Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Mei 2022 07:42 WIB

PHOTOS

Asyik, Kebun Raya Bogor Punya Pusat Konservasi Anggrek

Kementerian PUPR
detikTravel

Bogor - Ada yang baru di Kebun Raya Bogor. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan bangunan Kawasan Taman Anggrek.

Pusat Koservasi Anggrek di KRB itu merupakan bagian dari program kerjasama Kementerian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kolaborasi itu bertunjuan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ untuk pelestarian spesies di luar habitat alaminya. Dok. Kementerian PUPR.
Pusat Koservasi Anggrek di KRB itu merupakan bagian dari program kerjasama Kementerian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kolaborasi itu bertunjuan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ untuk pelestarian spesies di luar habitat alaminya. Dok. Kementerian PUPR.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penataan Taman Anggrek Bogor tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi kelengkapan prasarana fisik dan keindahan lansekap ruang terbuka hijau publik, namun juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perkotaan. 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penataan Taman Anggrek Bogor tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi kelengkapan prasarana fisik dan keindahan lansekap ruang terbuka hijau publik, namun juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perkotaan. 
Program itu dimulai pada 2019 yang berada di kawasan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 m2 dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 m2. Pekerjaan penataan bangunan sesuai kontrak dimulai sejak 18 Desember 2019 dan selesai pada 30 November 2020 oleh kontraktor PT Kemang Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp 35,9 miliar dan Manajemen Konstruksi dilakukan oleh PT Elsadai Servo Cons - PT Bintang Perkasa Sejati (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1 miliar.  
Program itu dimulai pada 2019 yang berada di kawasan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 m2 dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 m2. Pekerjaan penataan bangunan sesuai kontrak dimulai sejak 18 Desember 2019 dan selesai pada 30 November 2020 oleh kontraktor PT Kemang Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp 35,9 miliar dan Manajemen Konstruksi dilakukan oleh PT Elsadai Servo Cons - PT Bintang Perkasa Sejati (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1 miliar. 
 
Pada tahun 2021, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Taman Anggrek Bogor yang mencakup bangunan penghubung seluas 265,8 m2, bangunan display kiri dan kanan masing-masing seluas 345,6 m2, dan area servis seluas 100,8 m2. Pekerjaan penataan sesuai kontrak dimulai pada 4 April 2021 dan selesai 31 Oktober 2021 oleh kontraktor PT Wiratama Karya Abadi dengan biaya konstruksi Rp 2,47 miliar.   
Pada tahun 2021, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Taman Anggrek Bogor yang mencakup bangunan penghubung seluas 265,8 m2, bangunan display kiri dan kanan masing-masing seluas 345,6 m2, dan area servis seluas 100,8 m2. Pekerjaan penataan sesuai kontrak dimulai pada 4 April 2021 dan selesai 31 Oktober 2021 oleh kontraktor PT Wiratama Karya Abadi dengan biaya konstruksi Rp 2,47 miliar. 
 
 
Pengembangan Taman Anggrek pada Kebun Raya Bogor menekankan pada pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Dengan fasilitas tersedia yang sudah dibangun, Taman Anggrek Bogor diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi. Dok. Kementerian PUPR.
Pengembangan Taman Anggrek pada Kebun Raya Bogor menekankan pada pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Dengan fasilitas tersedia yang sudah dibangun, Taman Anggrek Bogor diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi. Dok. Kementerian PUPR.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA