, Masjid Agung kehilangan bentuk aslinya. Setidaknya sejarah mencatat, Masjid Agung telah melewati enam kali pemugaran yaitu di tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan 2012.

Tahun demi tahun berganti, Masjid Agung kehilangan bentuk aslinya. Setidaknya sejarah mencatat, Masjid Agung telah melewati enam kali pemugaran yaitu di tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan 2012.

Perpaduan inovasi arstitektur ada pada atap masjid dengan berbentuk kubah bergaya Timur Tengah, kemudian kujang sebagai identitas suku Sunda di bagian puncak menara, sarana berdzikir dan kaligrafi untuk memperindah interior masjid. Masjid yang terdiri dari dua lantai ini pun dihiasi dengan 99 kaligrafi Asmaul Husna menempel di delapan tiang menyerupai bangunan piramida yang terletak di depan gerbang utama.

Perpaduan inovasi arstitektur ada pada atap masjid dengan berbentuk kubah bergaya Timur Tengah, kemudian kujang sebagai identitas suku Sunda di bagian puncak menara, sarana berdzikir dan kaligrafi untuk memperindah interior masjid. Masjid yang terdiri dari dua lantai ini pun dihiasi dengan 99 kaligrafi Asmaul Husna menempel di delapan tiang menyerupai bangunan piramida yang terletak di depan gerbang utama.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA