Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Mei 2022 06:43 WIB

PHOTOS

Keren! Warga Gang Pramuka Sukabumi Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan

Siti Fatimah
detikTravel

Sukabumi - Banyak cara untuk memperindah kawasan tempat tinggal. Salah satunya mengubah selokan menjadi kolam ikan seperti yang dilakukan warga Sukabumi ini. Yuk lihat.

Sejumlah warga di Gang Pramuka, RT 01/02, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi menyulap saluran irigasi menjadi kolam ikan. Selokan dengan total panjang 120 meter itu, 90 meter di antaranya menjadi kolam ikan yang terbagi menjadi lima bendungan untuk ikan Nila dan ikan Lele. Kedalaman selokan itu sekitar 25-30 centimeter. Di bagian atas kolam juga ditanami berbagai jenis tanaman untuk penghijauan di kawasan tersebut.

Sejumlah warga di Gang Pramuka, RT 01/02, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi menyulap saluran irigasi menjadi kolam ikan. Selokan dengan total panjang 120 meter itu, 90 meter di antaranya menjadi kolam ikan yang terbagi menjadi lima bendungan untuk ikan Nila dan ikan Lele. Kedalaman selokan itu sekitar 25-30 centimeter. Di bagian atas kolam juga ditanami berbagai jenis tanaman untuk penghijauan di kawasan tersebut.

Ide awal pembuatan kolam ikan di selokan itu datang dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Asep Megadasa. Dia mengatakan, selokan itu sudah bertahun-tahun kotor dan terkadang menjadi tempat pembuangan sampah.

Ide awal pembuatan kolam ikan di selokan itu datang dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Asep Megadasa. Dia mengatakan, selokan itu sudah bertahun-tahun kotor dan terkadang menjadi tempat pembuangan sampah.

Melihat kondisi tersebut, ia lantas berinisiatif untuk menaruh bibit ikan di dalam selokan secara autodidak. Niatnya itu didukung oleh salah satu warga dengan memberikan sumbangan modal. Setiap hari, pakan yang ditabur sebanyak satu kilogram untuk 59 kilogram ikan.

Melihat kondisi tersebut, ia lantas berinisiatif untuk menaruh bibit ikan di dalam selokan secara autodidak. Niatnya itu didukung oleh salah satu warga dengan memberikan sumbangan modal. Setiap hari, pakan yang ditabur sebanyak satu kilogram untuk 59 kilogram ikan.

Kolam ikan di selokan itu sudah berjalan selama empat bulan ke belakang. Warga yang melewati gang tersebut menyambut baik inovasi selokan jadi kolam ikan itu. Ikan Nila dan ikan Lele yang ada di selokan itu dipanen dalam satu bulan sekali. Hasil dari panen ikan dibagikan ke warga atau dijual ke pasar, sementara uang dari ikan yang dijual digunakan untuk penerangan dan perbaikan kondisi jalan yang rusak.

Kolam ikan di selokan itu sudah berjalan selama empat bulan ke belakang. Warga yang melewati gang tersebut menyambut baik inovasi selokan jadi kolam ikan itu. Ikan Nila dan ikan Lele yang ada di selokan itu dipanen dalam satu bulan sekali. Hasil dari panen ikan dibagikan ke warga atau dijual ke pasar, sementara uang dari ikan yang dijual digunakan untuk penerangan dan perbaikan kondisi jalan yang rusak.

Selain ada kolam ikan, kantong plastik dengan warna merah terang juga berjejer di sepanjang Jalan Gang Pramuka. Bahkan, pemandangan tersebut sempat diposting oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam akun Facebook pribadinya.

Selain ada kolam ikan, kantong plastik dengan warna merah terang juga berjejer di sepanjang Jalan Gang Pramuka. Bahkan, pemandangan tersebut sempat diposting oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam akun Facebook pribadinya.

Asep mengatakan, kantong plastik itu digantung agar warga yang melintas tidak membuang sampah sembarangan.

Asep mengatakan, kantong plastik itu digantung agar warga yang melintas tidak membuang sampah sembarangan.

Asep menyebut ada sekitar 40 kantong kresek yang dipasang sepanjang Jalan Gang Pramuka. Dia berujar, sebelum menggunakan kantong plastik, pihaknya sudah lebih dulu menggunakan bahan lain seperti ember bekas cat namun hilang entah kemana.

Asep menyebut ada sekitar 40 kantong kresek yang dipasang sepanjang Jalan Gang Pramuka. Dia berujar, sebelum menggunakan kantong plastik, pihaknya sudah lebih dulu menggunakan bahan lain seperti ember bekas cat namun hilang entah kemana.

Ketika disinggung soal meminimalisir penggunaan kantong plastik, Asep mengaku keinginannya menggunakan bahan lain untuk tempat sampah. Akan tetapi, keinginannya itu terkendala biaya. Diketahui, selama ini biaya kebutuhan untuk kolam ikan dan perawatan lingkungan masih menggunakan uang pribadi dari warga dermawan.

Ketika disinggung soal meminimalisir penggunaan kantong plastik, Asep mengaku keinginannya menggunakan bahan lain untuk tempat sampah. Akan tetapi, keinginannya itu terkendala biaya. Diketahui, selama ini biaya kebutuhan untuk kolam ikan dan perawatan lingkungan masih menggunakan uang pribadi dari warga dermawan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA