Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Mei 2022 08:42 WIB

PHOTOS

Kelok Sembilan yang Ikonik Itu Memang Keren Banget

Antara
detikTravel

Limapuluhkota - Flyover Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, yang ikonik menjadi daya tarik tersendiri saat dipenuhi kendaraan pada periode Lebaran.

Flyover ini merupakan jalan raya berkontur tanjakan tajam berkelok melewati perbukitan yang merupakan salah satu barang milik negara di bawah satuan kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat. Jalan ini bentuknya berkelok-kelok dan berjumlah sembilan buah. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Flyover ini merupakan jalan raya berkontur tanjakan tajam berkelok melewati perbukitan yang merupakan salah satu barang milik negara di bawah satuan kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat. Jalan ini bentuknya berkelok-kelok dan berjumlah sembilan buah. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Kelok Sembilan berfungsi sebagai penghubung Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau dalam rangka distribusi barang maupun pergerakan masyarakat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Kelok Sembilan berfungsi sebagai penghubung Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau dalam rangka distribusi barang maupun pergerakan masyarakat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jika direntang lurus, jalan di Kelok Sembilan itu memiliki panjang 300 meter dengan lebar jalan 5 meter. Jalan itu sudah ada sejak masa kolonial Belanda pada 1908-1914. Fungsinya, untuk memperlancar transportasi dari Pelabuhan Teluk Bayur di wilayah barat Sumatera menuju ke wilayah timur. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jika direntang lurus, jalan di Kelok Sembilan itu memiliki panjang 300 meter dengan lebar jalan 5 meter. Jalan itu sudah ada sejak masa kolonial Belanda pada 1908-1914. Fungsinya, untuk memperlancar transportasi dari Pelabuhan Teluk Bayur di wilayah barat Sumatera menuju ke wilayah timur. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Seiring waktu berjalan, keramaian dan kepadatan meningkat karena pertumbuhan ekonomi. Kondisi jalan dengan tanjakan curam dan tikungan tajam berbahaya bagi penggunanya karena banyak truk besar dengan muatan berat gagal menanjak. Selain itu, waktu tempuh jadi makin panjang. Lalu lintas kendaraan juga padat karena lajur masih sempit, sehingga pengendara kesulitan mendahului kendaraan di depannya. Kementerian Pekerjaan Umum membangun Jembatan Kelok Sembilan pada 2003. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Seiring waktu berjalan, keramaian dan kepadatan meningkat karena pertumbuhan ekonomi. Kondisi jalan dengan tanjakan curam dan tikungan tajam berbahaya bagi penggunanya karena banyak truk besar dengan muatan berat gagal menanjak. Selain itu, waktu tempuh jadi makin panjang. Lalu lintas kendaraan juga padat karena lajur masih sempit, sehingga pengendara kesulitan mendahului kendaraan di depannya. Kementerian Pekerjaan Umum membangun Jembatan Kelok Sembilan pada 2003. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jembatan Kelok Sembilan dibangun lagi dengan konsep green construction atau ramah lingkungan. Pertimbangannya, lokasi berada di wilayah cagar alam. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 580,8 miliar, yang dilaksanakan dalam dua tahap pembangunan dan membutuhkan kurun waktu 10 (sepuluh) tahun penyelesaian. (I Gede Leo Agustina/dTraveler)

Jembatan Kelok Sembilan dibangun lagi dengan konsep green construction atau ramah lingkungan. Pertimbangannya, lokasi berada di wilayah cagar alam. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 580,8 miliar, yang dilaksanakan dalam dua tahap pembangunan dan membutuhkan kurun waktu 10 (sepuluh) tahun penyelesaian. (I Gede Leo Agustina/d'Traveler)

Secara fisik, Jembatan Kelok Sembilan terbagi dalam enam buah jembatan dengan lebar 13,5 meter dan ditopang pilar setinggi sekitar 60 meter di atas permukaan jalan yang ada di bawahnya. Panjang keenam jembatan tersebut berbeda-beda karena menyesuaikan topografi tanah dan panjang lekuk/kelok jembatan itu sendiri. (Dikhy Sasra/detikcom)

Secara fisik, Jembatan Kelok Sembilan terbagi dalam enam buah jembatan dengan lebar 13,5 meter dan ditopang pilar setinggi sekitar 60 meter di atas permukaan jalan yang ada di bawahnya. Panjang keenam jembatan tersebut berbeda-beda karena menyesuaikan topografi tanah dan panjang lekuk/kelok jembatan itu sendiri. (Dikhy Sasra/detikcom)

Kini jembatan pertama sepanjang 20 meter, jembatan kedua 230 meter, jembatan ketiga 65 meter, jembatan keempat 462 meter, jembatan kelima 31 meter, dan jembatan keenam sepanjang 156 meter. Selain itu, masih terdapat jalan penghubung sepanjang lebih dari 1,9 kilometer. (Dikhy Sasra/detikcom)

Kini jembatan pertama sepanjang 20 meter, jembatan kedua 230 meter, jembatan ketiga 65 meter, jembatan keempat 462 meter, jembatan kelima 31 meter, dan jembatan keenam sepanjang 156 meter. Selain itu, masih terdapat jalan penghubung sepanjang lebih dari 1,9 kilometer. (Dikhy Sasra/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA